Stramaccioni hutang budi kepada Roma
Minggu, 02 September 2012 - 23:40 WIB
Stramaccioni hutang budi kepada Roma
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni menegaskan tak ada sedikitpun aroma balas dendam saat Inter Milan menjamu AS Roma pada laga lanjutan Serie A dini hari nanti. Hal ini pasalnya Stramaccioni pernah menjadi salah satu pelatih tim muda Roma sebelum pindah ke Inter.
Meski begitu Ia mengatakan tidak akan berada pada posisinya saat ini di Inter Milan tanpa pengalaman yang didapatkannya selama ia berada di AS Roma. Oleh karena itu ia menegaskan tidak akan membalaskan apapun kepada Roma.
"Saya tidak ingin membalas dendam apapun di Roma, saya menjadi pelatih Inter berkat enam tahun saya berada di Roma. Saya memulai karir saya sebagai seorang pelatih di skuad muda Roma. Jadi saya tidak berpikir untuk melakukan balas dendam kepada mereka," ucap Stramaccioni seperti dilansir Soccerway, Minggu (2/9/2012).
"Saya sangat sedih ketika pergi, tapi itu normal. Kemudian bagian lain dari karir saya dimulai dan klub dan kota ini menyambut saya dengan baik. Saya tidak akan berbicara tentang balas dendam, tetapi tentu saja keinginan untuk menang akan tinggi, dan bukan karena kita menghadapi Roma, tetapi karena kami Inter dan kami ingin kemenangan," terangnya.
Tak hanya Stramaccioni yang memiliki memori tentang Roma, pemain Inter Antonio Cassano yang baru direkrut dari Milan juga memiliki kenangan tersendiri kepada tim berjuluk Il Lupo tersebut. Bagaimana tidak Cassano pernah berkostum "I Giallorossi" setelah pindah dari AS Bari pada 2001.
Cassano juga saat itu berhasil membukukan transfer senilai 30 juta euro (sekitar Rp 600 miliar). Sehingga membuatnya tercatat sebagai pemain muda termahal di sepakbola Italia.
Meski begitu Ia mengatakan tidak akan berada pada posisinya saat ini di Inter Milan tanpa pengalaman yang didapatkannya selama ia berada di AS Roma. Oleh karena itu ia menegaskan tidak akan membalaskan apapun kepada Roma.
"Saya tidak ingin membalas dendam apapun di Roma, saya menjadi pelatih Inter berkat enam tahun saya berada di Roma. Saya memulai karir saya sebagai seorang pelatih di skuad muda Roma. Jadi saya tidak berpikir untuk melakukan balas dendam kepada mereka," ucap Stramaccioni seperti dilansir Soccerway, Minggu (2/9/2012).
"Saya sangat sedih ketika pergi, tapi itu normal. Kemudian bagian lain dari karir saya dimulai dan klub dan kota ini menyambut saya dengan baik. Saya tidak akan berbicara tentang balas dendam, tetapi tentu saja keinginan untuk menang akan tinggi, dan bukan karena kita menghadapi Roma, tetapi karena kami Inter dan kami ingin kemenangan," terangnya.
Tak hanya Stramaccioni yang memiliki memori tentang Roma, pemain Inter Antonio Cassano yang baru direkrut dari Milan juga memiliki kenangan tersendiri kepada tim berjuluk Il Lupo tersebut. Bagaimana tidak Cassano pernah berkostum "I Giallorossi" setelah pindah dari AS Bari pada 2001.
Cassano juga saat itu berhasil membukukan transfer senilai 30 juta euro (sekitar Rp 600 miliar). Sehingga membuatnya tercatat sebagai pemain muda termahal di sepakbola Italia.
(akr)