Persiba dukung Liga Merah Putih
Kamis, 20 September 2012 - 15:01 WIB
Persiba dukung Liga Merah Putih
A
A
A
Sindonews.com - Badan tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI sudah mempunyai gambaran untuk format kompetisi musim depan, Liga Merah Putih. Format tersebut merupakan penggabungan dualisme liga kasta tertinggi, Indonesian Primier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL).
Manager Persiba Briyanto merespn positif format kompetisi tersebut. Menurut dia, penggabungan dua liga IPL dan ISL merupakan kemenangan bersama, khususnya persepakbolaan di Tanah Air. "Itu bagus, tidak terjadi dua kompetisi lagi seperti musim lalu," katanya, Kamis (20/9/2012).
Namun, Liga Merah Putih harus benar-benar meleburkan semua kontestan klub baik IPL maupun ISL. Dia tidak sepakat jika Liga Merah hanya diisi para kontestan dari IPL, sementara Liga Putih dihuni klub-klub dari ISL dan sebaliknya. "Kalau itu yang menjadi acuan, kami tidak sepakat. Itu sama halnya masih terjadi dikotomi liga, hanya berganti nama saja," jelasnya.
Menurut dia, akan lebih bagus jika di masing-masing liga, baik Merah maupun Putih harus ada klub dari IPL maupun ISL. Pembagian klub kontestan bisa berdasarkan letak geografis, bukan pada klub berasal dari liga IPL atau ISL. "Misalnya untuk Liga Merah, klub-klub IPL dan ISL dari wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Sedangkan Liga Putih pesertanya dari klub-klu IPL dan ISL dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua," jelasnya.
Briyanto menambahkan, pembagian berdasarkan letak geogafis akan lebih memungkinkan klub bisa berhemat anggaran untuk operasional sepanjang mengarungi kompetisi. "Pembagian wilayah tersebut juga sebagai wujud satu kesatuan olah raga di Indonesia," tegasnya.
Dia tidak menampik pembagian kompetisi berdasarkan wilayah tersebut mengurangi daya persaingan sepak bola di Indonesia. Namun, dia menilai penyatuan kembali dualisme kompetisi menjadi Liga Merah Putih itu sebagai masa transisi persepakbolaan di Indonesia. "Anggap saja musim depan sebagai masa transisi. Jika pondasi sudah terbangun, maka kualitas liga akan lebih baik," ujarnya.
Wacana penggabungan liga ini menjadi langkah maju kemajuan sepak bola di Indonesia. Konsep tersebut merupakan hasil pembicaraan darikedua operator liga, yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan IPL-nya dan PT Liga Indonesia (PT Liga) dengan ISL-nya. Kedua operator sudah setuju dan tinggal ketok palu saja.
Untuk nama, Liga Merah Putih dianggap lebih cocok untuk mewakili Indonesia -warna bendera Indonesia-. Nama ini juga lebih bagus usulan yang lain seperti Wilayah I - Wilayah II atau Liga A - Liga B. Dua usulan tersebut dikawatirkan memicu polemik strata liga. Sedangkan nama Merah Putih itu lebih menunjukkan kesetaraan liga, karena pesertanya berasal dari masing-masing liga kasta tertinggi.
Manager Persiba Briyanto merespn positif format kompetisi tersebut. Menurut dia, penggabungan dua liga IPL dan ISL merupakan kemenangan bersama, khususnya persepakbolaan di Tanah Air. "Itu bagus, tidak terjadi dua kompetisi lagi seperti musim lalu," katanya, Kamis (20/9/2012).
Namun, Liga Merah Putih harus benar-benar meleburkan semua kontestan klub baik IPL maupun ISL. Dia tidak sepakat jika Liga Merah hanya diisi para kontestan dari IPL, sementara Liga Putih dihuni klub-klub dari ISL dan sebaliknya. "Kalau itu yang menjadi acuan, kami tidak sepakat. Itu sama halnya masih terjadi dikotomi liga, hanya berganti nama saja," jelasnya.
Menurut dia, akan lebih bagus jika di masing-masing liga, baik Merah maupun Putih harus ada klub dari IPL maupun ISL. Pembagian klub kontestan bisa berdasarkan letak geografis, bukan pada klub berasal dari liga IPL atau ISL. "Misalnya untuk Liga Merah, klub-klub IPL dan ISL dari wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Sedangkan Liga Putih pesertanya dari klub-klu IPL dan ISL dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua," jelasnya.
Briyanto menambahkan, pembagian berdasarkan letak geogafis akan lebih memungkinkan klub bisa berhemat anggaran untuk operasional sepanjang mengarungi kompetisi. "Pembagian wilayah tersebut juga sebagai wujud satu kesatuan olah raga di Indonesia," tegasnya.
Dia tidak menampik pembagian kompetisi berdasarkan wilayah tersebut mengurangi daya persaingan sepak bola di Indonesia. Namun, dia menilai penyatuan kembali dualisme kompetisi menjadi Liga Merah Putih itu sebagai masa transisi persepakbolaan di Indonesia. "Anggap saja musim depan sebagai masa transisi. Jika pondasi sudah terbangun, maka kualitas liga akan lebih baik," ujarnya.
Wacana penggabungan liga ini menjadi langkah maju kemajuan sepak bola di Indonesia. Konsep tersebut merupakan hasil pembicaraan darikedua operator liga, yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan IPL-nya dan PT Liga Indonesia (PT Liga) dengan ISL-nya. Kedua operator sudah setuju dan tinggal ketok palu saja.
Untuk nama, Liga Merah Putih dianggap lebih cocok untuk mewakili Indonesia -warna bendera Indonesia-. Nama ini juga lebih bagus usulan yang lain seperti Wilayah I - Wilayah II atau Liga A - Liga B. Dua usulan tersebut dikawatirkan memicu polemik strata liga. Sedangkan nama Merah Putih itu lebih menunjukkan kesetaraan liga, karena pesertanya berasal dari masing-masing liga kasta tertinggi.
(wbs)