Indra cuek Benny wakili PSMS ke PT LI
Kamis, 27 September 2012 - 22:35 WIB
Indra cuek Benny wakili PSMS ke PT LI
A
A
A
Sindonews.com - Operator kompetisi ISL, PT Liga Indonesia (LI), mengundang manajemen PSMS Medan untuk ikut manager meeting di Jakarta, Jumat besok (28/9). Dari manajemen PSMS ISL musim 2011/2012, Manajer Benny Tomasoa dan CEO Idris bakal hadir.
Benny menjelaskan, belum tahu agenda pastinya pertemuan yang akan berlangsung Jumat malam tersebut. Dia hanya mengatakan kedatangan pihaknya ke PT Liga, bukan berarti menentukan langkah PSMS untuk mengikuti kompetisi PT Liga. ''Kedatangan saya belum memastikan jalan PSMS ikut kompetisi musim depan di bawah PT Liga. Itu nanti akan ada rapat pengurus. Hanya saja, kami menerima undangan resmi dari PT Liga untuk ikut manager meeting besok (Jumat),” ujarnya.
Dia mengakui, dari kubu PSMS berharap pertemuan dengan PT Liga bisa juga menjawab beberapa persoalan yang sedang mendera PSMS. Mulai dari dualisme kepengurusan, gaji yang masih tertunggak enam bulan dan pembayaran hak PSMS dari PT Liga musim lalu.
''Kami tentu berharap di sana (Jakarta) dibahas. Soal dualisme, PT Liga memang sempat konfirmasi ke kami, apakah Indra Sakti yang ke PT Liga beberapa waktu lalu sama dengan pihak kami. Soal gaji bisa juga dibahas, termasuk bantuan liga yang katanya hanya tinggal Rp 500 juta, kenapa bisa hanya tinggal segitu. Nanti, kami juga butuh perincian, bisa jadi mungkin setelah dikurangi denda kartu merah dan lain sebagainya,” tuturnya.
Benny menegaskan pihaknya sejauh ini menginginkan PSMS satu. “Sebenarnya tidak sulit memecahkan semuanya, hanya butuh duduk semua satu meja untuk bicara. Kami inginkan PSMS satu. Jangan gara-gara pengurus ribut, nanti menyebabkan PSMS tidak ikut kompetisi,” jelasnya.
Indra Sakti, lanjutnya kalau mau mengurus PSMS, tidak perlu ditahan-tahan. ''Ya silakan saja, tapi kalau mau jadi ketua umum, ikutlah RULB pengurus harian. Dan kalau nanti mentok juga, dan pengurus harian tidak juga bisa menentukan ketua umum sampai mau dekat kompetisi ya biarkan Indra Sakti mengurus PSMS. Mengurus PSMS ini kan bukan hanya soal siapa ketua umumnya, tapi mampu apa enggak membiayai PSMS,” tukasnya.
Menanggapi kehadiran Benny ke PT LI, Indra bersikap santai. Menurutnya kedatangan Benny tersebut merupakan pertanggungjawaban manajemen PSMS musim lalu. ''Selama dimintai PT Liga Indonesia yang tentu saja berhak melakukannya, tidak masalah, itu hak mereka, itu sah-sah saja dan tidak ada intervensi akan hal itu,” ungkap Indra dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, PT LI juga berhak menentukan siapa yang layak untuk berkompetisi di ajang gawean mereka itu. Sebagai pengurus PSMS menurutnya, pihaknya menjunjung tinggi nilai sportivitas. ''Tergantung kepada mereka (PT LI) melihat yang mana. Permainan yang sportif itu tetap kita junjung tinggi. Budaya ini yang harus kita bangun,” kata Indra lagi.
Soal kompetisi yang bakal diikuti PSMS, Indra mengaku, pihaknya dan pengurus lain masih mempertimbangkan segala kemungkinan. ''Kami mau mencari data untuk mengambil keputusan yang paling memungkinkan untuk diikuti. Manager Meeting yang mereka (PT LI) buat besok, kami mau lihat juga keputusannya seperti apa,”ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan itu.
