KONI Jatim kecolongan Jabar

Selasa, 25 September 2012 - 18:10 WIB
KONI Jatim kecolongan...
KONI Jatim kecolongan Jabar
A A A
Sindonews.com - Kontingen Jawa Timur sudah jelas terpuruk di ajang PON XVIII/Riau. Namun KONI Jawa Timur sebagai induk organisasi tertinggi olahraga justru masih mengaku belum tahu pasti penyebabnya.

Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror mengatakan sampai saat ini kegagalan Jatim mempertahankan gelar juara umum masih menjadi misteri. "Semuanya masih misteri, kita tidak tahu kenapa target banyak meleset, " ujarnya di Kantor KONI Jatim, Selasa (25/9).

Untuk mengetahui penyebabnya, lanjut Abror, KONI Jatim akan membentuk tim evaluasi. " Kita sudah meminta kepada Profesor Toho Kholik untuk segera membentuk tim evalusi. Dalam waktu dekat ini meraka akan bekerja, mungkin pekan depan satu persatu cabor akan dipanggil, " ucapnya.

Secara kualitas, menurut Abror atlet Jawa Timur tidak kalah dengan daerah lain. Seperti di cabor renang dan panjat tebing lebih unggul dibandingkan daerah lainya. ''Banyak nomor-nomor terukur dan lawannya itu-itu saja, tapi gagal emas. Ini yang perlu dievaluasi secara total,” paparnya.

Di PON XVIII/Riau, prestasi kedua cabor lumbung emas Jatim itu terjun bebas. Panjat tebing dari terget 9 emas hanya mendapat 2 emas. Sedangkan renang malah lebih tragis, sama sekali tidak mendapatkan emas. Padahal Jatim diperkuat perenang SEA Games, 2011, Eny Susilowati. "Di PON Katim, renang menjadi hero, tapi sekarang zero, " keluhnya.

Tak pelak melihat kondisi seperti ini, indikasi cabor "menjual emas" kepada kontingen lain mulai meyeruak."Saya juga rasakan, tapi tidak mudah membuktika. Selain itu tidak semua permasalahan di cabor disamakan. Bisa jadi ada faktor-faktor lain ” ujarnya.

Diakui Abror, atmosfer pertandingan di PON XVIII/2012 Riau berbeda dari sebelumnya. Bahkan, pihak KONI Jawa Timur maupun masing-masing pengurus kontingen sudah sudah berusaha secara maksimal demi mendapatkan hasil terbaik. "Bonus mentas sudah kita naikkan tiga kali lipat, tapi saat pertandingan ada saja kendalanya," ujarnya.

Namun Abror mengakui, salah satu penyebab kegagalan Jatim karena salah satu program spot inteligent tidak berjalan. Akibatnya, Jatim tidak mengatahui kondisi lawan. "Informasi soal Jabar kita ketahui terlambat, mereka ternyata sudah mengirim atlet sejak setahun lalu. Mestinya kita tahu sejak setahun lalu, bukan sekarang," ujarnya.

Selain itu, Abror juga mengakui jika pihaknya terlalu fokus mengawasi DKI Jakarta yang dianggap rival terberat di PON, "Harus saya akui kita terlalu berfikir Jakarta, tidak melihat daerah lain. Berapa banyak nomor Jatim yang justru di ambil Jabar, Bali dan Jawa Tengah, " ujarnya
(aww)
Berita Terkini
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
8 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
9 jam yang lalu
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
12 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
18 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
18 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved