Delapan penggawa ISL belum gabung timnas
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:20 WIB
Delapan penggawa ISL belum gabung timnas
A
A
A
Sindonews.com - Pemusatan latihan nasional (pelatnas) tahap ketiga tim nasional (timnas) Indonesia, akhirnya mulai digelar, Senin (8/10). Akan tetapi, apakah delapan pemain Indonesia Super League (ISL) akan bergabung, masih belum bisa dipastikan oleh pelatih dan manajemen timnas Garuda.
Nil Maizar, juru taktik timnas Indonesia, masih belum bisa memastikan apakah pemain yang berkompetisi di ISL bisa bergabung atau tidak. Yang bisa dipastikan mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut hanyalah, jika PSSI telah melakukan proses pemanggilan. Jika pemain datang atau tidak, Nil menyerahkan kembali permasalahan ini kepada PSSI.
"Hari ini para pemain sudah berdatangan. Ada pemain yang juga mengabari saya kalau mereka sudah berangkat dari daerah masing-masing. Berapa jumlahnya, nanti kita lihat saja," ungkap Nil.
"Untuk pemain ISL, sampai saat ini saya masih belum bisa memastikan apakah mereka akan datang atau tidak. Kabarnya sampai saat ini masih simpang siur. Ada yang bilang datang, ada yang bilang tidak. Maka dari itu, sebaiknya kita tunggu saja," sambung pelatih berusia 42 tahun tersebut.
Kemungkinan kedelapan pemain tersebut tidak akan memenuhi pemanggilan timnas, sepertinya akan terjadi. Dari delapan pemain yang dipanggil empat di antaranya malah ikut menjalani laga uji coba antara timnas bentukan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) dengan tim gabungan Pelita Jaya FC - Arema Indonesia. Dan satu juga berujicoba dengan tim Persegres Gresik, Sabtu (6/10).
Adapun keempat pemain tersebut di antaranya adalah I Made Wirawan, Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, dan Patrich Wanggai. Sementara pemain yang tidak ikut ambil bagian dan menyatakan komitmen kepada timnas KPSI seperti Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, dan Firman Utina. Sedangkan Bambang Pamungkas, memang dari awal tidak memenuhi panggilan timnas KPSI di bawah besutan Alfred Riedl.
Sulitnya timnas bentukan PSSI mendapatkan skuad terbaik, disampaikan penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong. Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Disipling (Komdis) PSSI menyatakan, proses pemanggilan sendiri memang mengalami hambatan. Terutama dalam rangka memanggil delapan pemain ISL yang nama-namanya tercantum di atas.
"Pemain-pemain yang lain pasti hadir, mereka juga mengkomunikasikan kepada saya jika mereka akan datang. Hanya ada info kalau Irfan (Bachdim) saja yang agak telat, karena masih ada di Belanda. Besok (hari ini), kabarnya Irfan juga sudah mulai bergabung kembali," papar Limbong.
"Mungkin yang saat ini masih jadi masalah adalah, bagaimana harapan kami untuk mendapatkan skuad yang bagus campuran dari kompetisi IPL (Indonesia Premier League) dan ISL sepertinya mengalami hambatan. Sampai saat ini, apakah mereka akan memenuhi panggilan PSSI masih belum jelas," sambungnya.
Limbong pun seolah sudah pasrah, apakah nantinya pemain-pemain tersebut akan benar-benar datang atau tidak. Buatnya, hal yang lebih penting saat ini adalah bagaimana fokus dalam memompa performa tim jelang diputarnya Piala AFF 2012, November mendatang. Karena event dua tahunan tersebut, memang sudah semakin dekat.
"Sebenarnya ini adalah panggilan negara dan tinggal kepada hati masing-masing saja untuk memenuhi pemanggilan tersebut. Kita sudah sama-sama lelah dengan hal-hal yang seperti ini terus menerus. Kalau mereka mau datang silahkan, jika tidak ya tidak perlu ditangisi," tandas Limbong.
Nil Maizar, juru taktik timnas Indonesia, masih belum bisa memastikan apakah pemain yang berkompetisi di ISL bisa bergabung atau tidak. Yang bisa dipastikan mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut hanyalah, jika PSSI telah melakukan proses pemanggilan. Jika pemain datang atau tidak, Nil menyerahkan kembali permasalahan ini kepada PSSI.
"Hari ini para pemain sudah berdatangan. Ada pemain yang juga mengabari saya kalau mereka sudah berangkat dari daerah masing-masing. Berapa jumlahnya, nanti kita lihat saja," ungkap Nil.
"Untuk pemain ISL, sampai saat ini saya masih belum bisa memastikan apakah mereka akan datang atau tidak. Kabarnya sampai saat ini masih simpang siur. Ada yang bilang datang, ada yang bilang tidak. Maka dari itu, sebaiknya kita tunggu saja," sambung pelatih berusia 42 tahun tersebut.
Kemungkinan kedelapan pemain tersebut tidak akan memenuhi pemanggilan timnas, sepertinya akan terjadi. Dari delapan pemain yang dipanggil empat di antaranya malah ikut menjalani laga uji coba antara timnas bentukan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) dengan tim gabungan Pelita Jaya FC - Arema Indonesia. Dan satu juga berujicoba dengan tim Persegres Gresik, Sabtu (6/10).
Adapun keempat pemain tersebut di antaranya adalah I Made Wirawan, Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, dan Patrich Wanggai. Sementara pemain yang tidak ikut ambil bagian dan menyatakan komitmen kepada timnas KPSI seperti Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, dan Firman Utina. Sedangkan Bambang Pamungkas, memang dari awal tidak memenuhi panggilan timnas KPSI di bawah besutan Alfred Riedl.
Sulitnya timnas bentukan PSSI mendapatkan skuad terbaik, disampaikan penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong. Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Disipling (Komdis) PSSI menyatakan, proses pemanggilan sendiri memang mengalami hambatan. Terutama dalam rangka memanggil delapan pemain ISL yang nama-namanya tercantum di atas.
"Pemain-pemain yang lain pasti hadir, mereka juga mengkomunikasikan kepada saya jika mereka akan datang. Hanya ada info kalau Irfan (Bachdim) saja yang agak telat, karena masih ada di Belanda. Besok (hari ini), kabarnya Irfan juga sudah mulai bergabung kembali," papar Limbong.
"Mungkin yang saat ini masih jadi masalah adalah, bagaimana harapan kami untuk mendapatkan skuad yang bagus campuran dari kompetisi IPL (Indonesia Premier League) dan ISL sepertinya mengalami hambatan. Sampai saat ini, apakah mereka akan memenuhi panggilan PSSI masih belum jelas," sambungnya.
Limbong pun seolah sudah pasrah, apakah nantinya pemain-pemain tersebut akan benar-benar datang atau tidak. Buatnya, hal yang lebih penting saat ini adalah bagaimana fokus dalam memompa performa tim jelang diputarnya Piala AFF 2012, November mendatang. Karena event dua tahunan tersebut, memang sudah semakin dekat.
"Sebenarnya ini adalah panggilan negara dan tinggal kepada hati masing-masing saja untuk memenuhi pemanggilan tersebut. Kita sudah sama-sama lelah dengan hal-hal yang seperti ini terus menerus. Kalau mereka mau datang silahkan, jika tidak ya tidak perlu ditangisi," tandas Limbong.
(aww)