Kontribusi tak dihargai, Bizarro patah hati
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:17 WIB
Kontribusi tak dihargai, Bizarro patah hati
A
A
A
Sindonews.com - Palang pintu Persiba Bantul asal Brazil, Eduardo Bizarro meradang. Tandem Wahyu Tanto itu patah hati lantaran kontribusi besarnya untuk Laskar Sultan Agung, julukan Persiba selama bermain di Kompetisi IPL, tak dihargai.
Kekecewaan Bizarro mengemuka setelah eks Flamengo Junior berawal dari pemberitaan sebuah media online. Dalam berita itu disebutkan, Pelatih Persiba Sajuri Syahid tidak akan merekomendasikannya karena kecewa dengan kinerja Bizarro.
Bizarro yang tengah berada di Negeri Samba, rupanya tak terima dengan pemberitaan itu.
"Terus terang saya kecewa membaca berita itu. Apa kurang kontribusi saya untuk Persiba?" tanya Bizarro, Jumat (31/8/2012).
Dia menilai, pernyataan Sajuri cukup merugikan dirinym bahkan pernyataan itu dianggap bisa menghancurkan karier sepakbola pemain bernomor punggung 4 tersebut. Dia juga menuding Sajuri tidak gentle dengan berstatemen negatif kepada media.
"Kenapa dia tidak bicara langsung saat kompetisi masih berjalan. Malah berkoar negatif tentang saya di media di saat kompetisi berakhir dan saya sudah kembali ke Brazil. Ini bisa merusak pasaran saya," kecamnya.
Bizarro sendiri mengaku tak ingin memperpanjang masalah itu. Namun dia memastikan tidak akan kembali ke Bantul selama jawara Divisi Utama 2010/11 ini masih dikendalikan Sajuri. "Jika tidak suka bilang langsung. Saya tidak akan kembali, masih ada klub lain yang siap menampung saya," tegasnya.
Kontribusi Bizarro untuk Laskar Sultan Agung tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski berposisi sebagai stopper, nyatanya Bizarro mampu menyumbangkan empat gol dan menjadikannya pencetak gol tersubur kedua Persiba. Golnya hanya terpaut dua saja dari Ugiek Sugiyanto.
Dibanding torehan striker lain semacam Cornelis Kaimu yang jadi tandem Ugiek, atau gelandang serang macam Busari, Slamet Nurcahyo dan Ezequiel Gonzales, Bizarro jauh lebih produktif. Posisinya di sektor pertahanan tak tergantikan pemain lain.
Sajuri sendiri menilai kekecewaan Bizarro berlebihan. Menurut dia, statemennya didasarkan atas fakta selama satu musim kompetisi bergulir. "Nyataannya dia juga sering absen, saat latihan atau pertandingan penting. Apa itu harus ditutupi ?" kilahnya.
Kekecewaan Bizarro mengemuka setelah eks Flamengo Junior berawal dari pemberitaan sebuah media online. Dalam berita itu disebutkan, Pelatih Persiba Sajuri Syahid tidak akan merekomendasikannya karena kecewa dengan kinerja Bizarro.
Bizarro yang tengah berada di Negeri Samba, rupanya tak terima dengan pemberitaan itu.
"Terus terang saya kecewa membaca berita itu. Apa kurang kontribusi saya untuk Persiba?" tanya Bizarro, Jumat (31/8/2012).
Dia menilai, pernyataan Sajuri cukup merugikan dirinym bahkan pernyataan itu dianggap bisa menghancurkan karier sepakbola pemain bernomor punggung 4 tersebut. Dia juga menuding Sajuri tidak gentle dengan berstatemen negatif kepada media.
"Kenapa dia tidak bicara langsung saat kompetisi masih berjalan. Malah berkoar negatif tentang saya di media di saat kompetisi berakhir dan saya sudah kembali ke Brazil. Ini bisa merusak pasaran saya," kecamnya.
Bizarro sendiri mengaku tak ingin memperpanjang masalah itu. Namun dia memastikan tidak akan kembali ke Bantul selama jawara Divisi Utama 2010/11 ini masih dikendalikan Sajuri. "Jika tidak suka bilang langsung. Saya tidak akan kembali, masih ada klub lain yang siap menampung saya," tegasnya.
Kontribusi Bizarro untuk Laskar Sultan Agung tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski berposisi sebagai stopper, nyatanya Bizarro mampu menyumbangkan empat gol dan menjadikannya pencetak gol tersubur kedua Persiba. Golnya hanya terpaut dua saja dari Ugiek Sugiyanto.
Dibanding torehan striker lain semacam Cornelis Kaimu yang jadi tandem Ugiek, atau gelandang serang macam Busari, Slamet Nurcahyo dan Ezequiel Gonzales, Bizarro jauh lebih produktif. Posisinya di sektor pertahanan tak tergantikan pemain lain.
Sajuri sendiri menilai kekecewaan Bizarro berlebihan. Menurut dia, statemennya didasarkan atas fakta selama satu musim kompetisi bergulir. "Nyataannya dia juga sering absen, saat latihan atau pertandingan penting. Apa itu harus ditutupi ?" kilahnya.
(wbs)