Persib tuntut PT. Liga naikkan subsidi klub
Selasa, 02 Oktober 2012 - 18:04 WIB
Persib tuntut PT. Liga naikkan subsidi klub
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung meminta kepada PT Liga Indonesia (PT. Liga) untuk menaikkan subsidi bagi seluruh klub peserta Indonesian Super League (ISL) musim 2013. Permintaan kenaikan subsidi itu lantaran masuknya dua peserta baru yakni Semen Padang dan Persijap Jepara.
Dengan masuknya dua kontestan itu akan berpengaruh kepada pembiayaan operasional bagi tim Maung Bandung. Karena itu, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku pengelola Persib akan mengajukan perubahan subsidi kepada PT. Liga dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober nanti.
Apalagi musim depan, Persib pun dipastikan harus tampil di ajang Piala Indonesia kembali bakal dihelat setelah dua musim tidak gelar. Penyelenggaraan Piala Indonesia ini tentu menambah beban operasional yang harus dipenuhi klub.
''Nanti saat RUPS akan kita bicarakan masalah komersial, marketing dan budgeting. Termasuk meminta kenaikan subsidi dari PT. Liga kepada klub, tapi besarannya belum kita putuskan,” kata Direktur PT PBB, Risha Adi Widjaya.
Menurut Risha usul kenaikan subsidi sangat diperlukan karena bertambahnya peserta ISL tentu masing-masing klub peserta akan mengalami penambahan biaya operasional.
“Bertambahnya dua klub (Semen Padang dan Persijap Jepara) harus melalui mekanisme yang benar. Yang satu dari Sumatra, satu lagi di Jawa Tengah, jelas itu membuat kita harus pakai pesawat saat laga tandang nanti. Tapi kalau keputusannya seperti itu ya kita tetap akan jalankan,” ujar Risha.
Musim lalu Persib sendiri mendapat subsidi dari PT. Liga Rp 3 miliar dengan jumlah peserta ISL 18 klub. “Jadi secara logika, klub butuh tambahan biaya operasional. Kita memang akan menambah pendapatan saat menggelar laga kandang. Tapi, akan ada empat kali biaya yang harus dikeluarkan. Nanti akan kita lihat pada saat RUPS nanti, apakah subsidinya lebih besar atau sama seperti musim lalu,” kata Risha.
Selama ini, Persib bisa dikatakan jadi klub yang memperjuangkan hak yang lebih adil. Salah satunya adalah dari hak siar televisi. Petinggi PT. PBB mengharapkan adanya kebijakan yang lebih adil terkait hak siar televisi, cukup beralasan mengingat dalam tiga musim terakhir, Persib cukup konsisten menjadi klub yang berada di daftar atas rating televisi.
“Sebenarnya kita mengharapkan adanya nilai hak siar yang berbeda. Tapi kalau melihat kondisi dan situasinya, kita cukup memaklumi. Jika kebijakan nilai hak siar televisi belum bisa diubah. Setidaknya ada intensif bagi klub dengan rating televisi tertinggi,” papar Risha.
Risha menyatakan pihaknya mengacu pada hasil survei dan fakta yang menunjukan jika Maung Bandung merupakan klub yang mampu mendongkrak rating siaran langsung laga ISL dalam tiga musim terakhir.
Sebagai contoh, musim lalu 30 dari 34 laga Persib, seluruhnya disiarkan secara live oleh ANTV selaku stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan ISL. Hanya empat laga Persib yang tidak disiarkan yakni ketika Maung Bandung tandang ke kandang Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat.
“Dalam beberapa kesempatan kita selalu menyampaikan ide kita kepada PT. Liga mengenai hak siar dan kita tetap akan sampaikan dengan harapan bisa direalisasikan oleh penyelenggara kompetisi,” tegas Risha.
Jika mengacu pada aturan hak siar di sejumlah kompetisi sepak bola di luar negeri, salah satunya Jepang. Sektor hak siar televisi menurut Risha sebenarnya sangat potensial untuk mendongkrak penghasilan Persib setiap musim kompetisinya.
