Gunakan tiga bek Stramaccioni siap berisiko
Rabu, 26 September 2012 - 09:31 WIB
Gunakan tiga bek Stramaccioni siap berisiko
A
A
A
Sindonews.com – Allenatore Inter Milan Andrea Stramaccioni siap berjudi dengan menyiapkan pola tiga pemain bertahan pada laga melawan Chievo Verona di Marc’Antonio Bentegodi,hari ini.
Keputusannya terbilang berisiko karena sistem tersebut pernah gagal. Football Italia melaporkan,rencana Stramaccioni menerapkan taktik tiga bek menyusul buruknya pertahanan dan performa tim.Inter sudah kebobolan lima kali dalam empat laga Seri A sehingga berujung dua kekalahan.Lemahnya koordinasi lini belakang kian terlihat pada partisipasi mereka di Liga Europa.I Nerazzurri—julukan Inter—telah kemasukan enam gol dalam lima pertandingan.
Stramaccioni terpaksa bertindak menyikapi keadaan ini.Andrea Ranocchia,Cristian Chivu, dan Juan Jesus dipersiapkan mengawal tim saat menghadapi Chievo.Jika Ranocchia gagal pulih tepat waktu,Walter Samuel diusung sebagai pengganti. Taktik tiga pemain belakang kembali populer di Eropa,terutama Italia,belakangan ini.Napoli,Udinese,Juventus,dan Fiorentina merupakan beberapa klub yang reguler menerapkannya.
Tim nasional Italia juga menggunakan sistem serupa kala mengikuti Piala Eropa 2012. Inter juga pernah memakai tiga bek pada era kepelatihan Gian Piero Gasperini.Namun, pilihan strateginya berakhir tragis.Inter gagal menang dalam empat pertandingan di seluruh kompetisi.I Nerazzurri cuma memetik satu angka di tiga partai Seri A dan kemasukan tujuh gol.Sementara pada satu laga Liga Champions, mereka takluk 0-1.
Gasperini kemudian dipecat dan digantikan Claudio Ranieri. Merujuk sejarah itu,entah mengapa Stramaccioni berani mengambil risiko.Tapi, mantan nakhoda tim Primavera AS Roma tersebut merasa perlu mengambil perubahan revolusioner agar peruntungan timnya berubah. “Kami tidak boleh kehilangan keyakinan terhadap proyek ini.Saya harap pemain dan manajemen terus mendukung dan memberi saya kesempatan.Pada saat sulit seperti inilah waktunya kami menunjukkan kesatuan,” ungkap Stramaccioni.
Keputusannya terbilang berisiko karena sistem tersebut pernah gagal. Football Italia melaporkan,rencana Stramaccioni menerapkan taktik tiga bek menyusul buruknya pertahanan dan performa tim.Inter sudah kebobolan lima kali dalam empat laga Seri A sehingga berujung dua kekalahan.Lemahnya koordinasi lini belakang kian terlihat pada partisipasi mereka di Liga Europa.I Nerazzurri—julukan Inter—telah kemasukan enam gol dalam lima pertandingan.
Stramaccioni terpaksa bertindak menyikapi keadaan ini.Andrea Ranocchia,Cristian Chivu, dan Juan Jesus dipersiapkan mengawal tim saat menghadapi Chievo.Jika Ranocchia gagal pulih tepat waktu,Walter Samuel diusung sebagai pengganti. Taktik tiga pemain belakang kembali populer di Eropa,terutama Italia,belakangan ini.Napoli,Udinese,Juventus,dan Fiorentina merupakan beberapa klub yang reguler menerapkannya.
Tim nasional Italia juga menggunakan sistem serupa kala mengikuti Piala Eropa 2012. Inter juga pernah memakai tiga bek pada era kepelatihan Gian Piero Gasperini.Namun, pilihan strateginya berakhir tragis.Inter gagal menang dalam empat pertandingan di seluruh kompetisi.I Nerazzurri cuma memetik satu angka di tiga partai Seri A dan kemasukan tujuh gol.Sementara pada satu laga Liga Champions, mereka takluk 0-1.
Gasperini kemudian dipecat dan digantikan Claudio Ranieri. Merujuk sejarah itu,entah mengapa Stramaccioni berani mengambil risiko.Tapi, mantan nakhoda tim Primavera AS Roma tersebut merasa perlu mengambil perubahan revolusioner agar peruntungan timnya berubah. “Kami tidak boleh kehilangan keyakinan terhadap proyek ini.Saya harap pemain dan manajemen terus mendukung dan memberi saya kesempatan.Pada saat sulit seperti inilah waktunya kami menunjukkan kesatuan,” ungkap Stramaccioni.
(wbs)