Whitmarsh belum miliki rencana B
Selasa, 11 September 2012 - 17:40 WIB
Whitmarsh belum miliki rencana B
A
A
A
Sindonews.com - CEO tim McLaren, Martin Whitmarsh berharap Lewis Hamilton tetap bertahan meski pembicaraan mengenai masa depannya masih terus dilakukan dan belum mencapai kesepakatan. Whitmarsh mengaku masih berupaya untuk mengamankan pembalap andalannya untuk tetap bertahan dan dirinya hingga saat ini belum memiliki rencana B.
"Kami berharap Hamilton untuk tetap bertahan di McLaren dan bersama dia saya memiliki sejumlah tujuan. Tujuannya adalah membuat mobil lebih cepat dan lebih baik. Karena itu, saya ingin seluruh tim bekerja keras untuk memperbaiki semua ini agar tidak terjadi kesalahan. Sehingga pembalap yang mengendarainya akan merasa nyaman," jelas Whitmarsh seperti dilansir Daily Mail, Selasa (11/9/2012).
"Mengenai masa depan Hamilton, sungguh menguras energi saya dan saya belum memiliki rencana B, jika ada hal-hal yang kurang menyenangkan bagi McLaren," sambungnya.
Whitmarsh menambahkan bagaimanapun dirinya bertekad untuk duduk bersama melakukan pembicaraan dengan Simon Fuller sebelum balapan berikutnya yang akan berlangsung di Singapura dua minggu lagi.
Lebih lanjut, saat ini Whitmarsh merasa mendapatkan tekanan yang besar dari sejumlah pihak mengenai masalah Hamilton dimana banyak pengamat yang mengatakan apakah bisa McLaren menjadi tim yang besar dan disegani tanpa Hamilton, meskipun bakat dari rekan setimnya Jenson Button sudah mulai terlihat.
"Kami berurusan dengan perusahaan manajemen dan tidak dengan driver. Karena itu, saya yakin pembicaraan sangat menyita waktu, tapi saya berharap dapat selesai sebelum balapan di Singapura," ungkapnya.
"Ada sejumlah tekanan pada bahu saya saat ini. Tapi, berbagai macam spekulasi mengenai Hamilton tersebut telah membuat adrenalin saya meningkat dan ini sangat menyenangkan," tandasnya.
"Kami berharap Hamilton untuk tetap bertahan di McLaren dan bersama dia saya memiliki sejumlah tujuan. Tujuannya adalah membuat mobil lebih cepat dan lebih baik. Karena itu, saya ingin seluruh tim bekerja keras untuk memperbaiki semua ini agar tidak terjadi kesalahan. Sehingga pembalap yang mengendarainya akan merasa nyaman," jelas Whitmarsh seperti dilansir Daily Mail, Selasa (11/9/2012).
"Mengenai masa depan Hamilton, sungguh menguras energi saya dan saya belum memiliki rencana B, jika ada hal-hal yang kurang menyenangkan bagi McLaren," sambungnya.
Whitmarsh menambahkan bagaimanapun dirinya bertekad untuk duduk bersama melakukan pembicaraan dengan Simon Fuller sebelum balapan berikutnya yang akan berlangsung di Singapura dua minggu lagi.
Lebih lanjut, saat ini Whitmarsh merasa mendapatkan tekanan yang besar dari sejumlah pihak mengenai masalah Hamilton dimana banyak pengamat yang mengatakan apakah bisa McLaren menjadi tim yang besar dan disegani tanpa Hamilton, meskipun bakat dari rekan setimnya Jenson Button sudah mulai terlihat.
"Kami berurusan dengan perusahaan manajemen dan tidak dengan driver. Karena itu, saya yakin pembicaraan sangat menyita waktu, tapi saya berharap dapat selesai sebelum balapan di Singapura," ungkapnya.
"Ada sejumlah tekanan pada bahu saya saat ini. Tapi, berbagai macam spekulasi mengenai Hamilton tersebut telah membuat adrenalin saya meningkat dan ini sangat menyenangkan," tandasnya.
(aww)