Setneg ikut tuntaskan jadwal primera liga Spanyol
Kamis, 16 Agustus 2012 - 09:35 WIB
Setneg ikut tuntaskan jadwal primera liga Spanyol
A
A
A
Sindonews.com – Primera Liga 2012/2013 akan digelar sesuai rencana akhir pekan ini. Kemungkinan terjadinya penundaan terhindari setelah Asosiasi Liga Spanyol (LFP) menenangkan pemberontakan 13 klub yang kecewa soal sengketa hak siar televisi.
Pertemuan kedua kubu di Madrid,Selasa (14/8),sesungguhnya belum berhasil menyelesaikan konflik antara perwakilan manajemen 13 klub (Athletic Bilbao, Atletico Madrid,Real Betis,Celta Vigo, Espanyol, Getafe,Granada,Real Mallorca, Osasuna,Rayo Vallecano,Real Sociedad, Sevilla,dan Real Zaragoza) dan LFP. Beruntung,Sekretaris Negara (Setneg) Bidang Olahraga Spanyol Miguel Cardenal yang hadir pada acara tersebut dapat menenangkan suasana.
“Kami membahas isu-isu yang berhubungan dengan liga,pemerintah,dan dengan hak siar televisi.Laga akhir pekan ini yang dimulai pada waktu yang dijadwalkan,” ungkap Presiden LFP Jose Luis Astiazaran,dilansir Ibn. Sebanyak 13 klub Primera Liga sebelumnya marah dengan pihak penyiaran, yaitu Canal+dan Mediapro,yang gagal memberikan keterangan soal ketetapan hak siar kompetisi.
Menurut mereka,situasi pertentangan mereka akan memberi dampak finansial bagi klub. Faktor ini pula yang kemudian mendorong 13 klub mengajukan boikot dan minta LFP mengundur laga pembukaan La Liga. “Ini situasi ketidakamanan hukum yang serius,”ujar Miguel Guillen,Presiden Real Betis.“Kata sepakat masih jauh.Namun, kehadiran Sekretaris Negara sangat membantu. Yang penting,pemerintah juga sadar akan peliknya masalah ini,”tutur Guillen dalam sebuah siaran radio milik klub.
Selain itu,perhatian klub juga tertuju pada sejumlah utang yang belum dibayarkan pihak penyiar kepada klub. Diabaikannya perjanjian di atas kertas ini membuat klub bisa menuntut pihak penyiar di depan hukum.Konsorsium tersebut juga kesal dengan sikap penyiar yang menguntungkan satu-dua klub saja. Mereka secara terus terang mengungkapkan kekesalan dengan Real Madrid dan Barcelona yang selalu menjadi pusat siaran.
Kedua raksasa Spanyol itu mendominasi pendapatan hak siar tanpa adanya tawar-menawar kolektif dan pendapatan bagi hasil sebagaimana yang diterapkan di kompetisi UEFA,seperti Liga Champions dan Liga Europa. “Kami 13 tim bersatu dan kami harus terus mendesak sampai kami mencapai tujuan kami dan mencoba untuk memenangkan pertempuran demi kebaikan kepentingan kami sendiri dan orang-orang di Primera Liga,”ungkap Presiden Atletico Enrique Cerezo.
“Kami sepenuhnya setuju bahwa cara sepak bola yang diselenggarakan di Jerman akan menjadi rumus ideal untuk diterapkan di Spanyol,baik dalam pemerataan hak audiovisual dan usaha memuaskan fansdengan maksimal.”
Pertemuan kedua kubu di Madrid,Selasa (14/8),sesungguhnya belum berhasil menyelesaikan konflik antara perwakilan manajemen 13 klub (Athletic Bilbao, Atletico Madrid,Real Betis,Celta Vigo, Espanyol, Getafe,Granada,Real Mallorca, Osasuna,Rayo Vallecano,Real Sociedad, Sevilla,dan Real Zaragoza) dan LFP. Beruntung,Sekretaris Negara (Setneg) Bidang Olahraga Spanyol Miguel Cardenal yang hadir pada acara tersebut dapat menenangkan suasana.
“Kami membahas isu-isu yang berhubungan dengan liga,pemerintah,dan dengan hak siar televisi.Laga akhir pekan ini yang dimulai pada waktu yang dijadwalkan,” ungkap Presiden LFP Jose Luis Astiazaran,dilansir Ibn. Sebanyak 13 klub Primera Liga sebelumnya marah dengan pihak penyiaran, yaitu Canal+dan Mediapro,yang gagal memberikan keterangan soal ketetapan hak siar kompetisi.
Menurut mereka,situasi pertentangan mereka akan memberi dampak finansial bagi klub. Faktor ini pula yang kemudian mendorong 13 klub mengajukan boikot dan minta LFP mengundur laga pembukaan La Liga. “Ini situasi ketidakamanan hukum yang serius,”ujar Miguel Guillen,Presiden Real Betis.“Kata sepakat masih jauh.Namun, kehadiran Sekretaris Negara sangat membantu. Yang penting,pemerintah juga sadar akan peliknya masalah ini,”tutur Guillen dalam sebuah siaran radio milik klub.
Selain itu,perhatian klub juga tertuju pada sejumlah utang yang belum dibayarkan pihak penyiar kepada klub. Diabaikannya perjanjian di atas kertas ini membuat klub bisa menuntut pihak penyiar di depan hukum.Konsorsium tersebut juga kesal dengan sikap penyiar yang menguntungkan satu-dua klub saja. Mereka secara terus terang mengungkapkan kekesalan dengan Real Madrid dan Barcelona yang selalu menjadi pusat siaran.
Kedua raksasa Spanyol itu mendominasi pendapatan hak siar tanpa adanya tawar-menawar kolektif dan pendapatan bagi hasil sebagaimana yang diterapkan di kompetisi UEFA,seperti Liga Champions dan Liga Europa. “Kami 13 tim bersatu dan kami harus terus mendesak sampai kami mencapai tujuan kami dan mencoba untuk memenangkan pertempuran demi kebaikan kepentingan kami sendiri dan orang-orang di Primera Liga,”ungkap Presiden Atletico Enrique Cerezo.
“Kami sepenuhnya setuju bahwa cara sepak bola yang diselenggarakan di Jerman akan menjadi rumus ideal untuk diterapkan di Spanyol,baik dalam pemerataan hak audiovisual dan usaha memuaskan fansdengan maksimal.”
(wbs)