Grosjen: Itu adalah kesalahan bodoh
Selasa, 09 Oktober 2012 - 22:02 WIB
Grosjen: Itu adalah kesalahan bodoh
A
A
A
Sindonews.com - Romain Grosjean mengaku telah melakukan kesalahan fatal saat berlaga di Grand Prix Jepang akhir pekan lalu (7/10), namun kali ini dirinya berharap bisa tetap fokus untuk balapan selanjutnya.
Pada balapan di Jepang kemarin, pembalap Lotus Renault itu mengalami insiden di dalam lintasan, setelah mobil yang dikendarainya berbenturan dengan Mark Webber, akibat kejadian itu dia mendapat hukuman penalti. Webber yang merasa dirinya dirugikan melontarkan kekesalannya kepada Grosjen setelah balapan berakhir.
Berbicara jelang balapan di Grand Prix Korea akhir pekan ini, Grosjean mengaku jika berusaha untuk menjadi lebih berhati-hati di awal dan fokus pada balapan yang akan datang. "Sejak Singapura, saya sudah berusaha untuk benar-benar waspada, namun kejadian di Sirkuit Suzuka telah membuat saya frustasi. Ketika mendekati tikungan pertama, saya melihat Sergio Perez berada di sebelah kiri saya untuk memastikan tidak ada kontak dengan dia, akan tetapi seketika Webber muncul dan kami akhirnya bertabrakan," kilah Grosjean, seperti dikutip Crash, Selasa (9/10/2012).
"Menurut saya itu adalah kesalahan bodoh. Webber datang menemui saya setelah balapan dan jelas dia merasa tidak senang, tapi saya telah meminta maaf kepadanya. Saat ini saya sudah berada dalam kondisi baik untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Selanjtnya kami akan tetap fokus," lanjutnya.
Sementara itu, tim Principal Lotus F1, Eric Boullier, membela pembalap asal Jenewa tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil Grosjean sangat tepat setelah dia melakukan pengereman agar tidak terjadi benturan yang membahayakan antara dia dengan Webber.
Boullier merasa insiden itu terjadi karena banyaknya tekanan dari sejumlah pembalap di sisa musim ini. "Ada beberapa pembalap yang menempatkan tekanan ekstra pada dirinya sejak awal balapan dan di Suzuka, dia membuat kesalahan kecil, namun saya merasa tindakan itu sangat tepat untuk tidak mendapatkan benturan yang luar biasa dengan Webber. Kami telah duduk bersama serta melakukan pembicaraan dan hasilnya kami akan tetap fokus di balapan selanjurnya," pungkasnya.
Pada balapan di Jepang kemarin, pembalap Lotus Renault itu mengalami insiden di dalam lintasan, setelah mobil yang dikendarainya berbenturan dengan Mark Webber, akibat kejadian itu dia mendapat hukuman penalti. Webber yang merasa dirinya dirugikan melontarkan kekesalannya kepada Grosjen setelah balapan berakhir.
Berbicara jelang balapan di Grand Prix Korea akhir pekan ini, Grosjean mengaku jika berusaha untuk menjadi lebih berhati-hati di awal dan fokus pada balapan yang akan datang. "Sejak Singapura, saya sudah berusaha untuk benar-benar waspada, namun kejadian di Sirkuit Suzuka telah membuat saya frustasi. Ketika mendekati tikungan pertama, saya melihat Sergio Perez berada di sebelah kiri saya untuk memastikan tidak ada kontak dengan dia, akan tetapi seketika Webber muncul dan kami akhirnya bertabrakan," kilah Grosjean, seperti dikutip Crash, Selasa (9/10/2012).
"Menurut saya itu adalah kesalahan bodoh. Webber datang menemui saya setelah balapan dan jelas dia merasa tidak senang, tapi saya telah meminta maaf kepadanya. Saat ini saya sudah berada dalam kondisi baik untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Selanjtnya kami akan tetap fokus," lanjutnya.
Sementara itu, tim Principal Lotus F1, Eric Boullier, membela pembalap asal Jenewa tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil Grosjean sangat tepat setelah dia melakukan pengereman agar tidak terjadi benturan yang membahayakan antara dia dengan Webber.
Boullier merasa insiden itu terjadi karena banyaknya tekanan dari sejumlah pembalap di sisa musim ini. "Ada beberapa pembalap yang menempatkan tekanan ekstra pada dirinya sejak awal balapan dan di Suzuka, dia membuat kesalahan kecil, namun saya merasa tindakan itu sangat tepat untuk tidak mendapatkan benturan yang luar biasa dengan Webber. Kami telah duduk bersama serta melakukan pembicaraan dan hasilnya kami akan tetap fokus di balapan selanjurnya," pungkasnya.
(aww)