Hapus keraguan, Pacman siap jatuhkan Marquez
Rabu, 19 September 2012 - 09:00 WIB
Hapus keraguan, Pacman siap jatuhkan Marquez
A
A
A
Sindonews.com – Petinju Filipina Manny Pacquiao akan kembali berhadapan dengan Juan Manuel Marquez di MGM Grand Garden di Las Vegas,8 Desember 2012.
Pacquiao bertekad pertemuannya kali ini untuk mengakhiri keraguan keunggulan dirinya atas Marquez. Selama delapan tahun terakhir kedua petinju ini sudah tiga kali bertatap muka.Namun, hasilnya belum menunjukkan yang terhebat di antara keduanya.Keinginan untuk membuktikan siapa yang lebih tangguh tetap saja muncul.
Pacman—julukan Pacquiao— terobsesi mengalahkan lawannya dan menjadi yang terkuat di antara mereka. “Saya ingin menghapus keraguan dari tiga pertemuan sebelumnya.Selain itu,banyak pertanyaan apakah saya akan memenangkan pertarungan,ini yang membuat saya kerja keras,”katanya, dilansir Daily Mail.
Menurut Pacman,untuk menjawab keraguan dan pertanyaan tersebut,dirinya siap melakukan pertarungan ulang menghadapi Marquez.Aroma persaingan memang sangat kental.Promotor dan kedua petinju yakin para fansmereka akan senang melihat pertarungan ini,yang tak akan kalah seru dibandingkan tiga pertarungan yang telah mereka saksikan sebelumnya.
Pada jumpa pers,Pacquiao mengambil selembar kertas dan menuliskan sesuatu.Kertas itu ditujukan untuk pelatihnya,Freddie Roach. Sang pelatih pun mengatakan kertas itu tertulis “Aku Butuh KO”. “Kali ini saya akan berlatih keras untuk menempatkan laga ini dalam sejarah tinju.Saya ingin membuat laga ini singkat.Saya ingin mengetuk dia keluar,”cetus Pacquiao.
“Saya ingin menjadi Pacquiao lainnya,seperti ketika saya berusia 24 atau 25 tahun.Saya ingin orang yang menonton laga ini harus puas.Saya tidak peduli tentang sabuk.Saya juga tidak peduli dengan uang.Saya ingin menang,”tandasnya. Kedua petinju bertemu pertama kali pada 2004.Pertarungan berakhir imbang.Sementara pada 2008,Pacquiao tampil sebagai pemenang, tapi tidak menang KO.Begitu juga tahun lalu,dengan mayoritas memilih Pacquiao.Dari tiga pertemuan itu, Marquez dan fans justru merasa memenangkan seluruh pertandingan.
Sementara Pacquiao mengklaim dua pertandingan terakhir adalah miliknya. Marquez yang hampir pensiun setuju menghidupkan api persaingan kedua petinju, setelah beberapa bulan mendinginkan api persaingan tersebut.Meski pertarungan dengan Pacquiao seperti mimpi buruk,Marquez yakin satusatunya cara untuk membuat tangannya terangkat adalah menjatuhkan petinju Filipina tersebut.
“Saya ingin wasit mengangkat tangan saya. Semua orang tahu,saya memenangkan tiga pertarungan sebelumnya.Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan tim juri,” tandas Marquez.
Pacquiao bertekad pertemuannya kali ini untuk mengakhiri keraguan keunggulan dirinya atas Marquez. Selama delapan tahun terakhir kedua petinju ini sudah tiga kali bertatap muka.Namun, hasilnya belum menunjukkan yang terhebat di antara keduanya.Keinginan untuk membuktikan siapa yang lebih tangguh tetap saja muncul.
Pacman—julukan Pacquiao— terobsesi mengalahkan lawannya dan menjadi yang terkuat di antara mereka. “Saya ingin menghapus keraguan dari tiga pertemuan sebelumnya.Selain itu,banyak pertanyaan apakah saya akan memenangkan pertarungan,ini yang membuat saya kerja keras,”katanya, dilansir Daily Mail.
Menurut Pacman,untuk menjawab keraguan dan pertanyaan tersebut,dirinya siap melakukan pertarungan ulang menghadapi Marquez.Aroma persaingan memang sangat kental.Promotor dan kedua petinju yakin para fansmereka akan senang melihat pertarungan ini,yang tak akan kalah seru dibandingkan tiga pertarungan yang telah mereka saksikan sebelumnya.
Pada jumpa pers,Pacquiao mengambil selembar kertas dan menuliskan sesuatu.Kertas itu ditujukan untuk pelatihnya,Freddie Roach. Sang pelatih pun mengatakan kertas itu tertulis “Aku Butuh KO”. “Kali ini saya akan berlatih keras untuk menempatkan laga ini dalam sejarah tinju.Saya ingin membuat laga ini singkat.Saya ingin mengetuk dia keluar,”cetus Pacquiao.
“Saya ingin menjadi Pacquiao lainnya,seperti ketika saya berusia 24 atau 25 tahun.Saya ingin orang yang menonton laga ini harus puas.Saya tidak peduli tentang sabuk.Saya juga tidak peduli dengan uang.Saya ingin menang,”tandasnya. Kedua petinju bertemu pertama kali pada 2004.Pertarungan berakhir imbang.Sementara pada 2008,Pacquiao tampil sebagai pemenang, tapi tidak menang KO.Begitu juga tahun lalu,dengan mayoritas memilih Pacquiao.Dari tiga pertemuan itu, Marquez dan fans justru merasa memenangkan seluruh pertandingan.
Sementara Pacquiao mengklaim dua pertandingan terakhir adalah miliknya. Marquez yang hampir pensiun setuju menghidupkan api persaingan kedua petinju, setelah beberapa bulan mendinginkan api persaingan tersebut.Meski pertarungan dengan Pacquiao seperti mimpi buruk,Marquez yakin satusatunya cara untuk membuat tangannya terangkat adalah menjatuhkan petinju Filipina tersebut.
“Saya ingin wasit mengangkat tangan saya. Semua orang tahu,saya memenangkan tiga pertarungan sebelumnya.Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan tim juri,” tandas Marquez.
(wbs)