Kursi kepelatihan Allegri terancam
Selasa, 25 September 2012 - 06:31 WIB
Kursi kepelatihan Allegri terancam
A
A
A
Sindonews.com - Massimiliano Allegri sepertinya harus bersiap meninggalkan San Siro. Dia bisa saja dipecat sewaktu-waktu setelah AC Milan kembali menelan malu akibat dikalahkan Udinese 1-2, akhir pekan lalu. Gol dari Mattias Ranegie dan Antonio Di Natale di Stadio Communale Friuli yang hanya dibalas Stephan El Shaarawy memaksa Milan kembali gigit jari.
Kekalahan itu merupakan yang ketiga bagi I Rossoneri, julukan Milan dari empat laga Seri A musim ini. Mereka kini terancam masuk zona degradasi karena terdampar di peringkat 15 dengan torehan tiga poin. Hasil tersebut melanjutkan keterpurukan Milan saat mengawali kompetisi selama lima musim terakhir.
Pada periode itu mereka juga terus mencatat hasil mengecewakan. Tapi, hasil musim ini merupakan pertama kalinya bagi Milan menderita tiga kekalahan dari empat laga. Sebelumnya, Milan hanya dua kali tumbang yang terjadi pada musim 2008/2009.
Ketidakberdayaan Allegri juga terjadi di Liga Champions. Dimana Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol kontra Anderlecht saat laga pertama penyisihan Grup C, meski berstatus tuan rumah. Satu-satunya hasil positif mantan arsitek Cagliari itu di kompetisi resmi adalah kala menekuk Bologna 3-1. Entah karena dipengaruhi hengkangnya Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva atau ada faktor lain. Yang jelas,Allegri tidak bisa memenuhi ekspektasi di awal musim.
Hal ini memunculkan spekulasi posisinya sebagai pelatih Milan berada dalam bahaya. Adanya keresahan Milanisti, suporter Milan lantaran tim kesayangannya terus terpuruk juga bisa berujung pemecatan. “Rasanya tidak ada gunanya jika membahas soal pemecatan. Sebab, itu bukan keputusan saya. Jujur saja, saya tidak merasa bersalah atau menjadi korban. Selain itu, saya juga tidak ada masalah dengan Milan,” ujar Allegri, dikutip Football Italia.
Allegri yakin akan terus bertahan di San Siro. Apalagi para petinggi Milan sudah memberi jaminan masih memberikan kepercayaan kepada dirinya. Artinya tidak akan ada pemecatan seperti yang diberitakan media. Pernyataan Allegri didukung Wakil Presiden Milan Adriano Galliani. Dia menegaskan tidak ada rencana mengganti pelatih dalam waktu dekat. Jadi,isu akan adanya suksesi merupakan suatu kebohongan.
“Kami akan terus melangkah bersama (Massimiliano) Allegri. Jangan lupa, dia sudah mengumpulkan 162 angka dalam dua musim. Itu bukan prestasi yang mudah disamai,” tandas Galliani.
Tradisi turut memihak Allegri. Milan belum pernah memecat pelatih di pertengahan musim selama 12 tahun belakangan. Arsitek yang hadir biasanya bertugas minimal 12 bulan sebelum digantikan. Artinya, pergantian pelatih bisa terlaksana setelah kompetisi usai. Terakhir kali terjadi suksesi ketika liga masih berlangsung musim 2001/2002. Namun, bukan berarti Allegri bisa bernapas lega karena mulai bermunculan nada sumbang.
Ada beberapa pihak yang menyarankan agar Milan segera memecatnya. Pasalnya sosok berusia 45 tahun itu tidak lagi kredibel. Allegri dinilai sudah kehilangan dukungan, baik dari armadanya, veteran maupun pemain muda. Itu terlihat dari kurangnya disiplin para pemain saat tampil di lapangan. Bahkan tidak jarang pemainnya tak mengacuhkan instruksinya.
Ini bertanda suasana kamar ganti Milan sudah tidak kondusif dan perlu pencerahan secepatnya. Menambah amunisi merupakan opsi paling ideal. Namun itu mustahil mengingat pihak manajemen tidak punya uang untuk belanja. Jadi mengganti Allegri merupakan satu-satunya jalan. Pilihan itu makin masuk akal karena banyaknya kandidat pengganti. Apalagi di antaranya cukup memahami Milan karena pernah menjadi personelnya seperti Gennaro Gattuso dan Filippo Inzaghi. Calon lainnya juga bisa dipercaya punya trek rekor bagus macam Josep Guardiola, Frank Rijkaard atau Rafael Benitez.
