Marzuki Alie dijegal nyalon Ketum PBSI
Rabu, 19 September 2012 - 15:57 WIB
Marzuki Alie dijegal nyalon Ketum PBSI
A
A
A
Sindonews.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mengaku dijegal secara mendadak dalam pencalonan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Marzuki menuturkan, pihak panitia pemilihan menggugurkan namanya secara mendadak dengan alasan tak ada surat rekomendasi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI.
Marzuki menilai, alasan pengguguran tersebut mengada-ada karena faktanya dia sudah mengirim surat rekomendasi yang disyaratkan tersebut. Namun panitia pemilihan Ketum PB PBSI, menganggap antara usulan dan rerkomendasi dua hal berbeda.
"Tadi saya dapat telepon, bahwa saya digugurkan sama panitia pemilihan ketua PB PBSI. Katanya, alasannya tak ada surat rekomendasi dari Pengprov. Padahal surat itu sudah diemailkan. Semua sudah dikirim, jam dan tanggalnya pun ada. Tapi karena diputuskan begitu sama panitia, ya sudahlah. Yang saya sesalkan, kenapa kok baru dua jam sebelum pendaftaran ditutup baru minta surat rekomendasi lagi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menegaskan, dia sebenarnya tak pernah mencalonkan diri, melainkan diusulkan oleh Pengprov PBSI Sulawesi agar bersedia dicalonkan. Pengprov tersebut, meminta agar ada perubahan dalam tubuh dunia bulutangkis Indonesia yang prestasinya selama ini terpuruk.
“Tapi kelihatannya memang ada yang menjegal. Kan biasa, kalau hajatan seperti itu (pemilihan Ketum) ada kelompok-kelompok. Saya tak mau buruk sangka. Hanya saja, pemikiran dan mimpi saya tentang bulutangkis lebih baik didengarkan dulu sebagai visi-misi. Pemikiran itu juga bisa dipakai untuk bersama-sama melakukan perbaikan bagi olahraga bulutangkis kita. Itu saja harapan saya,” tegasnya.
Marzuki menuturkan, pihak panitia pemilihan menggugurkan namanya secara mendadak dengan alasan tak ada surat rekomendasi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI.
Marzuki menilai, alasan pengguguran tersebut mengada-ada karena faktanya dia sudah mengirim surat rekomendasi yang disyaratkan tersebut. Namun panitia pemilihan Ketum PB PBSI, menganggap antara usulan dan rerkomendasi dua hal berbeda.
"Tadi saya dapat telepon, bahwa saya digugurkan sama panitia pemilihan ketua PB PBSI. Katanya, alasannya tak ada surat rekomendasi dari Pengprov. Padahal surat itu sudah diemailkan. Semua sudah dikirim, jam dan tanggalnya pun ada. Tapi karena diputuskan begitu sama panitia, ya sudahlah. Yang saya sesalkan, kenapa kok baru dua jam sebelum pendaftaran ditutup baru minta surat rekomendasi lagi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menegaskan, dia sebenarnya tak pernah mencalonkan diri, melainkan diusulkan oleh Pengprov PBSI Sulawesi agar bersedia dicalonkan. Pengprov tersebut, meminta agar ada perubahan dalam tubuh dunia bulutangkis Indonesia yang prestasinya selama ini terpuruk.
“Tapi kelihatannya memang ada yang menjegal. Kan biasa, kalau hajatan seperti itu (pemilihan Ketum) ada kelompok-kelompok. Saya tak mau buruk sangka. Hanya saja, pemikiran dan mimpi saya tentang bulutangkis lebih baik didengarkan dulu sebagai visi-misi. Pemikiran itu juga bisa dipakai untuk bersama-sama melakukan perbaikan bagi olahraga bulutangkis kita. Itu saja harapan saya,” tegasnya.
(wbs)