Mourinho tak mengerti Madrid
Minggu, 30 September 2012 - 14:37 WIB
Mourinho tak mengerti Madrid
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Real Madrid Florentino Perez mengatakan pelatih Jose Mourinho membutuhkan waktu untuk mengerti Madrid sebagai tim terbesar di Spanyol. Pasalnya Mourinho yang tiba di El Real julukan bagi Madrid pada 2010 lalu setelah sebelumnya berhasil membawa Inter Milan dan Chelsea juara kerap menjadi bahan kritik dari media Spanyol termasuk persaingannya dengan mantan Direktur Olahraga Madrid, Jorge Valdano.
"Mou butuh waktu untuk memahami Madrid. Dia memang pernah melatih di Portugal Italia dan Inggris tapi ini adalah sesuatu yang lain. Ini adalah Madrid. Kami memahami budaya kami sendiri tetapi mereka yang datang dari luar tidak memahaminya," ungkap Perez seperti dilansir Soccerway, Minggu (30/9/2012).
"Ketika Mou tiba ia juga terlibat perselisihan dengan beberapa orang di klub, faktanya para penggemar bisa saja membenci pemain atau bahkan pelatih. Bahkan hal ini telah terjadi kepada beberapa pemain yang datang pada waktu yang salah," sambungnya.
Perez kemudian menganggap Mourinho sudah mengerti jika ekspektasi kepada dirinya di Madrid sudah begitu tinggi. "Mourinho telah mengerti karena dia telah bekerja dengan beberapa klub dengan tingkat tekanan yang tinggi. Tapi ini Madrid ekspektasi klub jauh lebih tinggi dibandingkan klub lainnya. Seperti yang saya katakan padanya, Madrid adalah yang pertama. Itulah yang membedakan kami dan lainnya," jelasnya.
Perez juga mengomentari tentang keputusannya mendatangkan gelandang Mesut Oezil dari Werder Bremen dibandingkan pemain Valencia David Silva yang kini membela Manchester City. Ia juga percaya apabila skuad Madrid saat ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah klub.
"Saya percaya kami memiliki skuad terbaik dalam sejarah Madrid. Kami bisa mendatangkan Silva, tapi aku lebih suka Oezil. Silva adalah pemain besar dan memiliki peran vital di timnas Spanyol. Kami menyukai pemain hebat," tandasnya.
"Mou butuh waktu untuk memahami Madrid. Dia memang pernah melatih di Portugal Italia dan Inggris tapi ini adalah sesuatu yang lain. Ini adalah Madrid. Kami memahami budaya kami sendiri tetapi mereka yang datang dari luar tidak memahaminya," ungkap Perez seperti dilansir Soccerway, Minggu (30/9/2012).
"Ketika Mou tiba ia juga terlibat perselisihan dengan beberapa orang di klub, faktanya para penggemar bisa saja membenci pemain atau bahkan pelatih. Bahkan hal ini telah terjadi kepada beberapa pemain yang datang pada waktu yang salah," sambungnya.
Perez kemudian menganggap Mourinho sudah mengerti jika ekspektasi kepada dirinya di Madrid sudah begitu tinggi. "Mourinho telah mengerti karena dia telah bekerja dengan beberapa klub dengan tingkat tekanan yang tinggi. Tapi ini Madrid ekspektasi klub jauh lebih tinggi dibandingkan klub lainnya. Seperti yang saya katakan padanya, Madrid adalah yang pertama. Itulah yang membedakan kami dan lainnya," jelasnya.
Perez juga mengomentari tentang keputusannya mendatangkan gelandang Mesut Oezil dari Werder Bremen dibandingkan pemain Valencia David Silva yang kini membela Manchester City. Ia juga percaya apabila skuad Madrid saat ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah klub.
"Saya percaya kami memiliki skuad terbaik dalam sejarah Madrid. Kami bisa mendatangkan Silva, tapi aku lebih suka Oezil. Silva adalah pemain besar dan memiliki peran vital di timnas Spanyol. Kami menyukai pemain hebat," tandasnya.
(akr)