Pusat stop bantuan, Stadion Blitar turun kualitas
Minggu, 16 September 2012 - 22:02 WIB
Pusat stop bantuan, Stadion Blitar turun kualitas
A
A
A
Sindonews.com - DPRD Kabupaten Blitar meminta eksekutif untuk melakukan redesain atau perencanaan ulang terhadap pembangunan stadion di Kecamatan Nglegok. Sebab, dari hasil konsultasi legislatif dengan pihak kementrian pemuda dan olahraga, dipastikan pemerintah pusat tidak akan memberikan bantuan dana tambahan lagi ke Kabupaten Blitar.
“Bantuan Rp 3 miliar yang diberikan sebelumnya adalah stimulus (perangsang). Setelah itu Pemkab diminta untuk melanjutkan sendiri. Jadi tidak ada bantuan lagi, “ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto kepada wartawan.
Sementara sebelumnya untuk stadion yang dirancang berstandar nasional, yakni berdiri diatas tanah 4,9 hektar, berfasilitas tribun serta area parkir yang mampu menampung 40 ribu jiwa, pemkab membuat plot anggaran sebesar Rp 78 miliar.
Ditambah sharing APBD II 10 %, dana bantuan Rp 3 miliar telah terserap untuk pembangunan awal. Mengingat adanya penolakan “halus” dari pemerintah pusat, Suwito meminta eksekutif untuk segera berfikir realistis.
Jika sebelumnya desain bangunan mengadaptasi stadion Kanjuruhan Malang yang megah, untuk ke depan, saran Suwito, desain hendaknya diganti seperti halnya stadion Soeprijadi Kota Blitar. “Sebab, dengan realitas yang ada ini kita jelas tidak akan mampu melaksanakan seperti desain awal, “terangnya.
Bahkan, mengingat kemampuan anggaran yang ada, politisi dari PDI Perjuangan ini menyebut stadion yang ada nantinya tidak akan lebih bagus dari stadion Soperijadi Kota Blitar. Sebab, stok anggaran yang ada di APBD masih harus dibagi untuk kebutuhan pembangunan lainya.
”Itu kenyataan yang harus kita terima. Sebab kenyataanya memang seperti itu, “pungkasnya. Sekedar mengingat, pada proses awal pembangunan stadion telah muncul pro dan kontra. Berkembang informasi bahwa dana pusat yang dikucurkan untuk pembangunan stadion merupakan titipan oknum badan anggaran (banggar) DPR RI, khususnya PDI Perjuangan yang berangkat dari daerah Pemilihan VI (Blitar, Kediri dan Tulungagung).
Karena itu, dalam proses pencairanya diduga banyak prosedur hukum yang diabaikan. Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar Mangatas Lomban Tobing mengatakan akan mengusulkan anggaran tambahan Rp 3,5 miliar dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012.
“Harapanya, meski belum sempurna, apa yang ada bisa segera difungsikan sebagai kegiatan, “ujarnya. Sesuai rencana awal, pembangunan area parkir dan pemasangan tiang pancang pertama akan menyedot anggaran Rp 3 miliar. Pembangunan berikutnya adalah badan lapangan, drainase dan tribun yang memerlukan anggaran sebesar Rp 11 miliar.
Setelah itu pembangunan tribun ekonomi dengan alokasi Rp 13 miliar dan menyempurnakan tribun ekonomi termasuk kios dengan kebutuhan anggaran Rp 25 miliar. “Sedangkan finishing dari keseluruhan, kebutuhan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 26,2 miliar, “terang Tobing.
“Bantuan Rp 3 miliar yang diberikan sebelumnya adalah stimulus (perangsang). Setelah itu Pemkab diminta untuk melanjutkan sendiri. Jadi tidak ada bantuan lagi, “ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto kepada wartawan.
Sementara sebelumnya untuk stadion yang dirancang berstandar nasional, yakni berdiri diatas tanah 4,9 hektar, berfasilitas tribun serta area parkir yang mampu menampung 40 ribu jiwa, pemkab membuat plot anggaran sebesar Rp 78 miliar.
Ditambah sharing APBD II 10 %, dana bantuan Rp 3 miliar telah terserap untuk pembangunan awal. Mengingat adanya penolakan “halus” dari pemerintah pusat, Suwito meminta eksekutif untuk segera berfikir realistis.
Jika sebelumnya desain bangunan mengadaptasi stadion Kanjuruhan Malang yang megah, untuk ke depan, saran Suwito, desain hendaknya diganti seperti halnya stadion Soeprijadi Kota Blitar. “Sebab, dengan realitas yang ada ini kita jelas tidak akan mampu melaksanakan seperti desain awal, “terangnya.
Bahkan, mengingat kemampuan anggaran yang ada, politisi dari PDI Perjuangan ini menyebut stadion yang ada nantinya tidak akan lebih bagus dari stadion Soperijadi Kota Blitar. Sebab, stok anggaran yang ada di APBD masih harus dibagi untuk kebutuhan pembangunan lainya.
”Itu kenyataan yang harus kita terima. Sebab kenyataanya memang seperti itu, “pungkasnya. Sekedar mengingat, pada proses awal pembangunan stadion telah muncul pro dan kontra. Berkembang informasi bahwa dana pusat yang dikucurkan untuk pembangunan stadion merupakan titipan oknum badan anggaran (banggar) DPR RI, khususnya PDI Perjuangan yang berangkat dari daerah Pemilihan VI (Blitar, Kediri dan Tulungagung).
Karena itu, dalam proses pencairanya diduga banyak prosedur hukum yang diabaikan. Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar Mangatas Lomban Tobing mengatakan akan mengusulkan anggaran tambahan Rp 3,5 miliar dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012.
“Harapanya, meski belum sempurna, apa yang ada bisa segera difungsikan sebagai kegiatan, “ujarnya. Sesuai rencana awal, pembangunan area parkir dan pemasangan tiang pancang pertama akan menyedot anggaran Rp 3 miliar. Pembangunan berikutnya adalah badan lapangan, drainase dan tribun yang memerlukan anggaran sebesar Rp 11 miliar.
Setelah itu pembangunan tribun ekonomi dengan alokasi Rp 13 miliar dan menyempurnakan tribun ekonomi termasuk kios dengan kebutuhan anggaran Rp 25 miliar. “Sedangkan finishing dari keseluruhan, kebutuhan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 26,2 miliar, “terang Tobing.
(wbs)