Edu berhasrat besut Persiba
Kamis, 04 Oktober 2012 - 23:27 WIB
Edu berhasrat besut Persiba
A
A
A
Sindonews.com - Edward 'Edu' Tjong sangat berhasrat bisa kembali membesut Persiba musim 2013 mendatang. Mantan nakoda Persiba 2010-2011 ini sudah melakukan pendakatan dengan jajaran managemen Persiba beberapa waktu yang lalu.
Mantan pesebakbola Persis Solo ini mengatakan, secara informal sudah mengungkapkan niatnya membesut Persiba kepada Dirut PT Bantul Indonesia Goalsport (BIG) Idham Samawi. Dari pembicaraan itu, managemen tidak masalah menampungnya kembali. "Saya sudah bicara dengan Pak Idham Samawi yang mengelola Persiba dan managemen. Prinsipnya, tidak ada masalah," katanya, Kamis (4/10/2012).
Namun, ayah dari stoper Persis LPIS De Stevano Arsela ini mengakui, peluang menjadikan Persiba sebagai biduknya untuk musim depan memang terasa berat. Pasalnya, dari nama-nama pelatih yang juga melamar menjadi pelatih Persiba tergolong mumpuni untuk mengarseteki Ezequiel Gonzalez dkk. "Setahu saya, Arcan Iurie dan Nandar Iskandar juga memasukkan lamaran untuk melatih Persiba. Jadi kita tunggu saja keputusan dari managemen Persiba," ungkapnya.
Hasrat Edu menukangi Persiba memang sangat besar. Setidaknya aa dua hal yang membuatnya ingin kembali menjadi pelatih tim berjuluk Laskar Sultan Agung tersebut. Pertama, anak mantan pemain timnas Harry Tjong ini mengaku masih penasaran belum bisa memberikan gelar kepada Persiba.
Edu memang berperan besar dalam memberikan gelar juara Divisi Utama 2010-2011 untuk Persiba yang kemudian promosi ke kasta tertinggi. Namun, pada musim 2010-2011 di salah satu laga, Edu terlibat adu fisik dengan perangkat pertandingan yang membuatnya diskorsing oleh PSSI sampai akhir musim. Edu membesut Persiba di musim itu tidak sampai tuntas. Tapuk kepemimpinan kemudian dikendalikan asisten pelatih Sajuri Syahid.
Alasan yang kedua, kedekatan geografis antara Bantul dengan kotanya berdomisili, Solo, relatif lebih dekat. Terlebih saat ini, pria kelahiran Makassar 5 Januari 1963 ini menjadi pelatih Persires Bali Devata yang finish di posisi 4 klasemen akhir grup III Divisi Utama LPIS 2011-2012 dengan 24 poin. "Solo-Bantul lebih dekat dibanding Solo-Bali," katanya.
Mantan pesebakbola Persis Solo ini mengatakan, secara informal sudah mengungkapkan niatnya membesut Persiba kepada Dirut PT Bantul Indonesia Goalsport (BIG) Idham Samawi. Dari pembicaraan itu, managemen tidak masalah menampungnya kembali. "Saya sudah bicara dengan Pak Idham Samawi yang mengelola Persiba dan managemen. Prinsipnya, tidak ada masalah," katanya, Kamis (4/10/2012).
Namun, ayah dari stoper Persis LPIS De Stevano Arsela ini mengakui, peluang menjadikan Persiba sebagai biduknya untuk musim depan memang terasa berat. Pasalnya, dari nama-nama pelatih yang juga melamar menjadi pelatih Persiba tergolong mumpuni untuk mengarseteki Ezequiel Gonzalez dkk. "Setahu saya, Arcan Iurie dan Nandar Iskandar juga memasukkan lamaran untuk melatih Persiba. Jadi kita tunggu saja keputusan dari managemen Persiba," ungkapnya.
Hasrat Edu menukangi Persiba memang sangat besar. Setidaknya aa dua hal yang membuatnya ingin kembali menjadi pelatih tim berjuluk Laskar Sultan Agung tersebut. Pertama, anak mantan pemain timnas Harry Tjong ini mengaku masih penasaran belum bisa memberikan gelar kepada Persiba.
Edu memang berperan besar dalam memberikan gelar juara Divisi Utama 2010-2011 untuk Persiba yang kemudian promosi ke kasta tertinggi. Namun, pada musim 2010-2011 di salah satu laga, Edu terlibat adu fisik dengan perangkat pertandingan yang membuatnya diskorsing oleh PSSI sampai akhir musim. Edu membesut Persiba di musim itu tidak sampai tuntas. Tapuk kepemimpinan kemudian dikendalikan asisten pelatih Sajuri Syahid.
Alasan yang kedua, kedekatan geografis antara Bantul dengan kotanya berdomisili, Solo, relatif lebih dekat. Terlebih saat ini, pria kelahiran Makassar 5 Januari 1963 ini menjadi pelatih Persires Bali Devata yang finish di posisi 4 klasemen akhir grup III Divisi Utama LPIS 2011-2012 dengan 24 poin. "Solo-Bantul lebih dekat dibanding Solo-Bali," katanya.
(wbs)