The Citizens tertahan di Anfield
Senin, 27 Agustus 2012 - 09:18 WIB
The Citizens tertahan di Anfield
A
A
A
Sindonews.com - Manchester City (Man City) tidak mampu memperbaiki rekor di Merseyside. Namun, pasukan Roberto Mancini berhasil membuktikan karakter mereka sebagai juara bertahan Liga Primer. The Citizens dua kali bangkit dari ketertinggalan pada pertandingan melawan Liverpool di Anfield semalam untuk memaksa hasil imbang 2-2.
Pada laga tersebut, Yaya Toure dan Carlos Tevez membalikkan keunggulan tuan rumah yang dipetik melalui Martin Skrtel dan Luis Suarez. Kegagalan meraih kemenangan berarti belum membaiknya nasib Man City setiap mengunjungi Kota Liverpool di pentas Liga Primer.
Sejak Mancini menggantikan Mark Hughes pada Desember 2009, mereka tidak bisa membawa pulang poin penuh dari tujuh lawatan. Man City tiga kali ditahan dan sekali tumbang melawan Liverpool. Vincent Kompany dkk bahkan membukukan rekor lebih buruk kala menyambangi markas Everton, Goodison Park, yakni selalu takluk di tiga partai.
Meski begitu, Man City tetap berhasil menunjukkan kredibilitasnya. Kebangkitan di Anfield melanjutkan penampilan penuh semangat dibeberapa partai terakhir. Man City tercatat selalu dalam keadaan tertinggal saat bertemu Queens Park Rangers (musim lalu), Chelsea (Community Shield) dan Southampton (duel pembuka 2012/2013). Namun mereka berhasil menghindari kekalahan.
Dengan tambahan satu angka ini, The Citizens kini mengoleksi empat angka dari dua laga. Sementara Liverpool baru mengantongi satu poin setelah dibekuk West Bromwich Albion di partai perdana.
Pada pertandingan di tempat lain, Arsenal masih mencari gol sepeninggal striker Robin van Persie ke Manchester United. Dalam duel melawan Stoke City di Britannia, pasukan Arsene Wenger kembali memetik hasil 0-0. Arsenal juga membukukan skor tersebut pada pekan pembuka Liga Primer 2012/2013 versus Sunderland, Sabtu 18 Agustus 2012 yang lalu.
Hilangnya Van Persie begitu dirasakan The Gunners meski Wenger sudah merombak tim. Olivier Giroud masuk tim utama menggantikan Theo Walcott. Mengisi posisi penyerang utama, bomber Prancis itu didukung Lukas Podolski yang kali ini ditempatkan sebagai winger kiri. Sayang perubahan tersebut tidak memberi dampak efektif.
Podolski lagi-lagi tampil buruk dan digantikan Alex Oxlade-Chamberlain pada pertengahan babak kedua. Masuknya Walcott juga gagal memberi percik pada serangan klub London Utara itu. Alhasil, Arsenal belum memecah telur produktivitas musim ini walau mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih banyak.
Pada laga tersebut, Yaya Toure dan Carlos Tevez membalikkan keunggulan tuan rumah yang dipetik melalui Martin Skrtel dan Luis Suarez. Kegagalan meraih kemenangan berarti belum membaiknya nasib Man City setiap mengunjungi Kota Liverpool di pentas Liga Primer.
Sejak Mancini menggantikan Mark Hughes pada Desember 2009, mereka tidak bisa membawa pulang poin penuh dari tujuh lawatan. Man City tiga kali ditahan dan sekali tumbang melawan Liverpool. Vincent Kompany dkk bahkan membukukan rekor lebih buruk kala menyambangi markas Everton, Goodison Park, yakni selalu takluk di tiga partai.
Meski begitu, Man City tetap berhasil menunjukkan kredibilitasnya. Kebangkitan di Anfield melanjutkan penampilan penuh semangat dibeberapa partai terakhir. Man City tercatat selalu dalam keadaan tertinggal saat bertemu Queens Park Rangers (musim lalu), Chelsea (Community Shield) dan Southampton (duel pembuka 2012/2013). Namun mereka berhasil menghindari kekalahan.
Dengan tambahan satu angka ini, The Citizens kini mengoleksi empat angka dari dua laga. Sementara Liverpool baru mengantongi satu poin setelah dibekuk West Bromwich Albion di partai perdana.
Pada pertandingan di tempat lain, Arsenal masih mencari gol sepeninggal striker Robin van Persie ke Manchester United. Dalam duel melawan Stoke City di Britannia, pasukan Arsene Wenger kembali memetik hasil 0-0. Arsenal juga membukukan skor tersebut pada pekan pembuka Liga Primer 2012/2013 versus Sunderland, Sabtu 18 Agustus 2012 yang lalu.
Hilangnya Van Persie begitu dirasakan The Gunners meski Wenger sudah merombak tim. Olivier Giroud masuk tim utama menggantikan Theo Walcott. Mengisi posisi penyerang utama, bomber Prancis itu didukung Lukas Podolski yang kali ini ditempatkan sebagai winger kiri. Sayang perubahan tersebut tidak memberi dampak efektif.
Podolski lagi-lagi tampil buruk dan digantikan Alex Oxlade-Chamberlain pada pertengahan babak kedua. Masuknya Walcott juga gagal memberi percik pada serangan klub London Utara itu. Alhasil, Arsenal belum memecah telur produktivitas musim ini walau mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih banyak.
(akr)