Pelatih Persib ubah skema lini tengah
Sabtu, 22 September 2012 - 08:33 WIB
Pelatih Persib ubah skema lini tengah
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung pantas bersyukur bakal memiliki lini tengah yang tangguh. Sejumlah nama besar jadi jaminan bagi Persib untuk mendapatkan kualitas permainan yang ideal.
Bermaterikan pemain seperti Firman Utina dan M. Ridwan yang memiliki kualitas dan konsistensi. Lalu, Asri Akbar dan Hariono dengan motivasi serta kekuatan fisik yang dimilikinya. Kemudian Atep yang cukup cepat menyisir pertahanan lawan lawan, sudah sepantasnya bagi klub lain mewaspadai kekuatan sektor tengah Maung Bandung.
Dalam permainan sepak bola, lini tengah seringkali dianggap menjadi posisi yang sangat vital. Posisi tersebut diibaratkan penghubung antara lini belakang dengan lini depan. Makanya, ada anggapan, jika sebuah tim ingin meraih kemenangan saat bertanding, kuncinya ada pada pemain tengah.
Hal inilah yang ingin dioptimalkan head coach Persib Bandung Jajang Nurjaman. Menurut Jajang, rekrutmen pemain tengah memang menjadi rekrutmen yang paling terlihat signifikan. Ia pun bukan tanpa alasan merekrut para pemain bintang sekelas timnas untuk memperkuat barisan lini tengahnya.
Sebagai contoh, playmaker timnas Indonesia Firman Utina, menjadi satu nama dari sekian pemain tengah yang diboyong Jajang ke Persib. Bahkan tidak hanya Firman, pemain asal Kamerun Georger Parfait Mbida Messi pun disebut-sebut bakalan menjadi pemain yang menggantikan peran dari Miljan Radovic yang dimusim ini tidak diperpanjang lagi kontraknya.
''Untuk sektor tengah kemungkinan saya tidak akan memakai skema yang sama seperti yang diterapkan strategi yang tidak sama dengan musim lalu. Karenanya, saya berharap, dengan komposisi materi pemain di lini tengah, bisa menunjukkan gaya permainan yang menarik sehingga bisa menjadi stimulan-stimulan dalam menghasilkan peluang goal dan tentu, outputnya point untuk Persib,” ujar Jajang.
Selain itu, dikatakan Jajang, tidak hanya sebagai stimulan bagi para strikernya, namun pemain tengah pun mampu berperan sebagai benteng pertama dari gempuran musuh. ''Di samping itu, komposisi pemain tengah juga saya harapkan bisa sebagai filter untuk menahan serangan-serangan yang membahayakan pertahanan Persib,” katanya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, dengan materi pemain tengah yang mumpuni, Persib akan lebih banyak melakukan serangan dari sektor sayap. Ini sangat beralasan mengingat Persib memiliki sejumlah pemain sayap yang berpengalaman. Sebut saja, Atep dan M Ridwan.
''Kita akan coba untuk lebih memperkuat kemampuan serangan yang dibangun dari tengah khususnya dari posisi sayap. Makanya, M Ridwan direkrut ke Persib untuk penguatan gaya penyerangan itu. Di samping itu, Atep dan Hariono juga nanti akan bisa berkolaborasi dengan pemain lainnya,” tandas Jajang.
Bermaterikan pemain seperti Firman Utina dan M. Ridwan yang memiliki kualitas dan konsistensi. Lalu, Asri Akbar dan Hariono dengan motivasi serta kekuatan fisik yang dimilikinya. Kemudian Atep yang cukup cepat menyisir pertahanan lawan lawan, sudah sepantasnya bagi klub lain mewaspadai kekuatan sektor tengah Maung Bandung.
Dalam permainan sepak bola, lini tengah seringkali dianggap menjadi posisi yang sangat vital. Posisi tersebut diibaratkan penghubung antara lini belakang dengan lini depan. Makanya, ada anggapan, jika sebuah tim ingin meraih kemenangan saat bertanding, kuncinya ada pada pemain tengah.
Hal inilah yang ingin dioptimalkan head coach Persib Bandung Jajang Nurjaman. Menurut Jajang, rekrutmen pemain tengah memang menjadi rekrutmen yang paling terlihat signifikan. Ia pun bukan tanpa alasan merekrut para pemain bintang sekelas timnas untuk memperkuat barisan lini tengahnya.
Sebagai contoh, playmaker timnas Indonesia Firman Utina, menjadi satu nama dari sekian pemain tengah yang diboyong Jajang ke Persib. Bahkan tidak hanya Firman, pemain asal Kamerun Georger Parfait Mbida Messi pun disebut-sebut bakalan menjadi pemain yang menggantikan peran dari Miljan Radovic yang dimusim ini tidak diperpanjang lagi kontraknya.
''Untuk sektor tengah kemungkinan saya tidak akan memakai skema yang sama seperti yang diterapkan strategi yang tidak sama dengan musim lalu. Karenanya, saya berharap, dengan komposisi materi pemain di lini tengah, bisa menunjukkan gaya permainan yang menarik sehingga bisa menjadi stimulan-stimulan dalam menghasilkan peluang goal dan tentu, outputnya point untuk Persib,” ujar Jajang.
Selain itu, dikatakan Jajang, tidak hanya sebagai stimulan bagi para strikernya, namun pemain tengah pun mampu berperan sebagai benteng pertama dari gempuran musuh. ''Di samping itu, komposisi pemain tengah juga saya harapkan bisa sebagai filter untuk menahan serangan-serangan yang membahayakan pertahanan Persib,” katanya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, dengan materi pemain tengah yang mumpuni, Persib akan lebih banyak melakukan serangan dari sektor sayap. Ini sangat beralasan mengingat Persib memiliki sejumlah pemain sayap yang berpengalaman. Sebut saja, Atep dan M Ridwan.
''Kita akan coba untuk lebih memperkuat kemampuan serangan yang dibangun dari tengah khususnya dari posisi sayap. Makanya, M Ridwan direkrut ke Persib untuk penguatan gaya penyerangan itu. Di samping itu, Atep dan Hariono juga nanti akan bisa berkolaborasi dengan pemain lainnya,” tandas Jajang.
(aww)