Keuangan Persiba akan diaudit konsorsium
Selasa, 11 September 2012 - 22:22 WIB
Keuangan Persiba akan diaudit konsorsium
A
A
A
Sindonews.com - Kompetisi Indonesia Premier League (IPL) telah berakhir dan urusan gaji pun sudah selesai setelah disepakatinya rasionalisasi plus. Namun, urusan Persiba Bantul dengan Konsorsium Mitra Bola Indonesia (MBI) belum berakhir. Konsorsium bakal mengaudit jawara Divisi Utama 2010/2011 ini pada akhir bulan ini.
Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo mengungkapkan, audit keuangan ini dilakukan untuk melihat kesesuaian aliran dan dan beban yang dikeluarkan manajemen Laskar Sultan Agung, julukan Persiba. Konsorsium sendiri sudah mengirim surat pemberitahuan terkait rencana itu.
"Jadi yang diaudit konsorsium itu bukan hanya Persiba saja. Tapi semua klub IPL yang mendapat support dana dari konsorsium. Kami tidak mempersoalkan itu demi transparansi pengelolaan keuangan,” kata Wikan, Selasa (11/9/2012).
Menurut Wikan, audit oleh konsorsium cukup menguntungkan bagi tim kebanggaan Paserbumi. Sebab, audit itu secara tidak langsung membuat Persiba menghemat pengeluaran yang seharusnya digunakan membayar akuntan publik. Sebagai klub professional, Persiba tetap berkewajiban melaporkan hasil audit keuangan klub.
"Karena diaudit konsorsium, jadi kami tidak perlu repot mencari akuntan public lagi. Ini kan menguntungkan karena kami tidak harus mengeluarkan uang. Padahal awalnya kami berinisiatif melakukan audit secara mandiri. Karena disediakan konsorsium, kami manfaatkan itu saja," terangnya.
Rencana audit keuangan oleh konsorsium sempat dikhawatirkan hanya akal-akal. Audit dikhawatirkan hanya alasan untuk menjegal tim IPL yang berniat hijrah ke Indonesia Super League (ISL). Tapi manajemen Persiba menepis kekhawatiran itu.
“Audit keuangan itu tak ada sangkut pautnya dengan pemilihan kompetisi. Ini hanya upaya melakukan standardisasi kompetisi yang telah usai. Jadi tidak adalah upaya untuk mempersulit kami ke ISL," tegasnya.
Manajer Persiba, Briyanto AS mengatakan, Persiba dan konsorsium MBI tidak memiliki ikatan permanen. Sehingga, Persiba bebas menentukan akan berlabuh di kompetisi mana musim depan, tanpa intervensi konsorsium. "Kami tetap memilih yang paling profesional dan memiliki nilai jual,” ucap Briyanto.
Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo mengungkapkan, audit keuangan ini dilakukan untuk melihat kesesuaian aliran dan dan beban yang dikeluarkan manajemen Laskar Sultan Agung, julukan Persiba. Konsorsium sendiri sudah mengirim surat pemberitahuan terkait rencana itu.
"Jadi yang diaudit konsorsium itu bukan hanya Persiba saja. Tapi semua klub IPL yang mendapat support dana dari konsorsium. Kami tidak mempersoalkan itu demi transparansi pengelolaan keuangan,” kata Wikan, Selasa (11/9/2012).
Menurut Wikan, audit oleh konsorsium cukup menguntungkan bagi tim kebanggaan Paserbumi. Sebab, audit itu secara tidak langsung membuat Persiba menghemat pengeluaran yang seharusnya digunakan membayar akuntan publik. Sebagai klub professional, Persiba tetap berkewajiban melaporkan hasil audit keuangan klub.
"Karena diaudit konsorsium, jadi kami tidak perlu repot mencari akuntan public lagi. Ini kan menguntungkan karena kami tidak harus mengeluarkan uang. Padahal awalnya kami berinisiatif melakukan audit secara mandiri. Karena disediakan konsorsium, kami manfaatkan itu saja," terangnya.
Rencana audit keuangan oleh konsorsium sempat dikhawatirkan hanya akal-akal. Audit dikhawatirkan hanya alasan untuk menjegal tim IPL yang berniat hijrah ke Indonesia Super League (ISL). Tapi manajemen Persiba menepis kekhawatiran itu.
“Audit keuangan itu tak ada sangkut pautnya dengan pemilihan kompetisi. Ini hanya upaya melakukan standardisasi kompetisi yang telah usai. Jadi tidak adalah upaya untuk mempersulit kami ke ISL," tegasnya.
Manajer Persiba, Briyanto AS mengatakan, Persiba dan konsorsium MBI tidak memiliki ikatan permanen. Sehingga, Persiba bebas menentukan akan berlabuh di kompetisi mana musim depan, tanpa intervensi konsorsium. "Kami tetap memilih yang paling profesional dan memiliki nilai jual,” ucap Briyanto.
(akr)