Ngaku tak punya agen, pengakuan Kayamba berlebihan
Selasa, 02 Oktober 2012 - 21:00 WIB
Ngaku tak punya agen, pengakuan Kayamba berlebihan
A
A
A
Sindonews.com - Pengaduan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs ke FiFpro dinilai terlalu berlebihan. Apalagi selama lima tahun terakhir ini dia telah membela nama Sriwijaya FC dan sepanjang itu dia tidak pernah sekalipun terlambat menerima haknya.
Bahkan sebagai pemain asing lama, dirinya telah mendapatkan banyak perhatian dan juga fasilitas yang lebih dari pemain lain yang diberikan oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku pengelola klub.
Ternyata, selain dengan manajemen SFC, pemain asal ST Kitt N Nevis itu juga juga bermasalah dengan pihak Indo Bola Mandiri yang selama ini menaunginya sebagai agen.
Pasalnya, dia telah menuding jika pemutusan kontraknya dengan SFC merupakan ulah Eko Soebekti selaku agennya. Parahnya lagi, sebelum masalah dengan manajemen SFC tersebar luas, Kayamba pernah mengaku jika dirinya tidak menggunakan jasa agen.
Menanggapi masalah ini, Eko Soebekti mengatakan jika dirinya tidak akan terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Dengan rendah hari Eko bahkan mengatakan jika memang Kayamba selama ini tidak menganggapnya sebagai agen, meskipun selama lima tahun terakhir ini selalu mengurusi berbagai hal terkait kepentingan Kayamba. Dia hanya meminta agar pemain terbaik ISL musim lalu itu diberikan hidayah oleh Allah SWT dan ditunjukkan jalan yang benar.
''Setahu saya, berdasarkan aturan yang berlaku seorang pemain asing itu harus melalui agen untuk bisa bermain di Indonesia. Tetapi kalau saya memang dianggap bukan agennya, ya tidak masalah,” ujarnya.
Eko juga menilai Kayamba terlalu emosional dengan melaporkan permasalahan keterlambatan gaji dua bulan itu kepada FiFpro. Padahal menurut dia, dalam sepakbola seorang pemain itu tidak boleh emosi dan sombong, karena suatu saat pasti akan ketemu lagi. ''Sekarang Kayamba seperti membuka aibnya sendiri dengan mengumbar-umbar masalah yang seharusnya tidak perlu menjadi masalah,”beber Eko saat ditemui 0di Hotel Swarna Dwipa kemarin.
Akan tetapi, apapun yang terjadi dirinya mengaku, sampai saat ini masih melakukan kontak dengan Kayamba, meskipun setelah dirinya tidak dianggap Kayamba sebagai agen, hubungan keduanya tidak seintens dulu lagi.
''Terus terang saja, sebagai orang yang selalu mengurus berbagai keperluan dan juga membantunya, saya tidak pernah mendapatkan uang sepeser pun dari Kayamba. Jadi kalau Kayamba bilang tidak punya agen, ya tidak apa. Agen juga ada dua, agen pemain dan agen klub, ya mungkin di sini saya sebagai agen klub,”ucap Eko.
Sementara itu, Sekretaris Umum PT SOM Faisal Mursyid menambahkan, dirinya serasa tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kayamba. Dia hanya mengingat, saat manajemen mengurusi masalah keimigrasian Kayamba yang sempat melanda Kayamba 2011 lalu.
''Ketika itu semua manajemen baik itu ditingkatan direktur sampai presiden klub turun tangan untuk mengurusi Kayamba, bahkan saat itu pak Eko Soebekti meskipun lagi sakit, tapi dia datang ke bandara untuk menjamin agar Kayamba tidak dideportasi,”pungkasnya.
Bahkan sebagai pemain asing lama, dirinya telah mendapatkan banyak perhatian dan juga fasilitas yang lebih dari pemain lain yang diberikan oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku pengelola klub.
Ternyata, selain dengan manajemen SFC, pemain asal ST Kitt N Nevis itu juga juga bermasalah dengan pihak Indo Bola Mandiri yang selama ini menaunginya sebagai agen.
Pasalnya, dia telah menuding jika pemutusan kontraknya dengan SFC merupakan ulah Eko Soebekti selaku agennya. Parahnya lagi, sebelum masalah dengan manajemen SFC tersebar luas, Kayamba pernah mengaku jika dirinya tidak menggunakan jasa agen.
Menanggapi masalah ini, Eko Soebekti mengatakan jika dirinya tidak akan terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Dengan rendah hari Eko bahkan mengatakan jika memang Kayamba selama ini tidak menganggapnya sebagai agen, meskipun selama lima tahun terakhir ini selalu mengurusi berbagai hal terkait kepentingan Kayamba. Dia hanya meminta agar pemain terbaik ISL musim lalu itu diberikan hidayah oleh Allah SWT dan ditunjukkan jalan yang benar.
''Setahu saya, berdasarkan aturan yang berlaku seorang pemain asing itu harus melalui agen untuk bisa bermain di Indonesia. Tetapi kalau saya memang dianggap bukan agennya, ya tidak masalah,” ujarnya.
Eko juga menilai Kayamba terlalu emosional dengan melaporkan permasalahan keterlambatan gaji dua bulan itu kepada FiFpro. Padahal menurut dia, dalam sepakbola seorang pemain itu tidak boleh emosi dan sombong, karena suatu saat pasti akan ketemu lagi. ''Sekarang Kayamba seperti membuka aibnya sendiri dengan mengumbar-umbar masalah yang seharusnya tidak perlu menjadi masalah,”beber Eko saat ditemui 0di Hotel Swarna Dwipa kemarin.
Akan tetapi, apapun yang terjadi dirinya mengaku, sampai saat ini masih melakukan kontak dengan Kayamba, meskipun setelah dirinya tidak dianggap Kayamba sebagai agen, hubungan keduanya tidak seintens dulu lagi.
''Terus terang saja, sebagai orang yang selalu mengurus berbagai keperluan dan juga membantunya, saya tidak pernah mendapatkan uang sepeser pun dari Kayamba. Jadi kalau Kayamba bilang tidak punya agen, ya tidak apa. Agen juga ada dua, agen pemain dan agen klub, ya mungkin di sini saya sebagai agen klub,”ucap Eko.
Sementara itu, Sekretaris Umum PT SOM Faisal Mursyid menambahkan, dirinya serasa tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kayamba. Dia hanya mengingat, saat manajemen mengurusi masalah keimigrasian Kayamba yang sempat melanda Kayamba 2011 lalu.
''Ketika itu semua manajemen baik itu ditingkatan direktur sampai presiden klub turun tangan untuk mengurusi Kayamba, bahkan saat itu pak Eko Soebekti meskipun lagi sakit, tapi dia datang ke bandara untuk menjamin agar Kayamba tidak dideportasi,”pungkasnya.
(aww)