Suap & skandal pengaturan skor Piala Dunia terungkap
Rabu, 12 September 2012 - 22:07 WIB
Suap & skandal pengaturan skor Piala Dunia terungkap
A
A
A
Sindonews.com - Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut kiper Ghana Richard Kingson. Ia mengaku nyaris menerima suap saat Piala Dunia 2006 di Jerman. Uang sogokan itu menurutnya mencapai USD300 ribu.
Mantan kiper Wigan Athletic itu mengatakan ia sempat didekati agen taruhan untuk memastikan negaranya kalah 2-0 dari Republik Ceko pada babak penyisihan.
Kingson mengaku ia sempat tergiur sebelum memutuskan untuk menolak suap tersebut. Pemain berusia 34 tahun itu mengatakan bahwa istrinyalah yang memperingatkannya untuk mengambil keputusan yang benar.
"Istriku bilang, 'Richard, aku mencintaimu bukan karena uangmu. Jangan tergoda tawaran ini karena kau akan kehilangan harga diri dan kredibilitasmu,'' ujarnya seperti yang dilansir outsidethematch Rabu (12/8/2012).
Beruntung, Kingson mendengarkan nasihat sang istri. Ghana menaklukkan Republik Ceko 2-0 dan melaju ke babak selanjutnya, meski langkahnya dihentikan oleh Brasil 3-0.
Sementara itu, mantan pakar keamanan FIFA Chris Eaton, mengindikasi adanya pengaturan pertandingan dan korupsi yang kembali marak di sepak bola Internasional. Bahkan dirinya mengklaim, salah satu pertandingan di Piala Dunia 2010 terindikasi adanya "main mata".
Menurut Eaton seperti dilansir Channel 4 News, pertandingan antara Nigeria vs Yunani di Grup B saat Piala Dunia 2010 menjadi salah satu pertandingan yang terindikasi terjadinya "pengaturan pertandingan".
Salah satu kejadian yang diselidiki oleh Eaton pada saat itu adalah dikartumerahkan-nya pemain Nigeria, Sani Kaita, oleh wasit karena menendang pemain Yunani secara sengaja.
Semenjak kejadian itu, Sani Kaita mengaku mendapat ancaman pembunuhan akibat kartu merah-nya tersebut. Para fans Nigeria menganggap, Kaita menjadi biang keladi kekalahan Nigeria atas Yunani 2-1.
Mantan kiper Wigan Athletic itu mengatakan ia sempat didekati agen taruhan untuk memastikan negaranya kalah 2-0 dari Republik Ceko pada babak penyisihan.
Kingson mengaku ia sempat tergiur sebelum memutuskan untuk menolak suap tersebut. Pemain berusia 34 tahun itu mengatakan bahwa istrinyalah yang memperingatkannya untuk mengambil keputusan yang benar.
"Istriku bilang, 'Richard, aku mencintaimu bukan karena uangmu. Jangan tergoda tawaran ini karena kau akan kehilangan harga diri dan kredibilitasmu,'' ujarnya seperti yang dilansir outsidethematch Rabu (12/8/2012).
Beruntung, Kingson mendengarkan nasihat sang istri. Ghana menaklukkan Republik Ceko 2-0 dan melaju ke babak selanjutnya, meski langkahnya dihentikan oleh Brasil 3-0.
Sementara itu, mantan pakar keamanan FIFA Chris Eaton, mengindikasi adanya pengaturan pertandingan dan korupsi yang kembali marak di sepak bola Internasional. Bahkan dirinya mengklaim, salah satu pertandingan di Piala Dunia 2010 terindikasi adanya "main mata".
Menurut Eaton seperti dilansir Channel 4 News, pertandingan antara Nigeria vs Yunani di Grup B saat Piala Dunia 2010 menjadi salah satu pertandingan yang terindikasi terjadinya "pengaturan pertandingan".
Salah satu kejadian yang diselidiki oleh Eaton pada saat itu adalah dikartumerahkan-nya pemain Nigeria, Sani Kaita, oleh wasit karena menendang pemain Yunani secara sengaja.
Semenjak kejadian itu, Sani Kaita mengaku mendapat ancaman pembunuhan akibat kartu merah-nya tersebut. Para fans Nigeria menganggap, Kaita menjadi biang keladi kekalahan Nigeria atas Yunani 2-1.
(wbs)