Persiba tolak konsep 'sponsor tunggal' LPIS
Senin, 24 September 2012 - 23:51 WIB
Persiba tolak konsep 'sponsor tunggal' LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul menolak keras dengan konsep kompetisi 'sponsor tunggal' yang diajukan PT LPIS. Menurut Laskar Sultan Agung, julukan Persiba konsep tersebut dipandang nyeleneh dan konyol. Dalam konsep ini, klub akan dicarikan sponsor tunggal. Nantinya seluruh klub bakal dilelang kepada penyandang dana. Dari sanalah klub akan mendapatkan jatah rupiah untuk mengikuti kompetisi profesional.
"Dengan kata lain konsep konsorsium diganti konsep sponsor tunggal. Semua dipukul rata. Jika dananya kurang, kita disuruh nombok sendiri. Ini konsep yang sangat konyol,” kata Manajer Persiba Briyanto AS, Senin (24/9/2012).
Menurut dia, dengan konsep ini klub bakal mendapatkan kucuran dana yang lebihsedikit dibanding konsep konsorsium. Jika ini dipaksakan, Briyanto menilai Persiba akan lebih baik turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Menurut dia, kompetisi garapan PT LI ini memberi kebebasan lebih kepada klub dalam mencari sponsor. Di samping itu, kompetisi yang akhirnya kembali dilegalkan ini dijamin lebih memiliki gereget. Efeknya, animo penonton bakal meningkat drastis dari musim lalu saat turun di IPL.
"Kalau dana yang diterima klub lebih sedikit, atau celakanya ternyata sama saja besarannya ya mending ikut ISL saja. Buat apa ikut kompetisi bentukan LPIS yang sepi penonton dan tanpa gereget. ISL jelas lebih greget,” terangnya kesal.
LPIS, sambung Briyanto lebih nyeleneh lagi. Operator kompetisi yang dikomandani Widjayanto ngotot mengajak PT LI berunding agar mau menggabungkan kompetisi. "Mereka pasti enggan karena sudah punya konsep kompetisi yang jelas dan professional. Ditambah sekarang legal," sambungnya.
Carik Paserbumi, Paryanto mengatakan ada konsekuensi jika Persiba menyeberang ke ISL. Keuntungannya, Persiba bakal berkompetisi di ajang yang lebih gereget. Sehingga animo penonton menyaksikkan laga kandang bakal kembali menggila seperti saat berlaga di Divisi Utama.
Dampak negatifnya, peluang Persiba finis di papan atas semakin menipis. Pasalnya, tingkat persaingan di ISL pastinya bakal tiga kali lebih ketat karena disana bercokol tim-tim tangguh macam Persib Bandung, Persipura Jayapura atau Sriwijaya FC.
“Bisa juga kami jadi bulan-bulanan. Karena persiapan kami tak sematang klub-klub ISL lainnya. Banyak di antara mereka yang sudah menyiapkan tim sejak bulan lalu. Sedangkan kami, latihan saja belum pernah,” terangnya.
"Dengan kata lain konsep konsorsium diganti konsep sponsor tunggal. Semua dipukul rata. Jika dananya kurang, kita disuruh nombok sendiri. Ini konsep yang sangat konyol,” kata Manajer Persiba Briyanto AS, Senin (24/9/2012).
Menurut dia, dengan konsep ini klub bakal mendapatkan kucuran dana yang lebihsedikit dibanding konsep konsorsium. Jika ini dipaksakan, Briyanto menilai Persiba akan lebih baik turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Menurut dia, kompetisi garapan PT LI ini memberi kebebasan lebih kepada klub dalam mencari sponsor. Di samping itu, kompetisi yang akhirnya kembali dilegalkan ini dijamin lebih memiliki gereget. Efeknya, animo penonton bakal meningkat drastis dari musim lalu saat turun di IPL.
"Kalau dana yang diterima klub lebih sedikit, atau celakanya ternyata sama saja besarannya ya mending ikut ISL saja. Buat apa ikut kompetisi bentukan LPIS yang sepi penonton dan tanpa gereget. ISL jelas lebih greget,” terangnya kesal.
LPIS, sambung Briyanto lebih nyeleneh lagi. Operator kompetisi yang dikomandani Widjayanto ngotot mengajak PT LI berunding agar mau menggabungkan kompetisi. "Mereka pasti enggan karena sudah punya konsep kompetisi yang jelas dan professional. Ditambah sekarang legal," sambungnya.
Carik Paserbumi, Paryanto mengatakan ada konsekuensi jika Persiba menyeberang ke ISL. Keuntungannya, Persiba bakal berkompetisi di ajang yang lebih gereget. Sehingga animo penonton menyaksikkan laga kandang bakal kembali menggila seperti saat berlaga di Divisi Utama.
Dampak negatifnya, peluang Persiba finis di papan atas semakin menipis. Pasalnya, tingkat persaingan di ISL pastinya bakal tiga kali lebih ketat karena disana bercokol tim-tim tangguh macam Persib Bandung, Persipura Jayapura atau Sriwijaya FC.
“Bisa juga kami jadi bulan-bulanan. Karena persiapan kami tak sematang klub-klub ISL lainnya. Banyak di antara mereka yang sudah menyiapkan tim sejak bulan lalu. Sedangkan kami, latihan saja belum pernah,” terangnya.
(akr)