Persib siap bertarung di Piala Indonesia
Senin, 01 Oktober 2012 - 21:26 WIB
Persib siap bertarung di Piala Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman menyambut positif rencana bakal diselenggarakannya kembali Piala Indonesia oleh PT. Liga Indonesia setelah absen menghelatnya pada musim 2010/2011 dan musim 2011/2012.
Menurut Jajang, meski akan menambah beban klub, terutama dari jumlah atau agenda pertandingan selama musim depan, tidak masalah. Menurutnya, Piala Indonesia bisa dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan para pemain pelapis terutama ketika masih di awal penyelenggaraan turnamen.
''Saya kira cukup positif ya. Sebab, ini (Piala Indonesia) akan menambah jumlah pertandingan buat klub. Selain itu, mungkin akan jadi kesempatan bagi seorang pelatih untuk mencoba komposisi pemain yang berbeda dibandingkan saat berlaga di kompetisi Liga,” ungkap Jajang.
Bagi Persib, ajang Piala Indonesia merupakan tantangan karena sejak diselenggarakan pada musim 2005, Maung Bandung tak pernah mampu menjadi juara atau minimal menembus babak semifinal dan final. Prestasi terbaik Persib di ajang ini adalah menembus 8 besar di musim 2009/2010. Kala itu langkah Persib terhenti oleh Arema Indonesia, dengan skor aggregat 2-3.
Kepastian diselenggarakannya Piala Indonesia sendiri disampaikan CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono. ''Ya rencananya akan masuk agenda kompetisi musim depan. Ada beberapa hal yang sifatnya teknis dan nonteknis yang membuat ajang ini, dalam dua musim terakhir tidak bisa kami gelar. Mudah-mudahan Piala Indonesia ini jadi turnamen yang bisa menambah tingkat persaingan buat klub,” ucap Joko.
Mengenai format kompetisi sendiri, Joko belum bisa memastikan. Namun, ia menyatakan, PT. Liga Indonesia cenderung akan mengacu pada format penyelenggaraan yang terakhir kali dipakai dengan sistem home tournament di babak-babak awal dan baru menerapkan format home and away ketika kompetisi sudah memasuki fase 16 besar ataupun perempat final.
Pertimbangannya kata Joko, selain bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan klub, secara persaingan pun tidak berdampak besar. Dengan kata lain, tingkat kompetitifnya tetap terjaga. ''Kita juga harus mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya. Tentu saja kita harus lebih mengedepankan aspek positif yang bisa dirasakan klub,” tandas Joko.
Mengenai hak siar penyelenggaraan, Joko memastikan turnamen Piala Indonesia 2013 tetap akan menjadi hak stasiun televisi swasta, RCTI. Bagi PT. Liga penunjukan RCTI sebagai pemegang hak siar, merupakan bentuk tanggung jawab untuk membayar ‘utang’ kepada RCTI karena dari durasi tiga musim kontrak, baru satu musim yang terealisasi.
Menurut Jajang, meski akan menambah beban klub, terutama dari jumlah atau agenda pertandingan selama musim depan, tidak masalah. Menurutnya, Piala Indonesia bisa dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan para pemain pelapis terutama ketika masih di awal penyelenggaraan turnamen.
''Saya kira cukup positif ya. Sebab, ini (Piala Indonesia) akan menambah jumlah pertandingan buat klub. Selain itu, mungkin akan jadi kesempatan bagi seorang pelatih untuk mencoba komposisi pemain yang berbeda dibandingkan saat berlaga di kompetisi Liga,” ungkap Jajang.
Bagi Persib, ajang Piala Indonesia merupakan tantangan karena sejak diselenggarakan pada musim 2005, Maung Bandung tak pernah mampu menjadi juara atau minimal menembus babak semifinal dan final. Prestasi terbaik Persib di ajang ini adalah menembus 8 besar di musim 2009/2010. Kala itu langkah Persib terhenti oleh Arema Indonesia, dengan skor aggregat 2-3.
Kepastian diselenggarakannya Piala Indonesia sendiri disampaikan CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono. ''Ya rencananya akan masuk agenda kompetisi musim depan. Ada beberapa hal yang sifatnya teknis dan nonteknis yang membuat ajang ini, dalam dua musim terakhir tidak bisa kami gelar. Mudah-mudahan Piala Indonesia ini jadi turnamen yang bisa menambah tingkat persaingan buat klub,” ucap Joko.
Mengenai format kompetisi sendiri, Joko belum bisa memastikan. Namun, ia menyatakan, PT. Liga Indonesia cenderung akan mengacu pada format penyelenggaraan yang terakhir kali dipakai dengan sistem home tournament di babak-babak awal dan baru menerapkan format home and away ketika kompetisi sudah memasuki fase 16 besar ataupun perempat final.
Pertimbangannya kata Joko, selain bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan klub, secara persaingan pun tidak berdampak besar. Dengan kata lain, tingkat kompetitifnya tetap terjaga. ''Kita juga harus mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya. Tentu saja kita harus lebih mengedepankan aspek positif yang bisa dirasakan klub,” tandas Joko.
Mengenai hak siar penyelenggaraan, Joko memastikan turnamen Piala Indonesia 2013 tetap akan menjadi hak stasiun televisi swasta, RCTI. Bagi PT. Liga penunjukan RCTI sebagai pemegang hak siar, merupakan bentuk tanggung jawab untuk membayar ‘utang’ kepada RCTI karena dari durasi tiga musim kontrak, baru satu musim yang terealisasi.
(aww)