Chong Wei habisi Simon
Minggu, 23 September 2012 - 07:03 WIB
Chong Wei habisi Simon
A
A
A
Sindonews.com – Ambisi Simon Santoso menjadi yang terbaik pada Turnamen Jepang Terbuka 2012 kandas. Dia harus puas dengan status semifinalis setelah ditaklukkan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei pada babak 4 besar, kemarin.
Dari rekor pertemuan,Simon memang nyaris tak punya peluang.Sebelum pertandingan semifinal Jepang Terbuka ini,dia sudah kalah 1-8 dari pemain asal Malaysia tersebut.Satu-satunya kemenangan terjadi saat bertemu di turnamen yang sama pada 2009. Faktanya,Simon kembali tak berbuat banyak.Dia kalah 7-21, 17-21 dari Chong Wei. Kekalahan itu pun melengkapi tiga derita sebelumnya saat berhadapan dengan pemain terbaik dunia tersebut.
Termasuk, kekalahannya saat bertemu Chong Wei pada babak knock-outOlimpiade 2012 London.Saat itu,dia juga kalah straight set 12-21,8-21. ”Simon tidak tampil dengan maksimal. Dia terlalu banyak membuat kesalahan sendiri,terutama pada set pertama. Karena itu,saya mampu mengendalikan pertandingan,” ujar Chong Wei,yang akan bertemu pemain Thailand Boonsak Ponsana pada final nanti,dilansir AFP.
Pernyataan Chong Wei tersebut diakui Simon.Dia mengakui memang sedikit tidak fokus dan kerap ragu-ragu pada pertandingan set pertama.Akibatnya,dia banyak melakukan kesalahan tidak perlu. ”Sebetulnya,saya tahu arah bola,tapi saya tidak bisa berbuat banyak.Dia terlalu gesit dan kuat bagi saya.Saya harus akui kali ini benarbenar ditaklukkannya (kemarin),” ujar Simon. Simon sebetulnya harapan satu-satunya tunggal Indonesia di ajang Super Series Jepang Terbuka ini. Sebab,pemain lain tidak bisa melangkah mulus di ajang itu,termasuk Taufik Hidayat yang dihentikan Simon pada babak perempat final.
Sayangnya, langkah Simon juga tak langgeng.Sebab, dia langsung bertemu pemain terbaik dunia dan kalah pada babak 4 besar. Dengan kekalahan ini,Indonesia tinggal berharap dari unggulan kelima ganda campuran Muhammad Rijal/Liliyana Natsir. Mereka merebut tiket final setelah menundukkan unggulan kedua asal Jepang Shintaro Ikeda/Reiko Shiota 21-9,21-11 pada laga semifinal di Yoyogi Gymnasium, Tokyo. Pasangan Rijal/Liliyana sendiri merupakan pasangan dadakan.Sebelum itu,Liliyana berpasangan dengan Tontowi Ahmad,sedangkan Rijal berpasangan dengan Debby Susanto.
Hanya memang, Tontowi dan Debby fokus di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Masalahnya,apakah Rijal/Liliyana akan mampu menyempurnakan prestasi dengan menjadi juara pada ajang ini? Peluang tentu terbuka lebar.Apalagi, setelah melihat performa bagus mereka saat menghabisi unggulan kedua Turnamen Jepang Terbuka ini. Namun,Rijal/Liliyana tetap harus waspada.
Sebab,pada partai puncak hari ini,mereka akan berhadapan dengan pasangan tangguh asal Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh.Apalagi,unggulan pertama tersebut melangkah mulus ke babak final setelah menundukkan pasangan Jepang lain,Takeshi Kamura/ KoharuYonemoto,21-19,21-13. Selain itu,dari rekor pertemuan, Rijal/Liliyana pun masih kalah 0-1 dari pasangan Malaysia ini saat bertemu di Taiwan GP 2009. Karena itu,mereka harus waspada.
Dari rekor pertemuan,Simon memang nyaris tak punya peluang.Sebelum pertandingan semifinal Jepang Terbuka ini,dia sudah kalah 1-8 dari pemain asal Malaysia tersebut.Satu-satunya kemenangan terjadi saat bertemu di turnamen yang sama pada 2009. Faktanya,Simon kembali tak berbuat banyak.Dia kalah 7-21, 17-21 dari Chong Wei. Kekalahan itu pun melengkapi tiga derita sebelumnya saat berhadapan dengan pemain terbaik dunia tersebut.
Termasuk, kekalahannya saat bertemu Chong Wei pada babak knock-outOlimpiade 2012 London.Saat itu,dia juga kalah straight set 12-21,8-21. ”Simon tidak tampil dengan maksimal. Dia terlalu banyak membuat kesalahan sendiri,terutama pada set pertama. Karena itu,saya mampu mengendalikan pertandingan,” ujar Chong Wei,yang akan bertemu pemain Thailand Boonsak Ponsana pada final nanti,dilansir AFP.
Pernyataan Chong Wei tersebut diakui Simon.Dia mengakui memang sedikit tidak fokus dan kerap ragu-ragu pada pertandingan set pertama.Akibatnya,dia banyak melakukan kesalahan tidak perlu. ”Sebetulnya,saya tahu arah bola,tapi saya tidak bisa berbuat banyak.Dia terlalu gesit dan kuat bagi saya.Saya harus akui kali ini benarbenar ditaklukkannya (kemarin),” ujar Simon. Simon sebetulnya harapan satu-satunya tunggal Indonesia di ajang Super Series Jepang Terbuka ini. Sebab,pemain lain tidak bisa melangkah mulus di ajang itu,termasuk Taufik Hidayat yang dihentikan Simon pada babak perempat final.
Sayangnya, langkah Simon juga tak langgeng.Sebab, dia langsung bertemu pemain terbaik dunia dan kalah pada babak 4 besar. Dengan kekalahan ini,Indonesia tinggal berharap dari unggulan kelima ganda campuran Muhammad Rijal/Liliyana Natsir. Mereka merebut tiket final setelah menundukkan unggulan kedua asal Jepang Shintaro Ikeda/Reiko Shiota 21-9,21-11 pada laga semifinal di Yoyogi Gymnasium, Tokyo. Pasangan Rijal/Liliyana sendiri merupakan pasangan dadakan.Sebelum itu,Liliyana berpasangan dengan Tontowi Ahmad,sedangkan Rijal berpasangan dengan Debby Susanto.
Hanya memang, Tontowi dan Debby fokus di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Masalahnya,apakah Rijal/Liliyana akan mampu menyempurnakan prestasi dengan menjadi juara pada ajang ini? Peluang tentu terbuka lebar.Apalagi, setelah melihat performa bagus mereka saat menghabisi unggulan kedua Turnamen Jepang Terbuka ini. Namun,Rijal/Liliyana tetap harus waspada.
Sebab,pada partai puncak hari ini,mereka akan berhadapan dengan pasangan tangguh asal Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh.Apalagi,unggulan pertama tersebut melangkah mulus ke babak final setelah menundukkan pasangan Jepang lain,Takeshi Kamura/ KoharuYonemoto,21-19,21-13. Selain itu,dari rekor pertemuan, Rijal/Liliyana pun masih kalah 0-1 dari pasangan Malaysia ini saat bertemu di Taiwan GP 2009. Karena itu,mereka harus waspada.
(wbs)