PPSM Magelang tetap setia di bawah LPIS

Minggu, 30 September 2012 - 13:51 WIB
PPSM Magelang tetap...
PPSM Magelang tetap setia di bawah LPIS
A A A
Sindonews.com - PPSM Kartika Nusantara (KN) Magelang tampaknya tidak ingin ikutan latah dengan langkah sejumlah klub dari Indonesia Primier League (IPL) maupun Divisi Utama yang berada di bawah operator LPIS ingin lompat pagar ke liga yang dikelola PT Liga Indonesia (Liga). Tim berjuluk Macan Tidar ini tetap setia setia mengikuti kompetisi yang dikelola PT LPIS musim depan.

Media Officer PPSM KN Solahudin mengakui, akhir-akhir ini banyak klub yang ingin hjrah ke ISL atau liga yang dikelola PT Liga Indonesia. Terlebih setelah kedua operator liga, PT LPIS dan PT Liga dianggap legal di bawah naungan PSSI. "Namun kami tidak latah. Kami masih setia di bawah naungan LPIS," katanya, Minggu (30/9/2012).

Menurut dia, selama ini hubungan PPSM KN dengan PT LPIS maupun penopang gaji pemain konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) masih baik-baik saja. Meski dana talangan manajemen belum sepenuhnya dibayarkan konsorsium, tidak membuat hubungan luntur. "Ibaratnya, kami tetap mesra. Soal hutang memang belum selesai, tapi masih dalam proses penyelesaian," imbuhnya.

Direktut Teknik PPSM KN Edi Prayitno menambahkan, pilihan untuk tetap setia di jalur PT LPIS juga dikarenakan regulasi soal pemain asing. Regulasi pemain asing PT LPIS lebih sesuai dengan keinginan manajemen klub yang ingin lebih efisien dan hemat. Liga dibawah naungan PT LPIS jumlah pemain asing di kasta tertinggi (IPL) dibatasi maksimal empat, sedangkan di Divisi Utama dibatasi tiga pemain. Regulasi tersebut selaras dengan PPSM KN yang lebih memprioritaskan pemain lokal.

"Kami lebih sepakat jika kompetisi nanti memberdayakan pemain lokal. Kualitasnya bisa diadu dengan pemain asing. Dari segi harga dan gaji, pemain lokal juga sangat sangat ekonomis," kata Edi.

Lebih lanjut Edi menambahkan, dengan regulasi tersebut maka tim bisa lebih efisien dalam mengelola klub khususnya yang berkaitan dengan gaji pemain. Sehingga pada 2014 saat liga digabung, manajemen bisa mengelola tim dengan baik dan mandiri sesuai dengan aturan sesuai strandarisasi FIFA dan AFC. "Berbeda ketika musim transisi (musim 2013) justru jor-joran keuangan, musim depan bisa kembang kempis masuk standarisasi AFC tersebut," jelasnya.
(akr)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
13 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
13 jam yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
13 jam yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
15 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
19 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
19 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved