Mourinho ingin dipanggil The Only One
Selasa, 14 Agustus 2012 - 15:32 WIB
Mourinho ingin dipanggil The Only One
A
A
A
Sindonews.com - Jose Mourinho mengaku ingin mengganti label yang sudah melekat dalam diri pelatih asal Portugal tersebut yakni dari The Special One menjadi The Only One. Pasalnya ia mengklaim sebagai satu-satunya pelatih yang pernah menjuarai 4 liga terbaik di Eropa.
“Saya merasa satu-satunya di dunia yang memenangkan tiga liga paling penting selama karir saya. Jadi mungkin saya akan mengganti julukan yang sudah melekat The Special One dengan The Only One,” kata Mourinho seperti dilansir Soccerway, Selasa (14/8/2012).
Keempat gelar yang pernah di juarai oleh Mourinho adalah Liga Premier Inggris bersama Chelsea, La Liga Spanyol dengan Real Madrid, lalu gelar Serie A yang dipersembahkan kepada Inter Milan dan Liga Portugal bersama FC Porto.
Berbicara kepada televisi Portugal, SIC, Mourinho menjelaskan setelah mencapai semua keinginannya dengan membawa setiap tim meraih gelar juara, namun dirinya mengaku kurang fokus untuk meraih gelar sebagai individu.
“Saya sudah menjalankan semua rencana dengan sangat baik dan bersama Inter Milan hal yang paling menyenangkan bagi saya. Dimana saya dapat memberikan treble yang belum pernah dialaminya selama 50 tahun,” tambahnya.
“Itulah yang membujuk saya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih dan bukannya mengejar tujuan individu,” ucapnya.
“Saya merasa satu-satunya di dunia yang memenangkan tiga liga paling penting selama karir saya. Jadi mungkin saya akan mengganti julukan yang sudah melekat The Special One dengan The Only One,” kata Mourinho seperti dilansir Soccerway, Selasa (14/8/2012).
Keempat gelar yang pernah di juarai oleh Mourinho adalah Liga Premier Inggris bersama Chelsea, La Liga Spanyol dengan Real Madrid, lalu gelar Serie A yang dipersembahkan kepada Inter Milan dan Liga Portugal bersama FC Porto.
Berbicara kepada televisi Portugal, SIC, Mourinho menjelaskan setelah mencapai semua keinginannya dengan membawa setiap tim meraih gelar juara, namun dirinya mengaku kurang fokus untuk meraih gelar sebagai individu.
“Saya sudah menjalankan semua rencana dengan sangat baik dan bersama Inter Milan hal yang paling menyenangkan bagi saya. Dimana saya dapat memberikan treble yang belum pernah dialaminya selama 50 tahun,” tambahnya.
“Itulah yang membujuk saya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih dan bukannya mengejar tujuan individu,” ucapnya.
(akr)