PSSI Jabar cueki manuver Toni Cs
Kamis, 30 Agustus 2012 - 04:27 WIB
PSSI Jabar cueki manuver Toni Cs
A
A
A
Sindonews.com - Pengprov PSSI Jawa Barat yang dipimpin Ketua Umum Bambang Sukowiyono bersikap tegas. Mereka memastikan tim sepak bola PON Jabar yang berada dalam pembinaan langsung pihaknya paling berhak mengirimkan tim sepak bola ke ajang PON XVIII.
Untuk meluruskan persoalan yang sebenarnya, Ketum Pengprov PSSI Jabar Bambang Sukowiyono menjelaskan bahwa tim PON Jabar saat ini diisi oleh para pelatih, pemain yang mengikuti babak penyisihan atau kualifikasi di Semarang, Jawa Tengah, 2011 lalu.
''Jadi, mereka yang berangkat ke Riau adalah tetap tim dulu dan bukan tim bentukan baru. Mereka atlet-atlet Jabar yang bertanding di babak kualifikasi untuk membela nama Jabar sampai akhirnya lolos ke PON,” jelas sosok yang akrab disapa Suko tersebut.
Suko menegaskan, tetap akan menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab tim sepak bola dan futsal Jabar hingga penyelenggaraan PON 2012, yang bakal digelar bulan September nanti sesuai dengan tugas yang telah dibebankan KONI Jabar.
“Kami sebagai pengurus yang bertanggung jawab dengan kemajuan sepak bola di Jabar akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan berupaya secara maksimal untuk mencapai target yang dibebankan KONI Jabar tanpa harus terganggu oleh persoalan yang terjadi di luar itu,” ujar Suko.
Menurut Suko, pihaknya hanya akan mematuhi peraturan dari federasi resmi yaitu PSSI yang berdasarkan Statuta AFC maupun FIFA. Terkait masalah surat BAORI yang mempersoalkan kepengurusan maupun tim sepak bola dan futsal PON Jabar kata Suko, pihaknya tidak akan terpengaruh.
Yang pasti, katanya, semua yang dijalankan Pengprov PSSI Jabar tidak melanggar aturan yang berlaku. “Kita mengacu kepada keputusan Komite Olimpiade Indonesia yang mengatakan, Badan Olahraga Indonesia (Baori) dianggap tidak lagi eksis, setelah Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengeluarkan keputusan No. 03/KI-KOI/IV/2010 tanggal 4 Juni 2010, dengan terbentuknya BAKI (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia),” jelas Suko.
Suko memaparkan, kutipan pernyataan resmi Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo (saat itu) pernah dirilis ke media massa sesaat setelah terbentuknya BAKI. 'Keberadaan BAKI ini kedepan merupakan satu-satunya badan arbitrase olahraga Indonesia.
Sedangkan keberadaan BAORI dianggap tidak ada. Karena itu kata Suko mengutip pernyataan Ketua KONI/KOI pada waktu itu, BAKI secara hukum ditetapkan sebagai lembaga tunggal arbitrase olahraga di tanah air.
Persiapan tim sepak bola dan futsal PON Jabar sebelumnya terusik dengan adanya statement Toni Aprilani yang bertolok ukur kepada putusan surat dari Baori. Padahal kapasitas Toni Aprilani sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PSSI Jabar setelah diberhentikan oleh PSSI Pusat secara permanen dari jabatannya sebagai Commite Executive (Exco).
Toni dipecat PSSI karena melanggar etika organisasi berdasarkan surat PSSI Pusat Nomor 179/UDN/103/2012 tanggal 12 Januari 2012 dan dilampirkan keputusan Komite Etik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Nomor 002/PTS/M-KE-PSSI/XII/2011 tertanggal 26 Desember 2011 perihal keputusan pemberhentian secara permanen, Toni Aprilani dari Exco.
Untuk meluruskan persoalan yang sebenarnya, Ketum Pengprov PSSI Jabar Bambang Sukowiyono menjelaskan bahwa tim PON Jabar saat ini diisi oleh para pelatih, pemain yang mengikuti babak penyisihan atau kualifikasi di Semarang, Jawa Tengah, 2011 lalu.
''Jadi, mereka yang berangkat ke Riau adalah tetap tim dulu dan bukan tim bentukan baru. Mereka atlet-atlet Jabar yang bertanding di babak kualifikasi untuk membela nama Jabar sampai akhirnya lolos ke PON,” jelas sosok yang akrab disapa Suko tersebut.
Suko menegaskan, tetap akan menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab tim sepak bola dan futsal Jabar hingga penyelenggaraan PON 2012, yang bakal digelar bulan September nanti sesuai dengan tugas yang telah dibebankan KONI Jabar.
“Kami sebagai pengurus yang bertanggung jawab dengan kemajuan sepak bola di Jabar akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan berupaya secara maksimal untuk mencapai target yang dibebankan KONI Jabar tanpa harus terganggu oleh persoalan yang terjadi di luar itu,” ujar Suko.
Menurut Suko, pihaknya hanya akan mematuhi peraturan dari federasi resmi yaitu PSSI yang berdasarkan Statuta AFC maupun FIFA. Terkait masalah surat BAORI yang mempersoalkan kepengurusan maupun tim sepak bola dan futsal PON Jabar kata Suko, pihaknya tidak akan terpengaruh.
Yang pasti, katanya, semua yang dijalankan Pengprov PSSI Jabar tidak melanggar aturan yang berlaku. “Kita mengacu kepada keputusan Komite Olimpiade Indonesia yang mengatakan, Badan Olahraga Indonesia (Baori) dianggap tidak lagi eksis, setelah Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengeluarkan keputusan No. 03/KI-KOI/IV/2010 tanggal 4 Juni 2010, dengan terbentuknya BAKI (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia),” jelas Suko.
Suko memaparkan, kutipan pernyataan resmi Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo (saat itu) pernah dirilis ke media massa sesaat setelah terbentuknya BAKI. 'Keberadaan BAKI ini kedepan merupakan satu-satunya badan arbitrase olahraga Indonesia.
Sedangkan keberadaan BAORI dianggap tidak ada. Karena itu kata Suko mengutip pernyataan Ketua KONI/KOI pada waktu itu, BAKI secara hukum ditetapkan sebagai lembaga tunggal arbitrase olahraga di tanah air.
Persiapan tim sepak bola dan futsal PON Jabar sebelumnya terusik dengan adanya statement Toni Aprilani yang bertolok ukur kepada putusan surat dari Baori. Padahal kapasitas Toni Aprilani sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PSSI Jabar setelah diberhentikan oleh PSSI Pusat secara permanen dari jabatannya sebagai Commite Executive (Exco).
Toni dipecat PSSI karena melanggar etika organisasi berdasarkan surat PSSI Pusat Nomor 179/UDN/103/2012 tanggal 12 Januari 2012 dan dilampirkan keputusan Komite Etik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Nomor 002/PTS/M-KE-PSSI/XII/2011 tertanggal 26 Desember 2011 perihal keputusan pemberhentian secara permanen, Toni Aprilani dari Exco.
(aww)