Benitez kecewa tak dilirik Liverpool
Senin, 10 September 2012 - 15:22 WIB
Benitez kecewa tak dilirik Liverpool
A
A
A
Sindonews.com - Rafael Benitez mengaku terkejut dengan keputusan manajemen klub Liverpool tidak menawari dirinya untuk kembali menungkangi manyan klub tersebut. Pelatih asal Spanyol itu menilai masih memiliki kapasitas mumpuni membawa The Reds kembali berada di jajaran klub top Eropa.
Pelatih berusia 53 tahun itu, sebelumnya pernah menyumbangkan berbagai gelar bergengsi bersama klub asal Merseyside tersebut. Dalam kurun waktu enam tahun dari 2004 hingga 2010 ia sukses meraih empat trofi diantaranya, Piala FA Cup, Piala Community Shield, Piala Liga Champions, dan Piala Super Eropa.
"Itu merupakan sesuatu yang aneh saya tidak mendapat tawaran dari Liverpool. Kami tahu kondisi klub, para pemain, akademi dan kami memiliki pengalaman bahkan lebih sekarang ini. para fans Liverpool juga menyambut baik ide ini,”kata Benitez dikutip Irish Independent, Senin (10/9/2012).
Benitez sendiri harus meninggalkan jabatan dari Liverpool musim 2010 karena gagal mengangkat performa klub setelah mengakhiri musim terdampar di urutan ketujuh dan kehilangan tiket berlaag di Liga Champions.
Kami memainkan pertandingan penting, dan itu terkadang terlihat normal dan juga terlihat tidak. Orang-orang berbicara tentang ‘masa lalu’, tapi beberapa tahun ke lalu semenjak saya sebagai pelatih Liverpool FC merupakan (klub) No.1 di Eropa,” tandasnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu, sebelumnya pernah menyumbangkan berbagai gelar bergengsi bersama klub asal Merseyside tersebut. Dalam kurun waktu enam tahun dari 2004 hingga 2010 ia sukses meraih empat trofi diantaranya, Piala FA Cup, Piala Community Shield, Piala Liga Champions, dan Piala Super Eropa.
"Itu merupakan sesuatu yang aneh saya tidak mendapat tawaran dari Liverpool. Kami tahu kondisi klub, para pemain, akademi dan kami memiliki pengalaman bahkan lebih sekarang ini. para fans Liverpool juga menyambut baik ide ini,”kata Benitez dikutip Irish Independent, Senin (10/9/2012).
Benitez sendiri harus meninggalkan jabatan dari Liverpool musim 2010 karena gagal mengangkat performa klub setelah mengakhiri musim terdampar di urutan ketujuh dan kehilangan tiket berlaag di Liga Champions.
Kami memainkan pertandingan penting, dan itu terkadang terlihat normal dan juga terlihat tidak. Orang-orang berbicara tentang ‘masa lalu’, tapi beberapa tahun ke lalu semenjak saya sebagai pelatih Liverpool FC merupakan (klub) No.1 di Eropa,” tandasnya.
(aww)