Indonesia gigit jari di Yonex Japan Open 2012
Senin, 24 September 2012 - 07:02 WIB
Indonesia gigit jari di Yonex Japan Open 2012
A
A
A
Sindonews.com – Indonesia tanpa gelar di Yonex Japan Open 2012. Harapan dari nomor ganda campuran menguap setelah Muhammad Rijal/ Liliyana Natsir dikalahkan pasangan Malaysia Peng Soon Chan/ Liu Ying Gon 12- 21, 19-21 pada final di Yoyogi National Stadium, kemarin.
Dengan tersingkirnya Rijal/Liliyana, Indonesia gagal merebut satu pun gelar dalam tiga edisi beruntun di turnamen superseries tersebut.Japan Open 2009 menjadi catatan terakhir Indonesia bisa mencuri gelar.Saat itu,pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi satu-satu perwakilan Indonesia yang mampu meraih kemenangan di nomor ganda putra. Sejak itu,prestasi Indonesia memperlihatkan grafis menurun.
Tidak ada lagi gelar juara yang didapat,berlangsung sampai pada saat ini,yang mana para wakilwakil Indonesia terus berguguran di setiap babak. Setelah Simon Santoso,Taufik Hidayat, dan pasangan Alvent Yulianto/Kido berguguran,harapan Indonesia terhadap Rijal dan Liliyana pun tidak sesuai ekspektasi.Rijal dan Liliyana harus mengakui ketangguhan Peng Soon/Liu Ying.
Dalam tempo lebih dari setengah jam, ganda campuran Malaysia tersebut unggul dari berbagai aspek ketimbang wakil Indonesia. Peng Soon/Liu Ying unggul 15 angka berbanding 11 dari pada ganda campuran Indonesia dari segi keberhasilan melancarkan serangan lewat smes mematikan.Ketangguhan pasangan Malaysia kembali terlihat dari perolehan angka lewat permainan net.
Dari keberhasilan ini,Rijal dan Liliyana hanya mampu meraih tujuh poin berbanding sembilan. Menanggapi kembali terpuruknya prestasi Indonesia di ajang bulu tangkis dunia,mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Yacob Rusdianto menerangkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan Indonesia di ajang Japan Open tahun ini. “Kami hanya mengirim empat tim di turnamen tersebut,karena ajang ini juga berbenturan dengan PON di Riau.Secara spesifik,tentu kami tidak bisa membebankan kegagalan ini kepada atlet.
Soal kegagalan Rijal dan Liliyana,keduanya masih baru dipasangkan,”ungkap Yacob, saat dihubungi SINDO,kemarin. Yacob mengatakan,hasil pebulu tangkis Indonesia di ajang Yonex Japan Open 2012 akan dievaluasi.Dalam proses evaluasi itu dilakukan secara terukur. Karena,memang saat ini prestasi olahraga bulu tangkis di Indonesia sudah sangat tertinggal.Apalagi,di Japan Open tahun ini seluruh pemain China menarik diri sehingga kesulitan sedikit berkurang. “Kami harus berlari mengatasi ketertinggalan.
Hasil ini pun akan dievaluasi dengan maksimal.Kami dan semua pihak ingin agar prestasi bulu tangkis kembali pada era keemasan,” ujarnya. Tugas berat membangkitkan cabang bulu tangkis di Indonesia memang jadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan Ketua Umum (Ketum) PBSI Gita Wirjawan yang baru terpilih dalam kongres PBSI,20–21 September lalu di Yogyakarta.Bagaimana berusaha mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia di kancah dunia,tentu sangat diharapkan bisa terjadi.
“Banyak permasalahan yang membuat prestasi olahraga bulu tangkis turun seperti saat ini.Karena itu,kontribusi semua pihak harus dimaksimalkan,termasuk dukungan pemerintah.Jika semua pihak tidak bisa satu membangun,tentu akan sulit pencapaian bulu tangkis kita bisa kembali cemerlang,”tandasYacob. Hasil lainnya,di nomor bergengsi tunggal putra,pebulu tangkis Malaysia Chong Wei berjaya setelah mengalahkan wakil Thailand Boonsak Ponsana dengan skor 21-18,21-18.
Chong Wei hanya butuh 41 menit untuk menyudahi perjuangan Boonsak sekaligus memastikan gelar keduanya di turnamen ini.Sebelumnya Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama meraih gelar pada edisi 2010. Di tunggal putri,andalan Taiwan Tzu Ying Tai berhasil menundukkan pemain Jepang Eriko Hiroshe.Tzu harus kerja keras untuk merebut kemenangan 9-21, 21-9,21-14 dalam tempo hampir satu jam.
