Hamilton pesimis taklukkan sirkuit Monza
Rabu, 05 September 2012 - 17:32 WIB
Hamilton pesimis taklukkan sirkuit Monza
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap Mclaren, Lewis Hamilton mengatakan bertekad untuk bangkit pada Grand Prix Italia, di sirkuit Monza setelah pada balapan sebelumnya ia tidak mampu menyelesaikan balapan hingga akhir dikarenakan terlibat insiden tabrakan. Meski menurutnya hal tersebut akan sulit mengingat karakteristik sirkuit Monza namun ia tetap optimis.
"Saya tidak pernah menang di Monza sebelumnya, tapi saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk meraih kemenangan pada akhir pekan ini," ungkap pembalap berusia 27 tahun ini seperti dilansir Crash, Rabu (5/9/2012).
"Sirkuit Spa salah satu akhir pekan terbaik kami, sedangkan untuk Monza kami belum tahu karena karakteristiknya yang unik dan kerap memberikan saya kekecewaan. Terpenting adalah saya harus membalap secepat mungkin pada akhir pekan ini," sambungnya.
Sirkuit Monza merupakan salah satu ikon kejuaraan dunia. Sejak dibangun pada tahun 1922, sirkuit tersebut telah mengalami perubahan dan perpaduan dengan bentuknya yang lama dan baru. Sirkuit tersebut sebenarnya memiliki karakter cepat dimana para pembalap bisa memacu mobil mereka hingga 200 mph. Maka dengan kecepatan seperti itu memaksa tim untuk menggunakan konfigurasi sayap rendah untuk membuah mobil lebih stabil saat melakukan pengereman.
"Putaran pertama saya merasa luar biasa, karena kami belum memiliki kendala. Rasanya seperti Anda ingin terus memacu mobil dan kemudian Anda menekan rem dan mobil seperti terasa tak stabil. Hal ini saya rasa karena sayap kami sehingga tidak bisa menjaga mobil. Tapi ini akan membuat semuanya menjadi menarik," terangnya.
"Saya tidak pernah menang di Monza sebelumnya, tapi saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk meraih kemenangan pada akhir pekan ini," ungkap pembalap berusia 27 tahun ini seperti dilansir Crash, Rabu (5/9/2012).
"Sirkuit Spa salah satu akhir pekan terbaik kami, sedangkan untuk Monza kami belum tahu karena karakteristiknya yang unik dan kerap memberikan saya kekecewaan. Terpenting adalah saya harus membalap secepat mungkin pada akhir pekan ini," sambungnya.
Sirkuit Monza merupakan salah satu ikon kejuaraan dunia. Sejak dibangun pada tahun 1922, sirkuit tersebut telah mengalami perubahan dan perpaduan dengan bentuknya yang lama dan baru. Sirkuit tersebut sebenarnya memiliki karakter cepat dimana para pembalap bisa memacu mobil mereka hingga 200 mph. Maka dengan kecepatan seperti itu memaksa tim untuk menggunakan konfigurasi sayap rendah untuk membuah mobil lebih stabil saat melakukan pengereman.
"Putaran pertama saya merasa luar biasa, karena kami belum memiliki kendala. Rasanya seperti Anda ingin terus memacu mobil dan kemudian Anda menekan rem dan mobil seperti terasa tak stabil. Hal ini saya rasa karena sayap kami sehingga tidak bisa menjaga mobil. Tapi ini akan membuat semuanya menjadi menarik," terangnya.
(akr)