Conte minta hukumannya dikurangi
Kamis, 30 Agustus 2012 - 17:40 WIB
Conte minta hukumannya dikurangi
A
A
A
Sindonews.com - Juventus secara resmi telah mengajukan proposal kepada Komite Olimpiade Italia (CONI) untuk mengurangi masa hukuman 10 bulan yang dijatuhkan kepada pelatih mereka yaitu Antonio Conte terkait dengan kasus pengaturan skor. Hukuman tersebut dinilai kubu tim berjuluk Si Nyonya Tua terlalu berat apalagi musim baru 2012/2013 baru saja dimulai
Seperti dilansir Soccerway, Kamis (30/8/2012) kubu Turin melalui pengacaranya mengajukan laporan setebal 70 halaman, 10 dokumen tambahan, catatan medis, serta beberapa rekaman wawancara pada pihak CONI. Dengan banding ini, Conte berharap masa skorsingnya berkurang menjadi empat bulan.
Pengurangan hukuman ini dilakukan pihak Juve agar Conte bisa melatih Pirlo dkk setidaknya pada paruh kedua musim ini. Sebelumnya Conte juga pernah mengajukan banding ke pengadilan olahraga Italia namun ditolak, hal itu membuat ia mengecam sistem peradilan dan Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Usaha Conte ini bukanlah tanpa alasan. Saat dinyatakan bersalah pertama kali, Conte dianggap tidak melaporkan kecurangan dalam dua laga. Namun, saat jumlah laga berkurang menjadi satu, masa sang pelatih masih mendapat masa skorsing 10 bulan.
Sebagai informasi, keterlibatan sang pelatih terjadi bukan saat melatih Juventus melainkan saat ia mengarsiteki Siena pada kompetisi Serie-B. Lantaran kasus pengaturan pertandingan yang dikenal dengan sebutan Scommessopoli itu, mantan penggawa Siena, Emanuele Pesoli juga dijatuhi skorsing tiga tahun.
Seperti dilansir Soccerway, Kamis (30/8/2012) kubu Turin melalui pengacaranya mengajukan laporan setebal 70 halaman, 10 dokumen tambahan, catatan medis, serta beberapa rekaman wawancara pada pihak CONI. Dengan banding ini, Conte berharap masa skorsingnya berkurang menjadi empat bulan.
Pengurangan hukuman ini dilakukan pihak Juve agar Conte bisa melatih Pirlo dkk setidaknya pada paruh kedua musim ini. Sebelumnya Conte juga pernah mengajukan banding ke pengadilan olahraga Italia namun ditolak, hal itu membuat ia mengecam sistem peradilan dan Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Usaha Conte ini bukanlah tanpa alasan. Saat dinyatakan bersalah pertama kali, Conte dianggap tidak melaporkan kecurangan dalam dua laga. Namun, saat jumlah laga berkurang menjadi satu, masa sang pelatih masih mendapat masa skorsing 10 bulan.
Sebagai informasi, keterlibatan sang pelatih terjadi bukan saat melatih Juventus melainkan saat ia mengarsiteki Siena pada kompetisi Serie-B. Lantaran kasus pengaturan pertandingan yang dikenal dengan sebutan Scommessopoli itu, mantan penggawa Siena, Emanuele Pesoli juga dijatuhi skorsing tiga tahun.
(akr)