KONI Sulsel utamakan atlet usia muda
Rabu, 26 September 2012 - 22:54 WIB
KONI Sulsel utamakan atlet usia muda
A
A
A
Sindonews.com - KONI Sulawesi Selatan (Sulsel) akan terus memfokuskan pembinaan atlet usia muda. Upaya tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi untuk persiapan PON selanjutnya.
Pada PON XVIII di Riau, Sulsel mengirim 227 orang atlet untuk bertanding di 27 cabang olahraga (cabor). Dari jumlah tersebut, sekitar 65% adalah wajah-wajah baru atau atlet berusia muda. Sisanya adalah atlet senior.
Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Marzuki Wadeng mengatakan, PON XIX di Jawa Barat (Jawa Barat) nanti, komposisi atlet mudah akan ditambah. ''Kita upayakan 70% adalah atlet usia muda. Selebihnya yang berusia di atas 25 tahun,” sebutnya.
Dia mencontohkan, rata-rata atlet di cabor sepak takraw berusia di bawah 25 tahun. Bahkan ada yang masih di bawah 20 tahun. ''Aturan dari Pengurus Besar Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI), memang harus di bawah 25 tahun,” katanya.
Menurut Marzuki, atlet yang sudah berusia di atas 25 tahun, banyak dari cabang olahraga (cabor) karate. ''Tapi untuk karate kita tidak perlu khawatir kekurangan atlet,” sebutnya.
Faktor pendukungnya karena sistem regenerasi di tubuh Pengurus Provinsi Federasi Karate-Do (Pengprov FORKI), berjalan cukup baik. ''Yang senior pensiun, karateka junior sudah siap dipromosikan,” jelasnya.
Marzuki mengatakan, padatnya jadwal kompotisi diinduk perguruan maupun di FORKI, menjadi faktor pendukung munculnya atlet-atlet berprestasi usia muda. ''Kalau iklim organisasinya bagus, prestasinya juga tentu jauh lebih bagus,” katanya.
Sementara itu, pelatih karate yang sukses membawa Sulsel menjadi juara umum di PON XVIII 2012, Mursalim Badoo mengatakan, dari 18 atlet yang ikut di Riau, hampir setengahnya adalah atlet junior. ''Ini bagian dari regenerasi,” ucap dia.
Menurutnya, atlet-atlet wajah baru tersebut harus lebih cepat diperkenalkan dengan iklim pertandingan yang sarat tekanan. “Kalau sudah terbiasa diturunkan pada pertandingan sulit, nantinya mereka lebih percaya diri,” jelasnya.
Hasilnya cukup terbukti. PON Riau 2012, Sulsel menjadi juara umum dengan memborong enam emas, dua perak dan satu perunggu. ''PON Riau adalah capaian yang luar biasa untuk Sulsel. Karena baru terjadi lagi setelah 31 tahun,” katanya.
Menurutnya, pada tahun 1981 Sulsel juga meraih juara umum. Dan memori tersebut kembali terulang di Riau belum lama ini. ''Tentu ke depannya harus lebih baik lagi,” pungkasnya.
Pada PON XVIII di Riau, Sulsel mengirim 227 orang atlet untuk bertanding di 27 cabang olahraga (cabor). Dari jumlah tersebut, sekitar 65% adalah wajah-wajah baru atau atlet berusia muda. Sisanya adalah atlet senior.
Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Marzuki Wadeng mengatakan, PON XIX di Jawa Barat (Jawa Barat) nanti, komposisi atlet mudah akan ditambah. ''Kita upayakan 70% adalah atlet usia muda. Selebihnya yang berusia di atas 25 tahun,” sebutnya.
Dia mencontohkan, rata-rata atlet di cabor sepak takraw berusia di bawah 25 tahun. Bahkan ada yang masih di bawah 20 tahun. ''Aturan dari Pengurus Besar Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI), memang harus di bawah 25 tahun,” katanya.
Menurut Marzuki, atlet yang sudah berusia di atas 25 tahun, banyak dari cabang olahraga (cabor) karate. ''Tapi untuk karate kita tidak perlu khawatir kekurangan atlet,” sebutnya.
Faktor pendukungnya karena sistem regenerasi di tubuh Pengurus Provinsi Federasi Karate-Do (Pengprov FORKI), berjalan cukup baik. ''Yang senior pensiun, karateka junior sudah siap dipromosikan,” jelasnya.
Marzuki mengatakan, padatnya jadwal kompotisi diinduk perguruan maupun di FORKI, menjadi faktor pendukung munculnya atlet-atlet berprestasi usia muda. ''Kalau iklim organisasinya bagus, prestasinya juga tentu jauh lebih bagus,” katanya.
Sementara itu, pelatih karate yang sukses membawa Sulsel menjadi juara umum di PON XVIII 2012, Mursalim Badoo mengatakan, dari 18 atlet yang ikut di Riau, hampir setengahnya adalah atlet junior. ''Ini bagian dari regenerasi,” ucap dia.
Menurutnya, atlet-atlet wajah baru tersebut harus lebih cepat diperkenalkan dengan iklim pertandingan yang sarat tekanan. “Kalau sudah terbiasa diturunkan pada pertandingan sulit, nantinya mereka lebih percaya diri,” jelasnya.
Hasilnya cukup terbukti. PON Riau 2012, Sulsel menjadi juara umum dengan memborong enam emas, dua perak dan satu perunggu. ''PON Riau adalah capaian yang luar biasa untuk Sulsel. Karena baru terjadi lagi setelah 31 tahun,” katanya.
Menurutnya, pada tahun 1981 Sulsel juga meraih juara umum. Dan memori tersebut kembali terulang di Riau belum lama ini. ''Tentu ke depannya harus lebih baik lagi,” pungkasnya.
(aww)