Godinho Lopes kecam keputusan UEFA
Jum'at, 14 September 2012 - 03:10 WIB
Godinho Lopes kecam keputusan UEFA
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Sporting Lisbon, Luis Godinho Lopes mengaku kecewa ketika Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) membeberkan 23 tim yang mengalami masalah Financial Fair Play (FFP) salah satunya tim asal Portugal tersebut.
Kekecewaan ini beralasan dimana UEFA telah menjanjikan dalam suatu pertemuan bahwa asosiasi tersebut akan membeberkan 23 tim yang mengalami masalah keuangan pada 14 Oktober mendatang.
"Saya tidak bisa mengatakan kondisi saat ini baik ketika melihat tim berada dalam daftar incaran UEFA dan saya sangat sedih saat Sporting Lisbon berada dalam 23 tim yang bermasalah," katanya seperti dilansir Soccerway, Jumat (14/9/2012).
Musim lalu Lisbon telah mengalami kerugian 46 juta euro setelah melakukan pembelanjaan besar-besaran untuk memboyong sejumlah pemain, namun Godinho Lopes membantah hal tersebut. Menurutnya, klub sudah melunasi semua proses seperti pajak dan pembayaran mengenai masalah kontrak pemain.
Seperti diberitakan sebelumnya, UEFA sedang menyelidiki 23 klub terkait pelanggaran yang dilakukan mengenai masalah fair play keuangan di musim panas 2012/2013. FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini dimana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Berikut adalah 23 klub yang sedang dalam penyelidikan UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), Sarajevo (Bosnia), Zeljeznicar (Bosnia), CSKA Sofia (Bulgaria), Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Atletico Madrid (Spanyol), Malaga (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Dinamo Bucharest (Rumania), Rapid Bucharest (Rumania), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Partizan Belgrade (Serbia), Vojvodina (Serbia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki).
Kekecewaan ini beralasan dimana UEFA telah menjanjikan dalam suatu pertemuan bahwa asosiasi tersebut akan membeberkan 23 tim yang mengalami masalah keuangan pada 14 Oktober mendatang.
"Saya tidak bisa mengatakan kondisi saat ini baik ketika melihat tim berada dalam daftar incaran UEFA dan saya sangat sedih saat Sporting Lisbon berada dalam 23 tim yang bermasalah," katanya seperti dilansir Soccerway, Jumat (14/9/2012).
Musim lalu Lisbon telah mengalami kerugian 46 juta euro setelah melakukan pembelanjaan besar-besaran untuk memboyong sejumlah pemain, namun Godinho Lopes membantah hal tersebut. Menurutnya, klub sudah melunasi semua proses seperti pajak dan pembayaran mengenai masalah kontrak pemain.
Seperti diberitakan sebelumnya, UEFA sedang menyelidiki 23 klub terkait pelanggaran yang dilakukan mengenai masalah fair play keuangan di musim panas 2012/2013. FFP (Financial Fair Play) adalah rencana besar Presiden UEFA, Michel Platini dimana klub-klub Eropa harus mengurangi utang mereka selama periode waktu yang diaudit antara 2011 dan 2014. Klub tidak diperbolehkan mengeluarkan dana lebih dari 39,5 juta euro dan pada 2014 hingga 2017 akan diredusi menjadi 26,3 juta euro.
Berikut adalah 23 klub yang sedang dalam penyelidikan UEFA :
Borac Banja Luka (Serbia), Sarajevo (Bosnia), Zeljeznicar (Bosnia), CSKA Sofia (Bulgaria), Hajduk Split (Kroasia), Osijek (Kroasia), Atletico Madrid (Spanyol), Malaga (Spanyol), Maccabi Netanya (Israel), Shkendija 79 (Macedonia), Floriana (Malta), Buducnost Podgorica (Serbia), Rudar Pjevlja (Serbia), Ruch Chorzow (Polandia), Sporting Clube de Portugal (Portugal), Dinamo Bucharest (Rumania), Rapid Bucharest (Rumania), Vaslui (Rumania), Rubin Kazan (Rusia), Partizan Belgrade (Serbia), Vojvodina (Serbia), Eskisehirspor (Turki), Fenerbahce (Turki).
(wbs)