UEFA selidiki 23 tim terkait keuangan klub
Selasa, 11 September 2012 - 21:04 WIB
UEFA selidiki 23 tim terkait keuangan klub
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) sedang menyelidiki 23 klub terkait pelanggaran yang dilakukan mengenai masalah fair play keuangan di musim panas 2012/2013.
Tim seperti Atletico Madrid, Malaga, Fenerbahce dan Sporting Lisbon masih dalam penyelidikan UEFA hingga 30 September 2012 mendatang dan ketiga klub tersebut harus memberikan keterangan kepada UEFA terkait masalah hutang serta pembayaran masalah gaji pemain.
FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini dimana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Jika klub tersebut tidak mematuhi aturan maka, tim yang sudah menjadi target UEFA akan dilarang untuk tampil di Liga Champions dan Liga Eropa.
"Aturan-aturan tersebut telah disetujui oleh semua klub, politisi, hakim, dan Uni Eropa. Tidak ada yang akan berubah," katanya seperti dilansir Soccerway, Selasa (11/9/2012).
"FFP adalah aturan keras bagi tim mana pun, terlepas dari apakah kami sedang berbicara tentang PSG, Juventus, atau tim lainnya. Saya telah berbicara dengan direktur semua klub. Mereka semua telah menekankan dimana mereka akan mengikuti aturan baru," sambungnya.
"Ketika sejumlah klub memiliki anggaran yang cukup besar, maka Financial Fair Play tidak menyulitkan klub untuk membeli pemain," tandasnya.
Berikut adalah 23 klub yang sedang dalam penyelidikan UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), Sarajevo (Bosnia), Zeljeznicar (Bosnia), CSKA Sofia (Bulgaria), Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Atletico Madrid (Spanyol), Malaga (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Dinamo Bucharest (Rumania), Rapid Bucharest (Rumania), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Partizan Belgrade (Serbia), Vojvodina (Serbia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki).
Tim seperti Atletico Madrid, Malaga, Fenerbahce dan Sporting Lisbon masih dalam penyelidikan UEFA hingga 30 September 2012 mendatang dan ketiga klub tersebut harus memberikan keterangan kepada UEFA terkait masalah hutang serta pembayaran masalah gaji pemain.
FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini dimana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Jika klub tersebut tidak mematuhi aturan maka, tim yang sudah menjadi target UEFA akan dilarang untuk tampil di Liga Champions dan Liga Eropa.
"Aturan-aturan tersebut telah disetujui oleh semua klub, politisi, hakim, dan Uni Eropa. Tidak ada yang akan berubah," katanya seperti dilansir Soccerway, Selasa (11/9/2012).
"FFP adalah aturan keras bagi tim mana pun, terlepas dari apakah kami sedang berbicara tentang PSG, Juventus, atau tim lainnya. Saya telah berbicara dengan direktur semua klub. Mereka semua telah menekankan dimana mereka akan mengikuti aturan baru," sambungnya.
"Ketika sejumlah klub memiliki anggaran yang cukup besar, maka Financial Fair Play tidak menyulitkan klub untuk membeli pemain," tandasnya.
Berikut adalah 23 klub yang sedang dalam penyelidikan UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), Sarajevo (Bosnia), Zeljeznicar (Bosnia), CSKA Sofia (Bulgaria), Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Atletico Madrid (Spanyol), Malaga (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Dinamo Bucharest (Rumania), Rapid Bucharest (Rumania), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Partizan Belgrade (Serbia), Vojvodina (Serbia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki).
(akr)