Musim terburuk Schumacher
Rabu, 26 September 2012 - 04:15 WIB
Musim terburuk Schumacher
A
A
A
Sindonews.com - Pengalaman setiap pembalap pasti pernah melakukan kesalahan. Itu pula yang dialami Michael Schumacher. Dia menjadi biang insiden tabrakan dengan Jean-Eric Vergne pada lomba GP Singapura, Minggu 23 September 2012 yang lalu.
Pembalap veteran asal Jerman ini mengaku bersalah dengan insiden yang dialaminya itu. Meski FIA memberikan hukuman penalti mundur 10 grid dari start di Sirkuit Suzuka, Jepang, 7 Oktober mendatang. Schumi, panggilan Schumacher tetap saja merasa tidak enak hati dengan pembalap termuda di F1 itu. Yang jelas hasil ini membuktikan bahwa Schumacher tidak dalam performa terbaiknya musim ini.
Dari 14 balapan yang sudah berlangsung dia gagal menyelesaikan tujuh perlombaan pada musim ini. Ini merupakan musim terburuknya selama berkarier di F1. Pada musim-musim sebelumnya, dia selalu konsisten saat balapan dan tidak pernah gagal finis lebih dari lima balapan. Alhasil, performanya sebagai pembalap makin dipertanyakan.
Apalagi saat ini, usianya sudah menginjak 43 tahun. Terlebih, kini dia sering melakukan kesalahan dan merugikan pembalap lain. Salah satunya tentu saja pada balapan di GP Singapura. Meski mengakui deselerasi mobilnya tidak bekerja dengan baik seperti di lap-lap sebelumnya, Schumacher masih tidak mengetahui kenapa itu bisa terjadi.
”Saya sudah menginjak rem dengan sangat keras. Apalagi saya dikelilingi banyak mobil dan telah mencoba rem sekeras mungkin. Tapi, kecelakaan tidak dapat terelakan lagi,” ujar Schumi,dilansir NBC Sport.
Di sisi lain,Team Principal Mercedes Ross Brawn mengatakan,kecelakaan di lintasan tersebut adalah salah satu kejadian yang tidak biasa. Jadi, dia akan melakukan investigasi dari kendaraan yang dikemudikan Schumi.
Brawn juga mengaku akan berhati-hati melihat data dan bekerja keras untuk memperbaiki masalah itu. Insiden ini persis seperti yang terjadi di GP Spanyol. Saat itu, Schumi menabrak bagian belakang pembalap Williams Bruno Senna. Kejadian itu membuat Schumi mendapatkan penalti.
Pembalap veteran asal Jerman ini mengaku bersalah dengan insiden yang dialaminya itu. Meski FIA memberikan hukuman penalti mundur 10 grid dari start di Sirkuit Suzuka, Jepang, 7 Oktober mendatang. Schumi, panggilan Schumacher tetap saja merasa tidak enak hati dengan pembalap termuda di F1 itu. Yang jelas hasil ini membuktikan bahwa Schumacher tidak dalam performa terbaiknya musim ini.
Dari 14 balapan yang sudah berlangsung dia gagal menyelesaikan tujuh perlombaan pada musim ini. Ini merupakan musim terburuknya selama berkarier di F1. Pada musim-musim sebelumnya, dia selalu konsisten saat balapan dan tidak pernah gagal finis lebih dari lima balapan. Alhasil, performanya sebagai pembalap makin dipertanyakan.
Apalagi saat ini, usianya sudah menginjak 43 tahun. Terlebih, kini dia sering melakukan kesalahan dan merugikan pembalap lain. Salah satunya tentu saja pada balapan di GP Singapura. Meski mengakui deselerasi mobilnya tidak bekerja dengan baik seperti di lap-lap sebelumnya, Schumacher masih tidak mengetahui kenapa itu bisa terjadi.
”Saya sudah menginjak rem dengan sangat keras. Apalagi saya dikelilingi banyak mobil dan telah mencoba rem sekeras mungkin. Tapi, kecelakaan tidak dapat terelakan lagi,” ujar Schumi,dilansir NBC Sport.
Di sisi lain,Team Principal Mercedes Ross Brawn mengatakan,kecelakaan di lintasan tersebut adalah salah satu kejadian yang tidak biasa. Jadi, dia akan melakukan investigasi dari kendaraan yang dikemudikan Schumi.
Brawn juga mengaku akan berhati-hati melihat data dan bekerja keras untuk memperbaiki masalah itu. Insiden ini persis seperti yang terjadi di GP Spanyol. Saat itu, Schumi menabrak bagian belakang pembalap Williams Bruno Senna. Kejadian itu membuat Schumi mendapatkan penalti.
(akr)