Gulat tak menyesal gagal sumbang emas
Selasa, 25 September 2012 - 19:15 WIB
Gulat tak menyesal gagal sumbang emas
A
A
A
Sindonews.com - Cabang olahraga gulat, termasuk dari sekian banyak cabor yang gagal mendulang medali emas bagi Jatim di PON XVIII/Riau. Namun Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jatim justru tidak terlalu menyesal.
Ketua Harian Pengprov PGSI Jatim, M Sadeli mengatakan jika para pegulat Jatim yang tampil di Riau mempunyai masa depan cerah karena masih berusia di bawah 22 tahun. ''Mereka memiliki prospek yang bagus. Sekarang gagal tidak apa-apa. Ke depan, mereka bakal menjadi andalan Jatim, khususnya di PON Jabar,” ujarnya.
Di PON XVIII/Riau, cabor gulat tampil mengecewakan. Sebab, dari 2 medali emas yang ditargetkan, hanya mampu membawa pulang 6 perak dan 3 perunggu. Padahal selam kiprah di PON, gulat tidak pernah gagal mendulang emas. Terakhir di PON Kaltim/2008, gulat menyumbang tiga medali emas. "Pembatasan usia yang diberlakukan mendadak di Riau, membuat beberapa pegulat yang sudah kita siapkan tidak bisa tampil, " ujar Sadeli.
Di arena gulat PON Riau kemarin, Jatim berkekuatan 13 pegulat. Dari 13 pegulat tersebut, hanya 3 pegulat yang tergolong senior. Yaitu, Heri Rudianto (55 Kg Grego), Sandy Romadhon ( 74 Kg Bebas) dan Sulis Yuliani (51 Kg putri). Sisanya adalah pegulat junior. Antara lain, Sugiono, Hasan Sidiq, Bima Putra, Edi Susanto dan Eka Nur Fitriana Sari.
Selama berlaga di arena gulat, 13 pegulat itu mampu merebut 6 perak dan 3 perunggu. Enam perak disumbangkan satu pegulat senior, yaitu Sandy. Sisanya lima perak disumbangkan pegulat junior. ''PON Jabar nanti, Sandy dan Sulis yang mendapat perunggu sudah tidak bisa tampil lagi. Usianya sudah melewati batas usia yang ditetapkan KONI Pusat,” tandasnya.
Batasan usia atlet gulat sudah mulai diterapkan pada PON Riau, yakni di bawah 30 tahun. Sandy dan Sulis praktis pensiun di PON Jabar, karena usianya sudah di atas 30 tahun. Usia keduanya sekarang menginjak 28 tahun. ''Saatnya pegulat muda yang tampil di PON Jabar nanti,” tegasnya.
Mantan pegulat nasional itu optimistis gulat Jatim bakal berkibar pada PON Jabar empat tahun yang akan datang. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi pegulat muda Jatim di final sudah tidak bisa tampil. ''Sekarang dapat perak, di PON Jabar nanti dapat emas,” tandasnya yakin.
Ketua Harian Pengprov PGSI Jatim, M Sadeli mengatakan jika para pegulat Jatim yang tampil di Riau mempunyai masa depan cerah karena masih berusia di bawah 22 tahun. ''Mereka memiliki prospek yang bagus. Sekarang gagal tidak apa-apa. Ke depan, mereka bakal menjadi andalan Jatim, khususnya di PON Jabar,” ujarnya.
Di PON XVIII/Riau, cabor gulat tampil mengecewakan. Sebab, dari 2 medali emas yang ditargetkan, hanya mampu membawa pulang 6 perak dan 3 perunggu. Padahal selam kiprah di PON, gulat tidak pernah gagal mendulang emas. Terakhir di PON Kaltim/2008, gulat menyumbang tiga medali emas. "Pembatasan usia yang diberlakukan mendadak di Riau, membuat beberapa pegulat yang sudah kita siapkan tidak bisa tampil, " ujar Sadeli.
Di arena gulat PON Riau kemarin, Jatim berkekuatan 13 pegulat. Dari 13 pegulat tersebut, hanya 3 pegulat yang tergolong senior. Yaitu, Heri Rudianto (55 Kg Grego), Sandy Romadhon ( 74 Kg Bebas) dan Sulis Yuliani (51 Kg putri). Sisanya adalah pegulat junior. Antara lain, Sugiono, Hasan Sidiq, Bima Putra, Edi Susanto dan Eka Nur Fitriana Sari.
Selama berlaga di arena gulat, 13 pegulat itu mampu merebut 6 perak dan 3 perunggu. Enam perak disumbangkan satu pegulat senior, yaitu Sandy. Sisanya lima perak disumbangkan pegulat junior. ''PON Jabar nanti, Sandy dan Sulis yang mendapat perunggu sudah tidak bisa tampil lagi. Usianya sudah melewati batas usia yang ditetapkan KONI Pusat,” tandasnya.
Batasan usia atlet gulat sudah mulai diterapkan pada PON Riau, yakni di bawah 30 tahun. Sandy dan Sulis praktis pensiun di PON Jabar, karena usianya sudah di atas 30 tahun. Usia keduanya sekarang menginjak 28 tahun. ''Saatnya pegulat muda yang tampil di PON Jabar nanti,” tegasnya.
Mantan pegulat nasional itu optimistis gulat Jatim bakal berkibar pada PON Jabar empat tahun yang akan datang. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi pegulat muda Jatim di final sudah tidak bisa tampil. ''Sekarang dapat perak, di PON Jabar nanti dapat emas,” tandasnya yakin.
(aww)