“Apalagi jika klub diberikan kebebasan untuk menentukan nilai hak siar. Tentu itu ‘nikmat’ sekali buat klub,” tandasnya
Dengan masuknya dua kontestan itu akan berpengaruh kepada pembiayaan operasional bagi tim Maung Bandung. Karena itu, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku pengelola Persib akan mengajukan perubahan subsidi kepada PT. Liga dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober nanti.
Apalagi musim depan, Persib pun dipastikan harus tampil di ajang Piala Indonesia kembali bakal dihelat setelah dua musim tidak gelar. Penyelenggaraan Piala Indonesia ini tentu menambah beban operasional yang harus dipenuhi klub.
''Nanti saat RUPS akan kita bicarakan masalah komersial, marketing dan budgeting. Termasuk meminta kenaikan subsidi dari PT. Liga kepada klub, tapi besarannya belum kita putuskan,” kata Direktur PT PBB, Risha Adi Widjaya.
Menurut Risha usul kenaikan subsidi sangat diperlukan karena bertambahnya peserta ISL tentu masing-masing klub peserta akan mengalami penambahan biaya operasional.
“Bertambahnya dua klub (Semen Padang dan Persijap Jepara) harus melalui mekanisme yang benar. Yang satu dari Sumatra, satu lagi di Jawa Tengah, jelas itu membuat kita harus pakai pesawat saat laga tandang nanti. Tapi kalau keputusannya seperti itu ya kita tetap akan jalankan,” ujar Risha.
Musim lalu Persib sendiri mendapat subsidi dari PT. Liga Rp 3 miliar dengan jumlah peserta ISL 18 klub. “Jadi secara logika, klub butuh tambahan biaya operasional. Kita memang akan menambah pendapatan saat menggelar laga kandang. Tapi, akan ada empat kali biaya yang harus dikeluarkan. Nanti akan kita lihat pada saat RUPS nanti, apakah subsidinya lebih besar atau sama seperti musim lalu,” kata Risha.
Selama ini, Persib bisa dikatakan jadi klub yang memperjuangkan hak yang lebih adil. Salah satunya adalah dari hak siar televisi. Petinggi PT. PBB mengharapkan adanya kebijakan yang lebih adil terkait hak siar televisi, cukup beralasan mengingat dalam tiga musim terakhir, Persib cukup konsisten menjadi klub yang berada di daftar atas rating televisi.
“Sebenarnya kita mengharapkan adanya nilai hak siar yang berbeda. Tapi kalau melihat kondisi dan situasinya, kita cukup memaklumi. Jika kebijakan nilai hak siar televisi belum bisa diubah. Setidaknya ada intensif bagi klub dengan rating televisi tertinggi,” papar Risha.
Risha menyatakan pihaknya mengacu pada hasil survei dan fakta yang menunjukan jika Maung Bandung merupakan klub yang mampu mendongkrak rating siaran langsung laga ISL dalam tiga musim terakhir.
Sebagai contoh, musim lalu 30 dari 34 laga Persib, seluruhnya disiarkan secara live oleh ANTV selaku stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan ISL. Hanya empat laga Persib yang tidak disiarkan yakni ketika Maung Bandung tandang ke kandang Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat.
“Dalam beberapa kesempatan kita selalu menyampaikan ide kita kepada PT. Liga mengenai hak siar dan kita tetap akan sampaikan dengan harapan bisa direalisasikan oleh penyelenggara kompetisi,” tegas Risha.
Jika mengacu pada aturan hak siar di sejumlah kompetisi sepak bola di luar negeri, salah satunya Jepang. Sektor hak siar televisi menurut Risha sebenarnya sangat potensial untuk mendongkrak penghasilan Persib setiap musim kompetisinya.
“Apalagi jika klub diberikan kebebasan untuk menentukan nilai hak siar. Tentu itu ‘nikmat’ sekali buat klub,” tandasnya
(aww)