Dia mengaku, pengurus lama dan pengurus baru masing-masing memiliki kelemahan. Hal tersebutlah yang menurutnya harus diperbaiki dengan menjalin komunikasi untuk memperbaiki PSMS di masa mendatang. ''Masing-masing punya kelemahan dan kekurangan.Tujuan kami untuk memperbaiki kekurangan itu demi mewujudkan klub yang bisa membanggakan,” pungkasnya
Benny menjelaskan, belum tahu agenda pastinya pertemuan yang akan berlangsung Jumat malam tersebut. Dia hanya mengatakan kedatangan pihaknya ke PT Liga, bukan berarti menentukan langkah PSMS untuk mengikuti kompetisi PT Liga. ''Kedatangan saya belum memastikan jalan PSMS ikut kompetisi musim depan di bawah PT Liga. Itu nanti akan ada rapat pengurus. Hanya saja, kami menerima undangan resmi dari PT Liga untuk ikut manager meeting besok (Jumat),” ujarnya.
Dia mengakui, dari kubu PSMS berharap pertemuan dengan PT Liga bisa juga menjawab beberapa persoalan yang sedang mendera PSMS. Mulai dari dualisme kepengurusan, gaji yang masih tertunggak enam bulan dan pembayaran hak PSMS dari PT Liga musim lalu.
''Kami tentu berharap di sana (Jakarta) dibahas. Soal dualisme, PT Liga memang sempat konfirmasi ke kami, apakah Indra Sakti yang ke PT Liga beberapa waktu lalu sama dengan pihak kami. Soal gaji bisa juga dibahas, termasuk bantuan liga yang katanya hanya tinggal Rp 500 juta, kenapa bisa hanya tinggal segitu. Nanti, kami juga butuh perincian, bisa jadi mungkin setelah dikurangi denda kartu merah dan lain sebagainya,” tuturnya.
Benny menegaskan pihaknya sejauh ini menginginkan PSMS satu. “Sebenarnya tidak sulit memecahkan semuanya, hanya butuh duduk semua satu meja untuk bicara. Kami inginkan PSMS satu. Jangan gara-gara pengurus ribut, nanti menyebabkan PSMS tidak ikut kompetisi,” jelasnya.
Indra Sakti, lanjutnya kalau mau mengurus PSMS, tidak perlu ditahan-tahan. ''Ya silakan saja, tapi kalau mau jadi ketua umum, ikutlah RULB pengurus harian. Dan kalau nanti mentok juga, dan pengurus harian tidak juga bisa menentukan ketua umum sampai mau dekat kompetisi ya biarkan Indra Sakti mengurus PSMS. Mengurus PSMS ini kan bukan hanya soal siapa ketua umumnya, tapi mampu apa enggak membiayai PSMS,” tukasnya.
Menanggapi kehadiran Benny ke PT LI, Indra bersikap santai. Menurutnya kedatangan Benny tersebut merupakan pertanggungjawaban manajemen PSMS musim lalu. ''Selama dimintai PT Liga Indonesia yang tentu saja berhak melakukannya, tidak masalah, itu hak mereka, itu sah-sah saja dan tidak ada intervensi akan hal itu,” ungkap Indra dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, PT LI juga berhak menentukan siapa yang layak untuk berkompetisi di ajang gawean mereka itu. Sebagai pengurus PSMS menurutnya, pihaknya menjunjung tinggi nilai sportivitas. ''Tergantung kepada mereka (PT LI) melihat yang mana. Permainan yang sportif itu tetap kita junjung tinggi. Budaya ini yang harus kita bangun,” kata Indra lagi.
Soal kompetisi yang bakal diikuti PSMS, Indra mengaku, pihaknya dan pengurus lain masih mempertimbangkan segala kemungkinan. ''Kami mau mencari data untuk mengambil keputusan yang paling memungkinkan untuk diikuti. Manager Meeting yang mereka (PT LI) buat besok, kami mau lihat juga keputusannya seperti apa,”ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan itu.
Dia mengaku, pengurus lama dan pengurus baru masing-masing memiliki kelemahan. Hal tersebutlah yang menurutnya harus diperbaiki dengan menjalin komunikasi untuk memperbaiki PSMS di masa mendatang. ''Masing-masing punya kelemahan dan kekurangan.Tujuan kami untuk memperbaiki kekurangan itu demi mewujudkan klub yang bisa membanggakan,” pungkasnya
(aww)