Kabut asap ganggu sesi latihan SFC
Kamis, 20 September 2012 - 01:59 WIB
Kabut asap ganggu sesi latihan SFC
A
A
A
Sindonews.com - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang belakangan ini juga berdampak pada para pemain Sriwijaya FC. Latihan pun terpaksa dipangkas 30 menit.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, jika biasanya latihan digelar 2 jam penuh, maka pada tahap awal latihan ini, Mahyadi Panggabean dkk hanya diberikan waktu latihan 90 menit saja.
Selain baru masuk program latihan jelang kompetisi, pemangkasan waktu latihan itu disebabkan pula kabut asap yang melanda Kota Palembang termasuk kawasan di sekitar Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
''Terganggu juga sih mas dengan adanya kabut asap ini. Tapi latihan mau tidak mau harus tetap digelar. Meski demikian, saya melihat juga kondisi sekitar sebelum menggelar latihan. Kalau terlalu pekat ya dimundurkan sebentar,” ujar Kas kemarin.
Menurut Kas, mulai awal pekan ini, Mahyadi dkk mulai masuk program latihan prakompetisi dengan mengikuti latihan pagi dan sore. Jika pada kondisi normal latihan pagi digelar pukul 07.30-09.30 WIB, maka saat kabut asap masih pekat menyelimuti area stadion, latihan baru dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Sedangkan latihan sore yang dimulai pukul 16.00 WIB dan selesai pukul 18.00 WIB, terpaksa dipercepat dan diakhiri pukul 17.30 WIB.''Saya gak mau juga pemain terlalu banyak menghisap asap. Sebab, pengaruhnya membuat sesak napas. Bahkan kabut asap itu terasa sampai ke ruang ganti yang berada di dalam gedung,” tuturnya.
Sementara itu pemain anyar Sriwijaya, M Fakhrudin mengaku tetap menikmati latihan bersama klub barunya ini. Meski mengeluhkan kondisi cuaca yang diselimuti kabut asap, namun Fakhrudin tetap berkonsentrasi dengan menu latihan yang diberikan tim pelatih.
''Memang membuat dada sesak kalau terlalu lama di lapangan dengan kondisi (kabut asap) seperti sekarang. Tapi toh saya tidak sendiri. Ada teman-teman yang juga merasakan hal yang sama dan tetap semangat latihan. Itu membuat saya enjoy berlatih di sini. Lagipula pelatih pasti tahu kapan harus memulai dan menghentikan latihan dengan kondisi seperti sekarang,” kata mantan pemain Arema itu.
Pemain yang dikenal dengan selebrasi goyang gergaji ini berharap, musim kemarau segera berakhir dan hujan segera turun untuk memadamkan kebakaran lahan di berbagai daerah yang menyebabkan munculnya kabut asap. “Mudah-mudahan cepat hujan sehingga kabut asapnya hilang. Dengan begitu latihan juga bisa lebih maksimal lagi,” tuturnya.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, jika biasanya latihan digelar 2 jam penuh, maka pada tahap awal latihan ini, Mahyadi Panggabean dkk hanya diberikan waktu latihan 90 menit saja.
Selain baru masuk program latihan jelang kompetisi, pemangkasan waktu latihan itu disebabkan pula kabut asap yang melanda Kota Palembang termasuk kawasan di sekitar Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
''Terganggu juga sih mas dengan adanya kabut asap ini. Tapi latihan mau tidak mau harus tetap digelar. Meski demikian, saya melihat juga kondisi sekitar sebelum menggelar latihan. Kalau terlalu pekat ya dimundurkan sebentar,” ujar Kas kemarin.
Menurut Kas, mulai awal pekan ini, Mahyadi dkk mulai masuk program latihan prakompetisi dengan mengikuti latihan pagi dan sore. Jika pada kondisi normal latihan pagi digelar pukul 07.30-09.30 WIB, maka saat kabut asap masih pekat menyelimuti area stadion, latihan baru dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Sedangkan latihan sore yang dimulai pukul 16.00 WIB dan selesai pukul 18.00 WIB, terpaksa dipercepat dan diakhiri pukul 17.30 WIB.''Saya gak mau juga pemain terlalu banyak menghisap asap. Sebab, pengaruhnya membuat sesak napas. Bahkan kabut asap itu terasa sampai ke ruang ganti yang berada di dalam gedung,” tuturnya.
Sementara itu pemain anyar Sriwijaya, M Fakhrudin mengaku tetap menikmati latihan bersama klub barunya ini. Meski mengeluhkan kondisi cuaca yang diselimuti kabut asap, namun Fakhrudin tetap berkonsentrasi dengan menu latihan yang diberikan tim pelatih.
''Memang membuat dada sesak kalau terlalu lama di lapangan dengan kondisi (kabut asap) seperti sekarang. Tapi toh saya tidak sendiri. Ada teman-teman yang juga merasakan hal yang sama dan tetap semangat latihan. Itu membuat saya enjoy berlatih di sini. Lagipula pelatih pasti tahu kapan harus memulai dan menghentikan latihan dengan kondisi seperti sekarang,” kata mantan pemain Arema itu.
Pemain yang dikenal dengan selebrasi goyang gergaji ini berharap, musim kemarau segera berakhir dan hujan segera turun untuk memadamkan kebakaran lahan di berbagai daerah yang menyebabkan munculnya kabut asap. “Mudah-mudahan cepat hujan sehingga kabut asapnya hilang. Dengan begitu latihan juga bisa lebih maksimal lagi,” tuturnya.
(aww)