Masalah Politik, China ditarik dari Jepang Terbuka
Rabu, 19 September 2012 - 09:10 WIB
Masalah Politik, China ditarik dari Jepang Terbuka
A
A
A
Sindonews.com – China menarik para atlet bulu tangkisnya yang akan tampil di turnamen super series Jepang Terbuka.Langkah tersebut diambil China demi menjaga keselamatan atletnya lantaran hubungan politik Beijing dengan Tokyo,perihal masalah teritorial,semakin buruk.
China dan Jepang terlibat sengketa atas Pulau Diaoyu dan rantai pulau kecil di Laut China Timur.Perselisihan itu membuat dampak ketakutan luar biasa.Ratusan toko yang dimiliki orang Jepang di China tutup.Masyarakat China juga melakukan protes anti-Jepang di China.
“Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengonfirmasi kontingen China telah ditarik dari ajang Jepang Terbuka,”ucap Thomas Lund,Ketua Pelaksana Harian BWF,kepada AFP.“Langkah ini sangat disayangkan.Meski begitu,turnamen akan tetap berjalan,”tambahnya.
Jepang Terbuka dimulai Selasa (18/9) dan berakhir Minggu (22/9).Dengan kejadian ini,BWF harus mengatur ulang jadwal pertandingan yang sebelumnya telah dibuat,baik tunggal putra,tunggal putri,dan ganda putra.
Mundurnya China membuat kualitas turnamen menjadi kurang kompetitif lantaran tahun lalu China mendominasi. Negeri Tirai Bambu itu hanya menyisakan nomor ganda campuran yang direbut pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing.Di nomor tunggal putra,putri, ganda putra,dan ganda putri,gelar juara direbut China.
Tidak adanya Chen Long,juara tunggal putra tahun lalu,Lin Dan,serta Chen Jin akan membuat langkah Lee Chong Wei (Malaysia) menjadi tak terhalang.Chong Wei menjadi favorit menjadi juara pada Jepang Terbuka kali ini.Sebelumnya Chong Wei dikalahkan Chen Long.
“Sungguh disayangkan China menarik diri.Ini akan mencairkan tingkat persaingan.Chong Wei adalah kartu truf kami,”kata Pelatih Malaysia Rashid Sidek, dilansir Reuters. Dengan keluarnya China pada tunggal putra,hanya tersisa Chong Wei yang diunggulkan pertama,kemudian pebulu tangkis Denmark Peter Gade dan Simon Santoso dari Indonesia serta Sho Sasaki dari Jepang.
Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik di Jepang Terbuka kali ini.Sementara di bagian putri terdapat Tine Baun (Denmark),Ji Hyun-sung dan Yoen Ju-bae (Korea Selatan) serta Ratchanok Intanon (Thailand).
China dan Jepang terlibat sengketa atas Pulau Diaoyu dan rantai pulau kecil di Laut China Timur.Perselisihan itu membuat dampak ketakutan luar biasa.Ratusan toko yang dimiliki orang Jepang di China tutup.Masyarakat China juga melakukan protes anti-Jepang di China.
“Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengonfirmasi kontingen China telah ditarik dari ajang Jepang Terbuka,”ucap Thomas Lund,Ketua Pelaksana Harian BWF,kepada AFP.“Langkah ini sangat disayangkan.Meski begitu,turnamen akan tetap berjalan,”tambahnya.
Jepang Terbuka dimulai Selasa (18/9) dan berakhir Minggu (22/9).Dengan kejadian ini,BWF harus mengatur ulang jadwal pertandingan yang sebelumnya telah dibuat,baik tunggal putra,tunggal putri,dan ganda putra.
Mundurnya China membuat kualitas turnamen menjadi kurang kompetitif lantaran tahun lalu China mendominasi. Negeri Tirai Bambu itu hanya menyisakan nomor ganda campuran yang direbut pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing.Di nomor tunggal putra,putri, ganda putra,dan ganda putri,gelar juara direbut China.
Tidak adanya Chen Long,juara tunggal putra tahun lalu,Lin Dan,serta Chen Jin akan membuat langkah Lee Chong Wei (Malaysia) menjadi tak terhalang.Chong Wei menjadi favorit menjadi juara pada Jepang Terbuka kali ini.Sebelumnya Chong Wei dikalahkan Chen Long.
“Sungguh disayangkan China menarik diri.Ini akan mencairkan tingkat persaingan.Chong Wei adalah kartu truf kami,”kata Pelatih Malaysia Rashid Sidek, dilansir Reuters. Dengan keluarnya China pada tunggal putra,hanya tersisa Chong Wei yang diunggulkan pertama,kemudian pebulu tangkis Denmark Peter Gade dan Simon Santoso dari Indonesia serta Sho Sasaki dari Jepang.
Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik di Jepang Terbuka kali ini.Sementara di bagian putri terdapat Tine Baun (Denmark),Ji Hyun-sung dan Yoen Ju-bae (Korea Selatan) serta Ratchanok Intanon (Thailand).
(wbs)