Donny Siregar setia berkostum Mahesa Jenar
Selasa, 02 Oktober 2012 - 20:20 WIB
Donny Siregar setia berkostum Mahesa Jenar
A
A
A
Sindonews.com - Donny Fernando Siregar masih tetap berkeinginan untuk merumput bersama PSIS Semarang. Keinginan itu untuk meng-counter kabar ketertarikan tiga klub yang menawarinya bergabung.
Adanya tawaran dari sejumlah klub tersebut tidak lepas dari prestasi Donny selama memimpin laskar mahesa jenar. Pada kompetisi tahun lalu, Donny yang menyandang ban kapten sejak awal kompetisi, mampu mengemas empat gol. Padahal dia bukanlah seorang striker, melainkan gelandang serang.
Kapten PSIS ini menilai, dibalik carut marut internal manajemen PSIS yang tak kunjung berakhir, PSIS adalah klub besar, meski pada kompetisi lalu tidak mampu lolos ke Indonesia Premier League (IPL) dan tetap berada di divisi Utama.
Donny yang saat ini masih berada di Medan, menyatakan, meski hingga saat ini tunggakan gaji dua bulan yang menjadi haknya belum dibayarkan dia mengaku, siap apabila masih diminta untuk memperkuat PSIS pada kompetisi musim depan. ''PSIS adalah tim besar dan memiliki ambisi yang besar,” ujarnya.
Diakuinya saat ini sudah ada tiga klub yang menghubunginya untuk bergabung, bahkan sudah mengajukan penawaran. Hanya saja tawaran tersebut ditundanya, karena masih menunggu keputusan dari PSIS Semarang, apakah akan merekrutnya lagi atau tidak. ''Sementara ini, semua tawaran saya pending dulu, karena masih menunggu keputusan dari manajemen PSIS, “ kata pemain yang diplot di posisi gelandang serang ini.
Dia mengaku, selama berkostum biru putih dirinya selalu ditempatkan sebagai pemain utama, bahkan selama kompetisi tahun lalu dirinya tidak pernah absen ataupun dibangku cadangkang.
Dengan selalu dimainkan dalam setiap pertandingan, menurut Donny hal itu adalah sebuah kehormatan bagi seorang pemain sepak bola, yang belum tentu bisa dia dapatkan dari klub lain.
Mantan pemain Persiku Kudus dan Persijap Jepara ini menambahkan pertimbangan lain dirinya masih tetap berkeinginan merumput di Stadion Jatidiri dirinya merasa nyaman dan krasan di Kota Lunpia.”Kalau tetap di PSIS, tidak perlu adaptasi disana (PSIS) saya juga merasa nyaman,” tandasnya.
Dia berharap, kisruh yang terjadi diinternal PSIS, bisa segera diselesaikan, sehingga manajemen bisa segera membentuk tim untuk bisa berlaga di kompetisi yang akan datang.
''Kami sebagai pemain hanya berharap, mudah-mudahan persoalan internal PSIS Semarang bisa segera selesai sehingga bisa segera melakukan pembentukan tim dan tidak mengganggu konsentrasi pemain,” katanya.
Adanya tawaran dari sejumlah klub tersebut tidak lepas dari prestasi Donny selama memimpin laskar mahesa jenar. Pada kompetisi tahun lalu, Donny yang menyandang ban kapten sejak awal kompetisi, mampu mengemas empat gol. Padahal dia bukanlah seorang striker, melainkan gelandang serang.
Kapten PSIS ini menilai, dibalik carut marut internal manajemen PSIS yang tak kunjung berakhir, PSIS adalah klub besar, meski pada kompetisi lalu tidak mampu lolos ke Indonesia Premier League (IPL) dan tetap berada di divisi Utama.
Donny yang saat ini masih berada di Medan, menyatakan, meski hingga saat ini tunggakan gaji dua bulan yang menjadi haknya belum dibayarkan dia mengaku, siap apabila masih diminta untuk memperkuat PSIS pada kompetisi musim depan. ''PSIS adalah tim besar dan memiliki ambisi yang besar,” ujarnya.
Diakuinya saat ini sudah ada tiga klub yang menghubunginya untuk bergabung, bahkan sudah mengajukan penawaran. Hanya saja tawaran tersebut ditundanya, karena masih menunggu keputusan dari PSIS Semarang, apakah akan merekrutnya lagi atau tidak. ''Sementara ini, semua tawaran saya pending dulu, karena masih menunggu keputusan dari manajemen PSIS, “ kata pemain yang diplot di posisi gelandang serang ini.
Dia mengaku, selama berkostum biru putih dirinya selalu ditempatkan sebagai pemain utama, bahkan selama kompetisi tahun lalu dirinya tidak pernah absen ataupun dibangku cadangkang.
Dengan selalu dimainkan dalam setiap pertandingan, menurut Donny hal itu adalah sebuah kehormatan bagi seorang pemain sepak bola, yang belum tentu bisa dia dapatkan dari klub lain.
Mantan pemain Persiku Kudus dan Persijap Jepara ini menambahkan pertimbangan lain dirinya masih tetap berkeinginan merumput di Stadion Jatidiri dirinya merasa nyaman dan krasan di Kota Lunpia.”Kalau tetap di PSIS, tidak perlu adaptasi disana (PSIS) saya juga merasa nyaman,” tandasnya.
Dia berharap, kisruh yang terjadi diinternal PSIS, bisa segera diselesaikan, sehingga manajemen bisa segera membentuk tim untuk bisa berlaga di kompetisi yang akan datang.
''Kami sebagai pemain hanya berharap, mudah-mudahan persoalan internal PSIS Semarang bisa segera selesai sehingga bisa segera melakukan pembentukan tim dan tidak mengganggu konsentrasi pemain,” katanya.
(aww)