Rifat Sungkar raih posisi kedua Rally Class
Selasa, 28 Agustus 2012 - 10:36 WIB
Rifat Sungkar raih posisi kedua Rally Class
A
A
A
Sindonews.com – Pereli Indonesia Rifat Sungkar dan navigator Scott Beckwith (Fastron World Rally Team) yang terkendala overheatingpada mesin kendaraan sejak hari pertama hingga akhir pertarungan akhirnya mampu mencapai garis finis dengan meraih posisi kedua Rally Class Kejuaraan Reli Dunia (WRC) pada Reli Jerman 2012 di Porta Nigra, Trier,Jerman.
Rifat yang masuk 41 peserta finis—dari 67 peserta ADAC Rally Deutschland—menuntaskan reli dengan waktu tempuh 4 jam 27 menit 14,6 detik. Reli Jerman yang menggunakan lintasan aspal sangat berbeda dengan lintasan gravel.Pada leg 1-2 serta leg 3,peserta melintas di trek dan cuaca yang berbeda di mana pada pertarungan hari ketiga lintasan reli diguyur hujan sehingga sangat licin.
“Ini reli dahsyat,seru,tegang,dan penuh tantangan,”ujar Rifat,dalam rilisnya. “Power mobil dan strategi pemilihan ban yang jitu adalah kunci dalam catatan waktu. Powermobil tidak maksimal dan ban yang disediakan tim tidak ngegrip di lintasan aspal ini. Saya dan Scott (navigator) sepakat bertarung dengan kondisi ini dengan maksimal dan fokus pada kejuaraan di group Rally Class,”tambahnya.
Juara Rally Class direbut pereli Meksiko Trivino Bujalil Ricardo/Alex Haro.Mereka menjadi yang tercepat dengan waktu 4 jam 24 menit 10,5 detik,sementara posisi ketiga diisi pereli Ukraina Yuriy Protasov/Nesvit Kyrylo yang mencatat waktu 4 jam 27 menit 42,6 detik Setelah menyelesaikan Reli Jerman,Rifat akan melanjutkan pertarungan di World Rally Championship 2012 di Reli Prancis pada 4–7 Oktober,Reli Italia pada 18-21 Oktober,dan Reli Spanyol pada November.
Pereli Indonesia lainnya,Subhan Aksa, juga tampil gemilang pada seri keenam PWRC Reli Jerman. Dia membawa pulang delapan poin dari kejuaraan tersebut. Subhan mengakhiri lomba setelah menyelesaikan SS (special stage) 15 pada Minggu (26/8) di urutan keenam.Meski kurang beruntung dari pencapaian sebelumnya,sebagai runner-up di Reli Acropolis dan Selandia Baru,Subhan tetap mensyukuri hasilnya karena diperoleh dengan perjuangan dan kesabaran tinggi.
Selain itu,Subhan juga sempat merasa kecewa karena ada insiden yang terjadi seusai SS9 pada Sabtu (25/8).Saat itu,dia menempati posisi 3 besar setelah memenangi SS7 dan 8 serta finis ketiga di SS9.Sayang,posisi itu hilang begitu saja karena dia dan navigator Jeff Judd membuat kesalahan dengan kehilangan regrouping sesuai waktu yang ditentukan. Akibatnya,dia tak diperkenankan mengikuti SS10,11,dan 12.
Alhasil, peringkatnya pun turun ke urutan keenam. “Inilah seninya reli.Tak melulu soal kecepatan,teknologi,dan skill, tapi juga pengendalian emosi serta pemahaman dan ketaatan terhadap peraturan yang sangat detail. Semua yang terjadi di sini jadi pelajaran sangat penting dan saya yakin akan bermanfaat di masa depan,baik pada saat lomba maupun di luarnya,”ujar Subhan. Secara keseluruhan,punggawa Bosowa Rally Team itu tak terlalu kecewa dengan hasil akhir ini.Apalagi,sebelumnya dia hanya berharap finis di posisi 5 besar.
