Sang profesor tinggalkan F1 selamanya
Jum'at, 14 September 2012 - 05:20 WIB
Sang profesor tinggalkan F1 selamanya
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap McLaren, Jenson Button dan Lewis Hamilton merasa kehilangan sosok Sid Watkins dalam F1 yang telah tutup usia di usia 84 tahun. Sang profesor tersebut telah menghabiskan karirnya 26 tahun sebagai sebagai Kepala tim medis F1.
"F1 tidak akan seperti sekarang ini tanpa sosok Watkins. Saya berterima kasih untuk semua jasa yang telah dilakukannya untuk keselamatan para pembalap F1. Mengutip tulisan Albert Einstein, hidup untuk orang lain adalah hidup yang berharga," tulis Hamilton dalam akun Twitter pribadinya seperti dilansir Sky Sports, Jumat (14/9/2012).
Sebelum menjabat sebegai Kepala medis, sang profesor tersebut menjabat sebagai Kepala Bedah Saraf di salah satu Rumah Sakit yang berada di London. Watkins mencapai popularitasnya saat dia berada di tempat kejadian ketika Senna jatuh di San Marino Grand Prix 18 tahun yang lalu dimana dia berusaha untuk menyelamatkan nyawanya, tapi usahanya tidak membuahkan hasil dan akhirnya Senna tewas dalam tragedi tersebut.
Watkins sendiri meninggalkan empat putra dan dua putri.Selama menjabat sebagai delegasi medis F1, Watkins telah menyelamatkan sejumlah pembalap yakni Nelson Piquet, Rubens Barrichello, Mika Hakkinen, Gerhard Berger, Martin Donnelly, Karl Wendlinger, dan Didier Pironi.
"F1 tidak akan seperti sekarang ini tanpa sosok Watkins. Saya berterima kasih untuk semua jasa yang telah dilakukannya untuk keselamatan para pembalap F1. Mengutip tulisan Albert Einstein, hidup untuk orang lain adalah hidup yang berharga," tulis Hamilton dalam akun Twitter pribadinya seperti dilansir Sky Sports, Jumat (14/9/2012).
Sebelum menjabat sebegai Kepala medis, sang profesor tersebut menjabat sebagai Kepala Bedah Saraf di salah satu Rumah Sakit yang berada di London. Watkins mencapai popularitasnya saat dia berada di tempat kejadian ketika Senna jatuh di San Marino Grand Prix 18 tahun yang lalu dimana dia berusaha untuk menyelamatkan nyawanya, tapi usahanya tidak membuahkan hasil dan akhirnya Senna tewas dalam tragedi tersebut.
Watkins sendiri meninggalkan empat putra dan dua putri.Selama menjabat sebagai delegasi medis F1, Watkins telah menyelamatkan sejumlah pembalap yakni Nelson Piquet, Rubens Barrichello, Mika Hakkinen, Gerhard Berger, Martin Donnelly, Karl Wendlinger, dan Didier Pironi.
(wbs)