Kekalahan itu merupakan yang ketiga bagi I Rossoneri, julukan Milan dari empat laga Seri A musim ini. Mereka kini terancam masuk zona degradasi karena terdampar di peringkat 15 dengan torehan tiga poin. Hasil tersebut melanjutkan keterpurukan Milan saat mengawali kompetisi selama lima musim terakhir.
Pada periode itu mereka juga terus mencatat hasil mengecewakan. Tapi, hasil musim ini merupakan pertama kalinya bagi Milan menderita tiga kekalahan dari empat laga. Sebelumnya, Milan hanya dua kali tumbang yang terjadi pada musim 2008/2009.
Ketidakberdayaan Allegri juga terjadi di Liga Champions. Dimana Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol kontra Anderlecht saat laga pertama penyisihan Grup C, meski berstatus tuan rumah. Satu-satunya hasil positif mantan arsitek Cagliari itu di kompetisi resmi adalah kala menekuk Bologna 3-1. Entah karena dipengaruhi hengkangnya Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva atau ada faktor lain. Yang jelas,Allegri tidak bisa memenuhi ekspektasi di awal musim.
Hal ini memunculkan spekulasi posisinya sebagai pelatih Milan berada dalam bahaya. Adanya keresahan Milanisti, suporter Milan lantaran tim kesayangannya terus terpuruk juga bisa berujung pemecatan. “Rasanya tidak ada gunanya jika membahas soal pemecatan. Sebab, itu bukan keputusan saya. Jujur saja, saya tidak merasa bersalah atau menjadi korban. Selain itu, saya juga tidak ada masalah dengan Milan,” ujar Allegri, dikutip Football Italia.
Allegri yakin akan terus bertahan di San Siro. Apalagi para petinggi Milan sudah memberi jaminan masih memberikan kepercayaan kepada dirinya. Artinya tidak akan ada pemecatan seperti yang diberitakan media. Pernyataan Allegri didukung Wakil Presiden Milan Adriano Galliani. Dia menegaskan tidak ada rencana mengganti pelatih dalam waktu dekat. Jadi,isu akan adanya suksesi merupakan suatu kebohongan.
“Kami akan terus melangkah bersama (Massimiliano) Allegri. Jangan lupa, dia sudah mengumpulkan 162 angka dalam dua musim. Itu bukan prestasi yang mudah disamai,” tandas Galliani.
Tradisi turut memihak Allegri. Milan belum pernah memecat pelatih di pertengahan musim selama 12 tahun belakangan. Arsitek yang hadir biasanya bertugas minimal 12 bulan sebelum digantikan. Artinya, pergantian pelatih bisa terlaksana setelah kompetisi usai. Terakhir kali terjadi suksesi ketika liga masih berlangsung musim 2001/2002. Namun, bukan berarti Allegri bisa bernapas lega karena mulai bermunculan nada sumbang.
Ada beberapa pihak yang menyarankan agar Milan segera memecatnya. Pasalnya sosok berusia 45 tahun itu tidak lagi kredibel. Allegri dinilai sudah kehilangan dukungan, baik dari armadanya, veteran maupun pemain muda. Itu terlihat dari kurangnya disiplin para pemain saat tampil di lapangan. Bahkan tidak jarang pemainnya tak mengacuhkan instruksinya.
Ini bertanda suasana kamar ganti Milan sudah tidak kondusif dan perlu pencerahan secepatnya. Menambah amunisi merupakan opsi paling ideal. Namun itu mustahil mengingat pihak manajemen tidak punya uang untuk belanja. Jadi mengganti Allegri merupakan satu-satunya jalan. Pilihan itu makin masuk akal karena banyaknya kandidat pengganti. Apalagi di antaranya cukup memahami Milan karena pernah menjadi personelnya seperti Gennaro Gattuso dan Filippo Inzaghi. Calon lainnya juga bisa dipercaya punya trek rekor bagus macam Josep Guardiola, Frank Rijkaard atau Rafael Benitez.
(akr)