Faktanya,dari 12 kontestan reguler PWRC, hanya tujuh yang mencapai finis yang membuktikan beratnya ajang ini.Tambahan delapan angka itu membuatnya mengoleksi 50 poin meski peringkatnya turun dari 3 besar menjadi 5 besar.
Rifat yang masuk 41 peserta finis—dari 67 peserta ADAC Rally Deutschland—menuntaskan reli dengan waktu tempuh 4 jam 27 menit 14,6 detik. Reli Jerman yang menggunakan lintasan aspal sangat berbeda dengan lintasan gravel.Pada leg 1-2 serta leg 3,peserta melintas di trek dan cuaca yang berbeda di mana pada pertarungan hari ketiga lintasan reli diguyur hujan sehingga sangat licin.
“Ini reli dahsyat,seru,tegang,dan penuh tantangan,”ujar Rifat,dalam rilisnya. “Power mobil dan strategi pemilihan ban yang jitu adalah kunci dalam catatan waktu. Powermobil tidak maksimal dan ban yang disediakan tim tidak ngegrip di lintasan aspal ini. Saya dan Scott (navigator) sepakat bertarung dengan kondisi ini dengan maksimal dan fokus pada kejuaraan di group Rally Class,”tambahnya.
Juara Rally Class direbut pereli Meksiko Trivino Bujalil Ricardo/Alex Haro.Mereka menjadi yang tercepat dengan waktu 4 jam 24 menit 10,5 detik,sementara posisi ketiga diisi pereli Ukraina Yuriy Protasov/Nesvit Kyrylo yang mencatat waktu 4 jam 27 menit 42,6 detik Setelah menyelesaikan Reli Jerman,Rifat akan melanjutkan pertarungan di World Rally Championship 2012 di Reli Prancis pada 4–7 Oktober,Reli Italia pada 18-21 Oktober,dan Reli Spanyol pada November.
Pereli Indonesia lainnya,Subhan Aksa, juga tampil gemilang pada seri keenam PWRC Reli Jerman. Dia membawa pulang delapan poin dari kejuaraan tersebut. Subhan mengakhiri lomba setelah menyelesaikan SS (special stage) 15 pada Minggu (26/8) di urutan keenam.Meski kurang beruntung dari pencapaian sebelumnya,sebagai runner-up di Reli Acropolis dan Selandia Baru,Subhan tetap mensyukuri hasilnya karena diperoleh dengan perjuangan dan kesabaran tinggi.
Selain itu,Subhan juga sempat merasa kecewa karena ada insiden yang terjadi seusai SS9 pada Sabtu (25/8).Saat itu,dia menempati posisi 3 besar setelah memenangi SS7 dan 8 serta finis ketiga di SS9.Sayang,posisi itu hilang begitu saja karena dia dan navigator Jeff Judd membuat kesalahan dengan kehilangan regrouping sesuai waktu yang ditentukan. Akibatnya,dia tak diperkenankan mengikuti SS10,11,dan 12.
Alhasil, peringkatnya pun turun ke urutan keenam. “Inilah seninya reli.Tak melulu soal kecepatan,teknologi,dan skill, tapi juga pengendalian emosi serta pemahaman dan ketaatan terhadap peraturan yang sangat detail. Semua yang terjadi di sini jadi pelajaran sangat penting dan saya yakin akan bermanfaat di masa depan,baik pada saat lomba maupun di luarnya,”ujar Subhan. Secara keseluruhan,punggawa Bosowa Rally Team itu tak terlalu kecewa dengan hasil akhir ini.Apalagi,sebelumnya dia hanya berharap finis di posisi 5 besar.
Faktanya,dari 12 kontestan reguler PWRC, hanya tujuh yang mencapai finis yang membuktikan beratnya ajang ini.Tambahan delapan angka itu membuatnya mengoleksi 50 poin meski peringkatnya turun dari 3 besar menjadi 5 besar.
(wbs)