Bos McLaren bilang mesin V6 Turbo tidak menarik
Selasa, 14 Agustus 2012 - 02:28 WIB
Bos McLaren bilang mesin V6 Turbo tidak menarik
A
A
A
Sindonews.com - Bos tim McLaren Martin Whitmarsh merespons langkah Federasi Automobil Internasional (FIA) yang akan menerapkan mesin baru berkapasitas V6 turbo berkapasitas 1,6 liter. Whitmarsh mengatakan, penggantian mesin lama V8 berkapasitas 2,4 liter menjadi V6 turbo pada musim 2014 mendatang tidak akan mengangkat pamor F1.
”Saya tidak berpikir ini sebagai hal menarik untuk dilakukan. Secara pribadi ini akan menjadi rumus kesetaraan untuk balapan Formula 1,” ujar Whitmarsh dikutip Skysport, Selasa (14/8/2012).
“Kami pernah melakukan itu sebelumnya pada tahun 1988. Kami telah menggunakan turbo dan kemudian terinspirasi ke arah lain. Hal itu bukanlah sejarah yang buruk untuk McLaren, tetapi itu bukan rumus yang menarik,” paparnya.
Whitmarsh yang juga menjabat sebagai kepala Tim McLaren, menegaskan jika ide tersebut jadi terealisasi, tentu aturan regulasi harus memiliki keuntungan bagi seluruh tim Formula One itu sendiri.
“Saya pikir Anda harus mengatur, jika Anda melakukannya. Karena mesin turbo baru memiliki keuntungan lebih dari pada mesin lama. Sehingga Anda akan menciptakan kejuaraan dua tingkat, yang saya pikir bukan hal yang menarik kami miliki,” imbuhnya.
Langkah FIA ini mengundang kekhawatiran bagi tim-tim yang mempunyai dana terbatas. Pasalnya, Cosworth yang juga sebagai pemasok mesin bagi tim-tim kecil akan terancam keluar dari Formula 1 pada musim 2014. Mereka mengikuti langkah Williams dan Caterham yang telah lebih dulu memutuskan keluar F1.
Bisa dipastikan hanya ada tiga tim saja yang mampu bertahan dengan regulasi baru mesin V6 turbo, yakni Mercedes, Ferrari, dan Renault.
”Saya tidak berpikir ini sebagai hal menarik untuk dilakukan. Secara pribadi ini akan menjadi rumus kesetaraan untuk balapan Formula 1,” ujar Whitmarsh dikutip Skysport, Selasa (14/8/2012).
“Kami pernah melakukan itu sebelumnya pada tahun 1988. Kami telah menggunakan turbo dan kemudian terinspirasi ke arah lain. Hal itu bukanlah sejarah yang buruk untuk McLaren, tetapi itu bukan rumus yang menarik,” paparnya.
Whitmarsh yang juga menjabat sebagai kepala Tim McLaren, menegaskan jika ide tersebut jadi terealisasi, tentu aturan regulasi harus memiliki keuntungan bagi seluruh tim Formula One itu sendiri.
“Saya pikir Anda harus mengatur, jika Anda melakukannya. Karena mesin turbo baru memiliki keuntungan lebih dari pada mesin lama. Sehingga Anda akan menciptakan kejuaraan dua tingkat, yang saya pikir bukan hal yang menarik kami miliki,” imbuhnya.
Langkah FIA ini mengundang kekhawatiran bagi tim-tim yang mempunyai dana terbatas. Pasalnya, Cosworth yang juga sebagai pemasok mesin bagi tim-tim kecil akan terancam keluar dari Formula 1 pada musim 2014. Mereka mengikuti langkah Williams dan Caterham yang telah lebih dulu memutuskan keluar F1.
Bisa dipastikan hanya ada tiga tim saja yang mampu bertahan dengan regulasi baru mesin V6 turbo, yakni Mercedes, Ferrari, dan Renault.
(aww)