Timnas bikin konsolidasi JC panas
Sabtu, 08 September 2012 - 06:05 WIB
Timnas bikin konsolidasi JC panas
A
A
A
Sindonews.com - Karena tidak ada dalam MoU, PSSI menegaskan jika masalah dualisme tim nasional (timnas) Indonesia, tidak akan dibahas dalam rapat Joint Committee (JC). Penegasan tersebut kembali memanaskan rencana pertemuan kedua JC, yang rencananya digelar antara 19 atau 20 September.
Plt Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, menyatakan tidak ada pembahasan soal masalah timnas dalam rapat JC. Bagi pria yang melanjutkan tugas Tri Goestoro sebagai Sekjen PSSI, timnas hanya bisa diurusi oleh kepengurusan PSSI yang sah di bawah kendali Djohar Arifin Husin.
’’Timnas hanya ada satu dan ada di bawah kepengurusan yang legal. Kalau ada yang lain, itu sama sekali tidak perlu dibicarakan. Hal ini juga berlaku di tingkat Joint Committee, soal timnas kan tidak ada tertuang dalam MoU,”ungkap Hadiyandra.
Hadiyandra yang sebelumnya menjabat sebagai Deputy Sekjen Bidang Organisasi berjanji siap bersikap tegas dalam menjalankan tugasnya sebagai Plt Sekjen. Dan salah satu hal yang akan dilakukannya adalah, dengan mengancam akan melaporkan kepada AFC jika ada usaha untuk mengganggu kerja tim JC.
’’Saat ini kami hanya fokus pada kerja tim Joint Committee. Dan jika ada hal-hal yang mengancam MoU atau kerja Joint Committee sendiri, kami akan laporkan usaha tersebut kepada AFC,” jelas Hadiyandra.
Sementara itu, Togar Manahan Nero, salah satu anggota JC dari pihak Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) menegaskan, masalah timnas memang sudah seharusnya dibahas oleh JC. Menurut Togar, masalah timnas ada dalam Association Matters (Masalah-masalah Asosiasi).
Togar pun menjelaskan, jika pihak PSSI telah membuat suatu usaha untuk menghilangkan hal tersebut. Adapun salah satu usaha PSSI untuk menghilangkan Association Matters adalah, dengan mengacaukan jadwal pertemuan JC.
“Dalam isi MoU ada yang namanya Association Matters. Dan di sana adalah tercantum jika timnas juga jadi pembahasan JC. Selama ini, PSSI coba mengacaukan jadwal pertemuan JC, agar bisa terus menjalankan timnas bentukannya sendiri. Kami tentu tidak mau ditipu, makanya kami juga buat
timnas,” terang Togar.
Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan, jika masalah timnas tidak dibahas dalam rapat JC maka ada pelanggaran dalam MoU yang sudah disepakati sebelumnya. Dan lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika adanya Association Matters juga disepakati oleh AFC.
’’Jika tidak dibahas masalah timnas oleh tim JC, itu sama saja sebagai pelanggaran MoU. Mereka seolah meniadakan Association Matters, dan itu satu pelanggaran yang sudah jelas-jelas dilakukan pihak Djohar (PSSI),” tandasnya.
Plt Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, menyatakan tidak ada pembahasan soal masalah timnas dalam rapat JC. Bagi pria yang melanjutkan tugas Tri Goestoro sebagai Sekjen PSSI, timnas hanya bisa diurusi oleh kepengurusan PSSI yang sah di bawah kendali Djohar Arifin Husin.
’’Timnas hanya ada satu dan ada di bawah kepengurusan yang legal. Kalau ada yang lain, itu sama sekali tidak perlu dibicarakan. Hal ini juga berlaku di tingkat Joint Committee, soal timnas kan tidak ada tertuang dalam MoU,”ungkap Hadiyandra.
Hadiyandra yang sebelumnya menjabat sebagai Deputy Sekjen Bidang Organisasi berjanji siap bersikap tegas dalam menjalankan tugasnya sebagai Plt Sekjen. Dan salah satu hal yang akan dilakukannya adalah, dengan mengancam akan melaporkan kepada AFC jika ada usaha untuk mengganggu kerja tim JC.
’’Saat ini kami hanya fokus pada kerja tim Joint Committee. Dan jika ada hal-hal yang mengancam MoU atau kerja Joint Committee sendiri, kami akan laporkan usaha tersebut kepada AFC,” jelas Hadiyandra.
Sementara itu, Togar Manahan Nero, salah satu anggota JC dari pihak Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) menegaskan, masalah timnas memang sudah seharusnya dibahas oleh JC. Menurut Togar, masalah timnas ada dalam Association Matters (Masalah-masalah Asosiasi).
Togar pun menjelaskan, jika pihak PSSI telah membuat suatu usaha untuk menghilangkan hal tersebut. Adapun salah satu usaha PSSI untuk menghilangkan Association Matters adalah, dengan mengacaukan jadwal pertemuan JC.
“Dalam isi MoU ada yang namanya Association Matters. Dan di sana adalah tercantum jika timnas juga jadi pembahasan JC. Selama ini, PSSI coba mengacaukan jadwal pertemuan JC, agar bisa terus menjalankan timnas bentukannya sendiri. Kami tentu tidak mau ditipu, makanya kami juga buat
timnas,” terang Togar.
Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan, jika masalah timnas tidak dibahas dalam rapat JC maka ada pelanggaran dalam MoU yang sudah disepakati sebelumnya. Dan lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika adanya Association Matters juga disepakati oleh AFC.
’’Jika tidak dibahas masalah timnas oleh tim JC, itu sama saja sebagai pelanggaran MoU. Mereka seolah meniadakan Association Matters, dan itu satu pelanggaran yang sudah jelas-jelas dilakukan pihak Djohar (PSSI),” tandasnya.
(aww)