Gita Wirjawan terpilih pimpin PBSI
Jum'at, 21 September 2012 - 18:02 WIB
Gita Wirjawan terpilih pimpin PBSI
A
A
A
Sindonews.com - Gita Wirjawan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) empat tahun ke depan. Dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) PB PBSI di Jogja Plaza Hotel, Gita menang telak atas calon lainnya yaitu Icuk Sugiyarto.
Dari 34 suara yang terdiri 33 suara dari pengurus provinsi (Pengprov PBSI) dan 1 suara dari PB PBSI, Gita mengemas 31 suara, Icuk 2 suara dan 1 suara abstain. Icuk hanya didukung dari Pengprov DKI Jakarta dan NTB. Sedangkan 1 suara abstain dari Pengprov PBSI Riau. Namun, dalam rapat pleno Munas, akhirnya Menteri Perdagangan RI ini dikukuhkan menang secara aklamasi.
Dalam keterangan pers, Gita berjanji bulutangkis di Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ada tiga poin besar yang bakal diusung Gita dalam menakodai institusi bulu tangkis di Indonesia tersebut. Pertama, Gita menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik dari sebelumnya kepada atlet dan pelatih bulutangkis. "Kesejahteraan mereka (atlet dan pelatih) harus lebih baik. Ini menjadi faktor pendorong untuk prestasi bulutangkis Indonesia," katanya, Jumat (21/9/2012).
Kedua, pembibitan dan pembinaan bulutangkis akan disebarluaskan sampai ke pelosok Indonesia. Selama ini, kata dia pembinaan bulutangkis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. "Ke depan, pembinaan bulutangkis bisa lebih merata, tidak hanya di Pulau Jawa saja, tetapi di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 ini dengan percaya diri bakal bisa memperbaiki organisasi yang dipimpinnya dari segi managerial. Menurut dia, selama ini managemen PB PBSI kurang bagus dalam kinerjanya sehingga hal itu berdampak pada prestasi atlet. "Dengan skill yang saya miliki, saya akan memperbaiki manajemen organisasi. Ini akan menjadi fondasi PB PBSI ke depan, tidak hanya empat tahun selama saya menjabat," tegasnya.
Sementara itu, Icuk mengaku rapat pemilihan ketua umum dalam Munas dianggap menyalahi aturan. Mantan pebulutangkis ini mengatakan, selama 40 tahun berkiprah di PBSI, baru kali ini rapat pemilihan umum dilakukan secara tertutup. Hanya orang yang memiliki hak suara saja yang boleh berada di dalam ruangan. "Sebelumnya tidak pernah seperti ini selama 40 tahun sejak saya di PBSI. Dari proses awalnya saya sudah salah," kata Icuk.
Dia juga mempertanyakan, pra pemilihan ketua umum seharusnya ada pemaparan visi dan misi dari kandidat ketua umum. Namun, aturan tersebut tersebut ditiadakan. Bahkan berdasarkan agenda pemilihan, seharusnya dilakukan pukul 16.00, namun dimajukan menjadi pukul 14.00. "Saya mempertanyakan mengapa acara dimajukan, terus kenapa tidak ada pemaparan visi dan misi," ujarnya bernada tanya.
Namun demikian, Icuk mengaku bisa legawa menerima kekalahan ini. Dia memastikan jajaran pengurus PB PBSI pimpinan Gita Wirjawan tetap solid. "Tidak ada yang namanya PB PBSI tandingan. Itu malah membuat keruh suasana. Yang kita butuhkan adalah bagaimana bulutangkis Indonesia kembali berjaya lagi," tuturnya.
Dari 34 suara yang terdiri 33 suara dari pengurus provinsi (Pengprov PBSI) dan 1 suara dari PB PBSI, Gita mengemas 31 suara, Icuk 2 suara dan 1 suara abstain. Icuk hanya didukung dari Pengprov DKI Jakarta dan NTB. Sedangkan 1 suara abstain dari Pengprov PBSI Riau. Namun, dalam rapat pleno Munas, akhirnya Menteri Perdagangan RI ini dikukuhkan menang secara aklamasi.
Dalam keterangan pers, Gita berjanji bulutangkis di Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ada tiga poin besar yang bakal diusung Gita dalam menakodai institusi bulu tangkis di Indonesia tersebut. Pertama, Gita menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik dari sebelumnya kepada atlet dan pelatih bulutangkis. "Kesejahteraan mereka (atlet dan pelatih) harus lebih baik. Ini menjadi faktor pendorong untuk prestasi bulutangkis Indonesia," katanya, Jumat (21/9/2012).
Kedua, pembibitan dan pembinaan bulutangkis akan disebarluaskan sampai ke pelosok Indonesia. Selama ini, kata dia pembinaan bulutangkis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. "Ke depan, pembinaan bulutangkis bisa lebih merata, tidak hanya di Pulau Jawa saja, tetapi di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 ini dengan percaya diri bakal bisa memperbaiki organisasi yang dipimpinnya dari segi managerial. Menurut dia, selama ini managemen PB PBSI kurang bagus dalam kinerjanya sehingga hal itu berdampak pada prestasi atlet. "Dengan skill yang saya miliki, saya akan memperbaiki manajemen organisasi. Ini akan menjadi fondasi PB PBSI ke depan, tidak hanya empat tahun selama saya menjabat," tegasnya.
Sementara itu, Icuk mengaku rapat pemilihan ketua umum dalam Munas dianggap menyalahi aturan. Mantan pebulutangkis ini mengatakan, selama 40 tahun berkiprah di PBSI, baru kali ini rapat pemilihan umum dilakukan secara tertutup. Hanya orang yang memiliki hak suara saja yang boleh berada di dalam ruangan. "Sebelumnya tidak pernah seperti ini selama 40 tahun sejak saya di PBSI. Dari proses awalnya saya sudah salah," kata Icuk.
Dia juga mempertanyakan, pra pemilihan ketua umum seharusnya ada pemaparan visi dan misi dari kandidat ketua umum. Namun, aturan tersebut tersebut ditiadakan. Bahkan berdasarkan agenda pemilihan, seharusnya dilakukan pukul 16.00, namun dimajukan menjadi pukul 14.00. "Saya mempertanyakan mengapa acara dimajukan, terus kenapa tidak ada pemaparan visi dan misi," ujarnya bernada tanya.
Namun demikian, Icuk mengaku bisa legawa menerima kekalahan ini. Dia memastikan jajaran pengurus PB PBSI pimpinan Gita Wirjawan tetap solid. "Tidak ada yang namanya PB PBSI tandingan. Itu malah membuat keruh suasana. Yang kita butuhkan adalah bagaimana bulutangkis Indonesia kembali berjaya lagi," tuturnya.
(akr)