Korban perilaku rasisme, Sordell lapor ke FA
Minggu, 07 Oktober 2012 - 13:20 WIB
Korban perilaku rasisme, Sordell lapor ke FA
A
A
A
Sindonews.com- Striker Bolton Wanderers Marvin Sordell mengaku ia dan beberapa rekan setimnya telah mengalami perlakuan rasis dari suporter Millwall. Kejadian tersebut dialami saat Bolton kalah dari Millwall dengan skor 1-2 tadi malam.
Ia mengaku rekan setimnya yakni Lee Chung-yong, Darren Pratley dan Benik Afobe ikut mengalami tindakan rasis. Hal tersebut membuatnya langsung melaporkan kasus rasisme kepada Federasi Sepakbola Inggris (FA).
Tak hanya itu. Sordell juga melampiaskan kekesalannya melalui akun twiter pribadinya. Dalam tweetnya ia mengungkapkan kekesalannya kepada pihak keamanan stadion yang tak bertindak apapun saat suporter tuan rumah melakukan tindakan rasisme.
“Di Inggris ini tahun 2012 dan orang- orang masih berteriak pelecehan rasial pada pertandingan sepakbola, ini mengejutkan? Ungkap Sordell dalam akun twitter pribadinya seperti dikutip Sky Sport, Minggu (7/10/2012).
"Chungy, Pratts, Benik dan saya mendapatkan segala macam hal yang dikatakan kepada kami. Sementara, polisi yang berdiri hanya beberapa meter jauhnya tidak melakukan apa pun," tambahnya.
Kasus tersebut pun mendapatkan tanggapan dari FA. Melalui web resminya FA menyatakan bakal mengusut kasus rasiseme tersebut.
"Marvin Sordell telah membuat Bolton Wanderers sadar bahwa ada dugaan pelecehan rasial saat laga melawan Millwall. Kami sekarang bekerja sama dengan Millwall untuk menyelidiki dan klub telah memberitahu kami bahwa mereka akan berbicara dengan polisi dan official pertandingan,” ucap pihak FA.
Ia mengaku rekan setimnya yakni Lee Chung-yong, Darren Pratley dan Benik Afobe ikut mengalami tindakan rasis. Hal tersebut membuatnya langsung melaporkan kasus rasisme kepada Federasi Sepakbola Inggris (FA).
Tak hanya itu. Sordell juga melampiaskan kekesalannya melalui akun twiter pribadinya. Dalam tweetnya ia mengungkapkan kekesalannya kepada pihak keamanan stadion yang tak bertindak apapun saat suporter tuan rumah melakukan tindakan rasisme.
“Di Inggris ini tahun 2012 dan orang- orang masih berteriak pelecehan rasial pada pertandingan sepakbola, ini mengejutkan? Ungkap Sordell dalam akun twitter pribadinya seperti dikutip Sky Sport, Minggu (7/10/2012).
"Chungy, Pratts, Benik dan saya mendapatkan segala macam hal yang dikatakan kepada kami. Sementara, polisi yang berdiri hanya beberapa meter jauhnya tidak melakukan apa pun," tambahnya.
Kasus tersebut pun mendapatkan tanggapan dari FA. Melalui web resminya FA menyatakan bakal mengusut kasus rasiseme tersebut.
"Marvin Sordell telah membuat Bolton Wanderers sadar bahwa ada dugaan pelecehan rasial saat laga melawan Millwall. Kami sekarang bekerja sama dengan Millwall untuk menyelidiki dan klub telah memberitahu kami bahwa mereka akan berbicara dengan polisi dan official pertandingan,” ucap pihak FA.
(akr)