Gelora Rosada mangga nyanggakeun kumaha dewan
Sabtu, 08 September 2012 - 16:12 WIB
Gelora Rosada mangga nyanggakeun kumaha dewan
A
A
A
Sindonews.com -- Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Kadisorda) Ebet Hidayat enggan mengomentari penamaan Gelora Rosada pada Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage yang sempat menuai kontroversi dari berbagai pihak.
Meski pihaknya yang bertanggungjawab akan teknis peresmiannya nanti, Ebet mengaku tidak akan ikut campur soal penamaan. "Sebagai aparatur dinas saya hanya akan jadi koordinator teknis peresmian, untuk nama saya hanya bisa katakan 'mangga nyanggakeun kumaha Dewan' (silakan saja gimana dewan)," kata Ebet, Sabtu (8/9/2012).
Diketahui SUS Gedebage yang sedang dibangun oleh dana APBD Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar itu akan diresmikan Desember 2012 mendatang. Gedung olahraga terpadu itu diusulkan oleh DPRD Kota Bandung memakai nama belakang walikota yakni Dada Rosada.
"Kalau bagi saya tidak ada masalah mau dinamai apa itu kan aspirasi masyarakat. Usulan itu dimunculkan bukan dari Pemkot dan Pak Dada sendiri, tapi dari Dewan," ujarnya. Ebet pun mengaku tidak terpengaruh dengan protes yang muncul dari warga, kalangan budayawan, dan pengamat politik.
"Saya tidak bisa menanggapi protes atau apa, ini kan belum final baru saja ada aspirasi masuk ke Dewan. Lebih jelasnya juga Dewan yang bilang seluruh masyarakat mendukung, saya itu bagaimana nanti perintah dinas," ucapnya.
Dirinya pribadi mengakui tidak punya nama untuk sasana olah raga yang disebut-sebut akan menyaingi Gelora Bung Karno tersebut. "Pokoknya bagaimana Dewan menggodoknya, nanti saya yang resmikan," tutup Ebet.
Meski pihaknya yang bertanggungjawab akan teknis peresmiannya nanti, Ebet mengaku tidak akan ikut campur soal penamaan. "Sebagai aparatur dinas saya hanya akan jadi koordinator teknis peresmian, untuk nama saya hanya bisa katakan 'mangga nyanggakeun kumaha Dewan' (silakan saja gimana dewan)," kata Ebet, Sabtu (8/9/2012).
Diketahui SUS Gedebage yang sedang dibangun oleh dana APBD Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar itu akan diresmikan Desember 2012 mendatang. Gedung olahraga terpadu itu diusulkan oleh DPRD Kota Bandung memakai nama belakang walikota yakni Dada Rosada.
"Kalau bagi saya tidak ada masalah mau dinamai apa itu kan aspirasi masyarakat. Usulan itu dimunculkan bukan dari Pemkot dan Pak Dada sendiri, tapi dari Dewan," ujarnya. Ebet pun mengaku tidak terpengaruh dengan protes yang muncul dari warga, kalangan budayawan, dan pengamat politik.
"Saya tidak bisa menanggapi protes atau apa, ini kan belum final baru saja ada aspirasi masuk ke Dewan. Lebih jelasnya juga Dewan yang bilang seluruh masyarakat mendukung, saya itu bagaimana nanti perintah dinas," ucapnya.
Dirinya pribadi mengakui tidak punya nama untuk sasana olah raga yang disebut-sebut akan menyaingi Gelora Bung Karno tersebut. "Pokoknya bagaimana Dewan menggodoknya, nanti saya yang resmikan," tutup Ebet.
(wbs)