Ancora tunggu sinyal hijau dari PSSI
Kamis, 20 September 2012 - 23:49 WIB
Ancora tunggu sinyal hijau dari PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Manajeman PSIS hingga saat ini masih carut marut. Meski saat ini jadwal kompetisi belum bergulir, namun dengan adanya konflik yang tak kunjung selesai di tubuh manajemen PSIS Semarang dikhawatirkan akan menggangu Mahesa Jenar dalam menghadapi kompetisi musim depan.
Kegagalan manajemen dalam membawa PSIS menjadi lebih baik dan terjadinya konflik dengan PT Ancora selaku perusahan pembiaya operasional klub, menjadi penyebab karut-marutnya manajeman PSIS Semarang. Akibat konflik tersebut membuat PSIS menjadi Klub tanpa manajemen.
Mantan manajer PSIS versi Ancora, Daniel Toto menyatakan, dari pihak PT Ancora berkomitmen akan melanjutkan untuk mengelola PSIS. Hanya saja saat ini pihak Ancora masih menunggu keputusan dari PSSI, kapan penyelenggaraan kompetisi. ''Kalau dari PSSI belum ada keputusan, kita belum bisa bertindak, tetapi kami komitmen tetap akan melanjutkan,” ujarnya.
Terkait konflik dualisme menajemen yang terjadi di kubu PSIS, sebenarnya sudah ada upaya untuk mencari jalan tengah yang akan difalitasi Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ''Kami terus mendapat desakan dari bawah untuk menyelesaikan masalah ini, dan pak wali juga sudah memberikan sinyal akan memfasilitas, hanya saja kami belum bisa melakukan pembicaraan dengan pak Wali,” katanya.
Panser Biru sebagai salah satu Suporter fanatic klub kebanggan warga Kota Semarang mendesak kepada pemerintah Kota Semarang untuk turun tangan, dan segera menyelesaikan konflik yang tak berujung tersebut. Plt Walikota Semarang, Hendrar Prihadi diminta untuk segera mengabil sikap.”Kami sebagai supoter dan warga Semarang yang mencitai PSIS tidak ingin klub kebanggan kami terobang-ambing tanpa arah yang jelas,” kata ketua Dewan Presidim Panser Biru M. Rofiq, kemarin.
Kegagalan manajemen dalam membawa PSIS menjadi lebih baik dan terjadinya konflik dengan PT Ancora selaku perusahan pembiaya operasional klub, menjadi penyebab karut-marutnya manajeman PSIS Semarang. Akibat konflik tersebut membuat PSIS menjadi Klub tanpa manajemen.
Mantan manajer PSIS versi Ancora, Daniel Toto menyatakan, dari pihak PT Ancora berkomitmen akan melanjutkan untuk mengelola PSIS. Hanya saja saat ini pihak Ancora masih menunggu keputusan dari PSSI, kapan penyelenggaraan kompetisi. ''Kalau dari PSSI belum ada keputusan, kita belum bisa bertindak, tetapi kami komitmen tetap akan melanjutkan,” ujarnya.
Terkait konflik dualisme menajemen yang terjadi di kubu PSIS, sebenarnya sudah ada upaya untuk mencari jalan tengah yang akan difalitasi Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ''Kami terus mendapat desakan dari bawah untuk menyelesaikan masalah ini, dan pak wali juga sudah memberikan sinyal akan memfasilitas, hanya saja kami belum bisa melakukan pembicaraan dengan pak Wali,” katanya.
Panser Biru sebagai salah satu Suporter fanatic klub kebanggan warga Kota Semarang mendesak kepada pemerintah Kota Semarang untuk turun tangan, dan segera menyelesaikan konflik yang tak berujung tersebut. Plt Walikota Semarang, Hendrar Prihadi diminta untuk segera mengabil sikap.”Kami sebagai supoter dan warga Semarang yang mencitai PSIS tidak ingin klub kebanggan kami terobang-ambing tanpa arah yang jelas,” kata ketua Dewan Presidim Panser Biru M. Rofiq, kemarin.
(aww)