Pelatih Persib berharap kompetisi tidak vakum
Sabtu, 22 September 2012 - 04:03 WIB
Pelatih Persib berharap kompetisi tidak vakum
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, sampai saat ini belum bisa dipastikan. Alasannya PT. Liga Indonesia masih menunggu realisasi dari keputusan Joint Committee (JC).
Akibat adanya dualisme kompetisi yang hingga kini masih belum menemui titik terang, sangat berpengaruh terhadap persiapan sejumlah klub di masa pra musim seperti saat ini, salah satunya Persib Bandung. Namun, secara teknik diakui pelatih Persib Jajang Nurjaman, hal itu tidak berpengaruh terhadap persiapan timnya.
Apalagi, tersiar kabar, jika pada musim depan akan ada penggabungan antara dua kubu yang selama ini berseteru, yakni kubu PSSI yang menaungi Indonesia Premier League (IPL) dan kubu PSSI versi KPSI yang menanungi ISL. Seperti diketahui, JC berencana membuat format kompetisi baru yang lebih independen. Hal ini dimaksudkan untuk menetralisir dualisme yang terjadi saat ini.
''Ya, saya mendukung adanya upaya ini. Bagi kami di Persib, tidak ada masalah apa pun namanya nanti yang penting kompetisi tidak sampai vakum,” ujar pelatih Persib Djadjang Nurjaman.
Bahkan diakui Djadjang, sapaan akrab Djadjang Nurjaman, jika kemungkinan kompetisi diundur karena alasan mematangkan format kompetisi musim depan, diakui Djadjang hal itu justru sangat menguntungkan pihaknya.
Sebab, dengan demikian, Persib bisa lebih lama dalam melakukan persiapan jelang kompetisi bergulir. “Bagi kami, hal itu tidak berpengaruh terhadap program latihan dan persiapan tim. Justru itu bagus agar persiapan kita lebih matang,” katanya.
Namun, dikatakan Djadjang, sejauh ini pihaknya belum menerima kabar terkait adanya pengunduran jadwal kompetisi. Yang diketahuinya, justru malah sebaliknya yakni, kompetisi ISL akan tetap digelar pada November mendatang.
“Kalau soal itu sebenarnya saya belum menerima informasi. Jadi beda informasi dengan yang saya terima, kalau kompetisi akan tetap digelar November,” ungkapnya.
Disinggung mengenai tim-tim yang layak berada pada kompetisi itu jika benar-benar ada penggabungan di antara dua kubu tersebut, Djadjang mengakui jika dilihat dari segi kualitas, tim-tim peserta kompetisi ISL yang dirasanya layak berada pada kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Meski di kubu LPI pun diakuinya ada beberapa yang layak masuk kompetisi ini.
“Saya rasa di ISL yang kualitas timnya terbilang bagus dan layak. Walau di LPI pun ada juga beberapa yang memang layak,” ucapnya.
Sementara Ketua PSSI Jawa Barat Bambang Sukowiyono menyambut baik, adanya rencana tersebut. Menurutnya, demi kemajuan sepakbola Indonesia, hal itu bisa dilakukan. Asalkan, dikelola oleh tim independen. “Itu bagus, tapi memang harus independen. Bisa jadi nanti yang mengelola kompetisi itu orang asing atau siapapun yang memang benar-benar belum terkontaminasi dengan berbagai kepentingan politik dan golongannya,” tandasnya
Akibat adanya dualisme kompetisi yang hingga kini masih belum menemui titik terang, sangat berpengaruh terhadap persiapan sejumlah klub di masa pra musim seperti saat ini, salah satunya Persib Bandung. Namun, secara teknik diakui pelatih Persib Jajang Nurjaman, hal itu tidak berpengaruh terhadap persiapan timnya.
Apalagi, tersiar kabar, jika pada musim depan akan ada penggabungan antara dua kubu yang selama ini berseteru, yakni kubu PSSI yang menaungi Indonesia Premier League (IPL) dan kubu PSSI versi KPSI yang menanungi ISL. Seperti diketahui, JC berencana membuat format kompetisi baru yang lebih independen. Hal ini dimaksudkan untuk menetralisir dualisme yang terjadi saat ini.
''Ya, saya mendukung adanya upaya ini. Bagi kami di Persib, tidak ada masalah apa pun namanya nanti yang penting kompetisi tidak sampai vakum,” ujar pelatih Persib Djadjang Nurjaman.
Bahkan diakui Djadjang, sapaan akrab Djadjang Nurjaman, jika kemungkinan kompetisi diundur karena alasan mematangkan format kompetisi musim depan, diakui Djadjang hal itu justru sangat menguntungkan pihaknya.
Sebab, dengan demikian, Persib bisa lebih lama dalam melakukan persiapan jelang kompetisi bergulir. “Bagi kami, hal itu tidak berpengaruh terhadap program latihan dan persiapan tim. Justru itu bagus agar persiapan kita lebih matang,” katanya.
Namun, dikatakan Djadjang, sejauh ini pihaknya belum menerima kabar terkait adanya pengunduran jadwal kompetisi. Yang diketahuinya, justru malah sebaliknya yakni, kompetisi ISL akan tetap digelar pada November mendatang.
“Kalau soal itu sebenarnya saya belum menerima informasi. Jadi beda informasi dengan yang saya terima, kalau kompetisi akan tetap digelar November,” ungkapnya.
Disinggung mengenai tim-tim yang layak berada pada kompetisi itu jika benar-benar ada penggabungan di antara dua kubu tersebut, Djadjang mengakui jika dilihat dari segi kualitas, tim-tim peserta kompetisi ISL yang dirasanya layak berada pada kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Meski di kubu LPI pun diakuinya ada beberapa yang layak masuk kompetisi ini.
“Saya rasa di ISL yang kualitas timnya terbilang bagus dan layak. Walau di LPI pun ada juga beberapa yang memang layak,” ucapnya.
Sementara Ketua PSSI Jawa Barat Bambang Sukowiyono menyambut baik, adanya rencana tersebut. Menurutnya, demi kemajuan sepakbola Indonesia, hal itu bisa dilakukan. Asalkan, dikelola oleh tim independen. “Itu bagus, tapi memang harus independen. Bisa jadi nanti yang mengelola kompetisi itu orang asing atau siapapun yang memang benar-benar belum terkontaminasi dengan berbagai kepentingan politik dan golongannya,” tandasnya
(aww)