Hughes minta hentikan ritual jabat tangan
Minggu, 16 September 2012 - 04:34 WIB
Hughes minta hentikan ritual jabat tangan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Queens Park Rangers (QPR), Mark Hughes mengatakan seharusnya Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menghapus keputusan untuk berjabat tangan antara para pemain sebelum pertandingan berlangsung. Hal ini diungkapkannya setelah pemain bertahannya yakni Anton Ferdinand enggan berjabat tangan dengan kapten Chelsea, John Terry dalam laga lanjutan Liga Premier Inggris.
Menurutnya, jika ini diteruskan maka akan berbahaya bukan justru malah membaik untuk kedua pemain ini.
"Saya memberikan rasa hormat melihat para pemain melakukan pekerjaan yang fantastis. Tapi, ini adalah pertandingan yang dapat menyebabkan lebih banyak masalah daripada memecahkan masalah," Katanya seperti dilansir Goal.com, Minggu (16/9/2012).
"Itu pilihan pribadi masing-masing untuk tidak berjabat tangan dan saya tidak bisa mengatur itu," sambungnya.
Sementara itu, Roberto Mancini mengatakan meski diawal pertandingan sempat terjadi insiden dimana Anton tidak ingin menjabat tangan Terry, tapi secara keseluruhan kedua pemain telah menunjukkan sikap yang baik selama pertandingan.
"Kedua pemain telah menangani situasi ini dengan sangat profesional di dalam permainan. Saya pikir kita harus mengalihkan fokus ke sisi sepak bola, bukan masalah jabat tangan sebelum atau sesudah pertandingan," tambahnya.
Menurutnya, jika ini diteruskan maka akan berbahaya bukan justru malah membaik untuk kedua pemain ini.
"Saya memberikan rasa hormat melihat para pemain melakukan pekerjaan yang fantastis. Tapi, ini adalah pertandingan yang dapat menyebabkan lebih banyak masalah daripada memecahkan masalah," Katanya seperti dilansir Goal.com, Minggu (16/9/2012).
"Itu pilihan pribadi masing-masing untuk tidak berjabat tangan dan saya tidak bisa mengatur itu," sambungnya.
Sementara itu, Roberto Mancini mengatakan meski diawal pertandingan sempat terjadi insiden dimana Anton tidak ingin menjabat tangan Terry, tapi secara keseluruhan kedua pemain telah menunjukkan sikap yang baik selama pertandingan.
"Kedua pemain telah menangani situasi ini dengan sangat profesional di dalam permainan. Saya pikir kita harus mengalihkan fokus ke sisi sepak bola, bukan masalah jabat tangan sebelum atau sesudah pertandingan," tambahnya.
(wbs)