Di ganda putra,unggulan ketujuh dari Korea Selatan Kim Ki-jung/Kim Sa-rang mengubur impian unggulan satu asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boo Heong dengan skor 21-16,21-19.Di ganda putri, pasangan Hong Kong Lok Yan Poon/Ying Suet Tse menyabet gelar pertamanya setelah mengalahkan duet tuan rumah Matsuo Shizuka/Naito Mami 21-17,22-20.
Dengan tersingkirnya Rijal/Liliyana, Indonesia gagal merebut satu pun gelar dalam tiga edisi beruntun di turnamen superseries tersebut.Japan Open 2009 menjadi catatan terakhir Indonesia bisa mencuri gelar.Saat itu,pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi satu-satu perwakilan Indonesia yang mampu meraih kemenangan di nomor ganda putra. Sejak itu,prestasi Indonesia memperlihatkan grafis menurun.
Tidak ada lagi gelar juara yang didapat,berlangsung sampai pada saat ini,yang mana para wakilwakil Indonesia terus berguguran di setiap babak. Setelah Simon Santoso,Taufik Hidayat, dan pasangan Alvent Yulianto/Kido berguguran,harapan Indonesia terhadap Rijal dan Liliyana pun tidak sesuai ekspektasi.Rijal dan Liliyana harus mengakui ketangguhan Peng Soon/Liu Ying.
Dalam tempo lebih dari setengah jam, ganda campuran Malaysia tersebut unggul dari berbagai aspek ketimbang wakil Indonesia. Peng Soon/Liu Ying unggul 15 angka berbanding 11 dari pada ganda campuran Indonesia dari segi keberhasilan melancarkan serangan lewat smes mematikan.Ketangguhan pasangan Malaysia kembali terlihat dari perolehan angka lewat permainan net.
Dari keberhasilan ini,Rijal dan Liliyana hanya mampu meraih tujuh poin berbanding sembilan. Menanggapi kembali terpuruknya prestasi Indonesia di ajang bulu tangkis dunia,mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Yacob Rusdianto menerangkan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan Indonesia di ajang Japan Open tahun ini. “Kami hanya mengirim empat tim di turnamen tersebut,karena ajang ini juga berbenturan dengan PON di Riau.Secara spesifik,tentu kami tidak bisa membebankan kegagalan ini kepada atlet.
Soal kegagalan Rijal dan Liliyana,keduanya masih baru dipasangkan,”ungkap Yacob, saat dihubungi SINDO,kemarin. Yacob mengatakan,hasil pebulu tangkis Indonesia di ajang Yonex Japan Open 2012 akan dievaluasi.Dalam proses evaluasi itu dilakukan secara terukur. Karena,memang saat ini prestasi olahraga bulu tangkis di Indonesia sudah sangat tertinggal.Apalagi,di Japan Open tahun ini seluruh pemain China menarik diri sehingga kesulitan sedikit berkurang. “Kami harus berlari mengatasi ketertinggalan.
Hasil ini pun akan dievaluasi dengan maksimal.Kami dan semua pihak ingin agar prestasi bulu tangkis kembali pada era keemasan,” ujarnya. Tugas berat membangkitkan cabang bulu tangkis di Indonesia memang jadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan Ketua Umum (Ketum) PBSI Gita Wirjawan yang baru terpilih dalam kongres PBSI,20–21 September lalu di Yogyakarta.Bagaimana berusaha mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia di kancah dunia,tentu sangat diharapkan bisa terjadi.
“Banyak permasalahan yang membuat prestasi olahraga bulu tangkis turun seperti saat ini.Karena itu,kontribusi semua pihak harus dimaksimalkan,termasuk dukungan pemerintah.Jika semua pihak tidak bisa satu membangun,tentu akan sulit pencapaian bulu tangkis kita bisa kembali cemerlang,”tandasYacob. Hasil lainnya,di nomor bergengsi tunggal putra,pebulu tangkis Malaysia Chong Wei berjaya setelah mengalahkan wakil Thailand Boonsak Ponsana dengan skor 21-18,21-18.
Chong Wei hanya butuh 41 menit untuk menyudahi perjuangan Boonsak sekaligus memastikan gelar keduanya di turnamen ini.Sebelumnya Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama meraih gelar pada edisi 2010. Di tunggal putri,andalan Taiwan Tzu Ying Tai berhasil menundukkan pemain Jepang Eriko Hiroshe.Tzu harus kerja keras untuk merebut kemenangan 9-21, 21-9,21-14 dalam tempo hampir satu jam.
Di ganda putra,unggulan ketujuh dari Korea Selatan Kim Ki-jung/Kim Sa-rang mengubur impian unggulan satu asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boo Heong dengan skor 21-16,21-19.Di ganda putri, pasangan Hong Kong Lok Yan Poon/Ying Suet Tse menyabet gelar pertamanya setelah mengalahkan duet tuan rumah Matsuo Shizuka/Naito Mami 21-17,22-20.
(wbs)